BRTI Instruksikan Operator Hentikan SMS Premium

Jakarta – Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah menginstruksikan kepada 10 operator telekomunikasi di Indonesia untuk menghentikan layanan SMS Premium yang dikirimkan secara broadcast sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Instruksi BRTI tersebut berdasarkan surat edaran yang ditandatangi Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika selaku ketua BRTI, Syukri Batubara. Dalam surat edaran itu disebutkan, instruksi diberikan untuk menindaklanjuti rekomendasi rapat dengar pendapat Komisi 1 DPR RI, Menkominfo, BRTI dan penyelenggara telekomunikasi pada tanggal 10 Oktober dan 11 Oktober lalu.

Surat edaran ditujukan kepada 10 operator telekomunikasi, yakni Telkomsel, XL, Indosat, Bakrie Telecom, Hutchinson CP Telecommunication, Mobile 8, Natrindo Telepon Seluler, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, Smart Telecom, dan Telkom,

Disebutkan, untuk meningkatkan kualitas layanan Jasa Pesan Premium serta menanggulangi permasalahannya, BRTI memberikan 5 instruksi yang harus dilakukan seluruh Penyelenggara Telekomunikasi Jaringan Bergerak Selular dan Jaringan Tetap Lokal dengan Mobilitas Terbatas. Kelima instruksi itu adalah:

1. Menghentikan penawaran konten melalui SMS broadcast/pop screen/ voice broadcast sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

2. Melakukan deaktivasi/unregistrasi paling lambat Selasa, 18 Oktober 2011 pukul 00.00 WIB untuk semua layanan Jasa Pesan Premium (termasuk namun tidak terbatas pada SMS/MMS Premium berlangganan, nada dering, games atau wallpaper) kecuali untuk layanan publik dan fasilitas jasa keuangan serta pasar modal yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan memberikan notifikasi deaktivasi dan informasi cara registrasi ulang bagi pengguna yang berminat tanpa dikenakan biaya tambahan.

3. Menyediakan data rekapitulasi pulsa pengguna yang terpotong akibat layanan Jasa Pesan Premium yang diaktifkan melalui SMS broadcasting/ pop screen

4. Mengembalikan pulsa pengguna yang pernah diaktifkan dan dirugikan akibat layanan Jasa Pesan Premium

5. Pelaksanaan butir 1 sampai 4 di atas wajib dilaporkan secara tertulis dan berkala kepada BRTI dimulai hari Rabu, 19 Oktober 2011 dan setiap hari Rabu pada tiap minggunya sampai dengan tanggal 31 Desember 2011.[hbs]{jcomments on}

Previous articleNokia Luna, Headset Berteknologi NFC
Next articleAXIS Luncurkan 24 Jam Hemat Telepon Dan SMS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here