telset

Bos Samsung: Saya Tidak Puas dengan Pasar AS

JK Shin, kepala divisi ponsel Samsung di acara peluncuran Galaxy S4
JK Shin, kepala divisi ponsel Samsung di acara peluncuran Galaxy S4

Jakarta – Setelah memperkenalkan Samsung Galaxy S4 ke publik, kepala divisi ponsel Samsung, JK Shin, sempat berbagi beberapa pikirannya tentang posisi perusahaannya di Amerika Serikat (AS).

Shin memandang AS merupakan pasar yang besar, dan masih didominasi oleh iPhone. Ia menyebut AS berbeda dari sebagian besar negara di dunia, dimana Android saat ini menjadi pemimpin pasar.

Masih mendominasinya iPhone di pasar AS membuat dirinya kurang senang. Dan itu tampaknya menjadi salah satu alasan mengapa peluncuran Galaxy S4 diadakan di New York, bukan di tempat lain.

[box_light]“Saya tidak memikirkan angka pangsa pasar, tapi saya tidak puas dengan pangsa pasar kami di AS. Kami sekarang pemain global di pasar smartphone, dan AS merupakan pasar yang penting bagi kami. Ini adalah pertama kalinya kami membuat acara peluncuran produk baru di New York,” kata Shin.[/box_light]

Untuk bisa menguasai pasar AS, lanjutnya, Samsung akan fokus pada seri Galaxy high-end. “Fokus utama kami menjual smartphone seri Galaxy high-end di AS. Namun kami cukup aktif di pasar smartphone low-end dan masih akan terus bersaing di segmen itu,” ujarnya, seperti dikutip telsetNews dari Wall Street Journal, Jumat (15/3).

Untuk dapat memenangkan kompetisi di kandang rival beratnya itu, Shin mengakui harus memanfaatkan koneksinya yang cukup baik dengan Google sebagai pembesut Android.

“Kami seperti Android dan kami berencana untuk melanjutkan hubungan baik kami dengan Google. Tidak benar jika ada kabar yang mengatakan bahwa ada gesekan antara Samsung dan Google,” tegas Shin.

Pada kesempatan itu Shin juga bicara soal Microsoft dan Windows. Menurutnya, raksasa Internet tidak boleh dipandang sebelah mata sebagai pesaing baru di ranah mobile.

“Penjualan smartphone dan tablet berbasis sistem operasi Windows saat ini memang belum terlalu bagus, karena ada preferensi di pasar Android. Namun kami melihat permintaan produk berbasis Windows di Eropa mulai meningkat,” tuturnya.

Saat ditanyakan bagaimana dengan project Bada dan Tizen yang saat ini sedang mereka kembangkan, ia menjawab bahwa Bada dan Tizen sedang dalam proses penggabungan

“Anda mungkin akan melihat smartphone pertama yang menggunakan Tizen dari Samsung pada kuartal ketiga tahun ini,” ungkap Shin.

Seperti diketahui, Bada merupakan sistem operasi buatan Samsung, sementara Tizen adalah sistem operasi open source yang dikembangkan oleh Samsung dan Intel Corp.

Ia juga tidak ingin berbicara terlalu jauh soal teknologi layar fleksibel yang saat ini sedang dibuat Samsung. “Itu masih jauh. Kita tahu banyak yang tertarik dengan teknologi ini, tetapi itu masih butuh waktu. Jadi saya belum bisa mengungkapkan waktunya sekarang,” elaknya.

Shin terlihat lebih tertarik untuk bicara soal target penjualan perangkat smartphone Samsung di tahun ini. Dia berharap perangkat Samsung secara keseluruhan bisa tumbuh lebih cepat di tahun ini.

“Kami mengharapkan bisa mengapalkan lebih dari 400 juta unit perangkat di tahun ini. Kami sudah menjual 50 juta unit Galaxy S III sejak diluncurkan tahun lalu,” pungkasnya.[hbs]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0