Bos Facebook Akui Kurang Jaga Privasi Pengguna

Telset.id, Jakarta – Pihak Facebook yang diwakili langsung oleh bos dan pendirinya Mark Zuckerberg akhirnya buka-bukaan mengenai kasus kebocoran data 87 juta penggunanya oleh Cambridge Analytica.

Pria penyuka kaus oblong itu mengadakan jumpa pers dengan media untuk membahas upaya jejaring sosial itu dalam meningkatkan perlindungan informasi penggunanya.

Dalam sesi terbuka tersebut, Zuckerberg mengakui kelemahan perusahaan yang dia dirikan tersebut, terutama dalam mencegah penyalahgunaan platform.

Alhasil, pengguna Facebook rentan menjadi target penyebaran berita palsu alias hoax dan data pribadi mereka tidak cukup terlindungi.

Baca juga: Lewat Iklan, Mark Zuckerberg Minta Maaf Soal Facebook

Dia mengungkapkan, akan melakukan berbagai langkah, termasuk perombakan agar Facebook bisa mengontrol semua sistemnya, menjaga keamanan pengguna dan memastikan bahwa situs tersebut tidak digunakan untuk merusak demokrasi di seluruh dunia.

Contohnya adalah memperketat pengembang menggunakan API-nya, seperti yang baru diumumkan baru-baru ini. Dalam teorinya, Facebook akan membatasi jumlah aplikasi data pribadi yang menggunakan login Facebook Anda, dapat melihat dan mengakses data diri atau teman.

“Kami harus bertanggung jawab penuh atas hasil dari cara orang menggunakan alat [kami],” ujar pria yang kerap disapa dengan Zuck itu.

Namun Zuck tidak siap menangani banyaknya pengaruh yang dimiliki Facebook saat ini. Terlebih, tahun ini merupakan tahun politik karena banyak digelar pemilihan presiden (Pilpres) di berbagai negara seperti Brasil, India, Meksiko, Pakistan dan juga di AS.

Untuk itu, dia mengaku ada 15.000 orang yang bekerja secara manual meninjau konten kasar untuk mencegah penyebaran misinformasi, polarisasi dan jenis materi lain yang bertujuan memengaruhi pemilu.

Jumlah karyawan keamanan digital tersebut akan terus ditambah hingga menjadi 20.000 orang, walaupun terlihat kecil dibanding pengguna situs tersebut yang lebih dari satu miliar.

“Kami seharusnya melakukan lebih banyak dan kami akan maju” tukasnya.

Kendati masih banyak orang-orang marah dan kecewa akibat keamanan penggunanya kurang terjaga, namun dia berharap timnya bertanggung jawab untuk belajar dari kesalahan itu dan memperbaikinya lebih baik.

Zuck beralasan semua data pengguna yang dimiliki Facebook ada karena orang-orang membagikannya, meskipun perusahaan tidak berbisnis menjual informasi.

Terlepas dari itu, Facebook dinilai perlu melakukan pekerjaan lebih baik untuk membuat kebijakan dan persyaratan layanan yang lebih mudah dipahami pengguna, dengan melakukan beberapa perubahan.

“Kami akan menggunakan data untuk membuat [Facebook] lebih baik, tetapi kami tidak akan pernah menjual informasi Anda,” tegas Zuck.

Dalam akhir sesi jumpa pers itu, Zuck mengaku butuh waktu bertahun-tahun untuk memecahkan semua masalah Facebook. Untuk itu, perusahaan melakukan sedikit demi sedikit perbaikan setiap bulan.

“Harapan saya adalah, pada akhir tahun ini, kami akan mengubah sudut pada masalah ini dan orang-orang melihat bahwa hal-hal menjadi jauh lebih baik,” katanya.

Jumpa pers ini merupakan sesi “pemanasan” Zuck, sebelum dia memberi kesaksian di depan Kongres AS pada 11 April mendatang. [WS/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here