Bos Indosat Bantah Viettel akan Akuisisi Indosat Ooredoo

Telset.id, Jakarta – Beredar kabar yang menyebutkan bahwa operator telekomunikasi asal Vietnam, Viettel Group tertarik akan akuisisi Indosat Ooredoo. Namun kabar tersebut langsung dibantah oleh Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo, Chris Kanter.

“Kabar (akuisisi) itu gak benar. Tidak ada pembicaraan di pemegang saham soal akuisisi Indosat (oleh Viettel),” kata Chris saat dihubungi Telset.id, Kamis (10/01/2019).

Sayangnya orang nomor satu di Indosat masih irit bicara saat ditanyakan soal isu konsolidasi yang kemungkinan sedang dijajaki oleh operator yang identik dengan warna kuning itu.

“Nggak ada (rencana konsolidasi),” jawabnya singkat.

{Baca juga: Operator Vietnam akan Akuisisi Indosat Ooredoo?}

Sebelumnya diberitakan, Presiden dan CEO Viettel yakni Le Dang Dung mengatakan bahwa perusahaan mereka, melalui Kementerian Pertahanan Vietnam terlibat dalam percakapan serius dengan perusahaan telekomunikasi di Malaysia dan Indonesia.

Mereka berencana akan melakukan akuisisi di kedua negara tersebut, dan sedang mempertimbangkan kemungkinan berinvestasi di Korea Utara, Kuba dan Eropa.

Kemungkinan diakuisisinya Indosat juga diperkuat oleh analisis dari pengamat industri yang menunjukkan bahwa pasar Indonesia siap diajak untuk merger, setelah XL Axiata sebelumnya mengambil alih Axis Indonesia beberapa tahun lalu.

Kemudian melalui amandamen Daftar Negatif Investasi (DNI), Indosat yang harga sahamnya jatuh akhir-akhir ini bisa menjadi target. Ini yang memicu spekulasi apakah Viettel sedang terlibat dalam diskusi dengan Ooredoo Group Qatar selaku pemegang saham Indosat atau tidak.

{Baca juga: Bos Indosat: Konsolidasi Keharusan, kalau Cocok Kami Beli}

Pada November 2018 lalu Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara mengaku belum ada regulasi khusus soal konsolidasi antar operator telekomunikasi, karena masih menyiapkannya demi keuntungan kedua belah pihak yang melakukan konsolidasi.

“Konsolidasi aturannya belum ada. Kami sedang menyiapkannya jadi jangan juga kami menyiapkan konsolidasi tapi enggak ada yang konsolidasi. Yang penting saat konsolidasi concern-nya sudah bisa di address,” tegas Rudiantara. (HBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here