Telset.id – Jagat otomotif kembali dibuat penasaran oleh pergerakan Harmony Intelligent Mobility (HIMA). Setelah sukses memperkenalkan lini produk sebelumnya, kini giliran Shangjie Z7 yang unjuk gigi. Sebuah video dinamis yang memperlihatkan wujud nyata mobil ini baru saja bocor ke publik, mengungkap kolaborasi ambisius antara raksasa teknologi Huawei dan pabrikan otomotif veteran, SAIC.
Berdasarkan bocoran yang beredar pada 14 Januari, Shangjie Z7 tampil dengan postur yang tidak main-main. Mobil ini mengadopsi gaya coupe dengan garis atap melandai yang seksi, dipadukan dengan moncong depan yang panjang (long hood). Proporsi ini memberikan kesan sporty sekaligus elegan, mengingatkan kita pada desain Grand Tourer klasik namun dengan sentuhan futuristik khas mobil listrik masa kini.
Kehadiran Z7 ini menambah panas persaingan di segmen kendaraan listrik premium, di mana desain dan teknologi menjadi nilai jual utama. Tak hanya sekadar render, video ini menampilkan unit nyata yang sedang melaju, memberikan gambaran jelas mengenai bahasa desain yang diusung oleh “Boundary” kelima dari aliansi HIMA ini.
Desain Eksterior: Bongsor Namun Aerodinamis
Dari tangkapan layar video dan foto mata-mata (spy shots) yang beredar, Shangjie Z7 terlihat memiliki dimensi yang cukup intimidatif. Mobil ini diduga memiliki panjang di kisaran 5 meter dengan jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 3 meter. Dimensi bongsor ini tentu menjanjikan ruang kabin yang lega, namun desainer SAIC dan Huawei tampaknya berhasil menyamarkan ukurannya dengan siluet low-slung yang membuatnya tampak menempel ke aspal.
Detail eksterior lainnya yang berhasil tertangkap kamera menunjukkan keseriusan penggarapan aerodinamika. Pada bagian fender, terlihat adanya saluran udara (air duct) yang berfungsi mengalirkan angin untuk mengurangi hambatan udara. Selain itu, penggunaan spion luar bermodel frameless dan gagang pintu model setengah tersembunyi (semi-hidden door handles) semakin menegaskan karakter modern mobil ini.
Salah satu fitur yang paling mencolok—dan menjadi ciri khas mobil pintar Huawei—adalah adanya tonjolan di bagian atap. Ini adalah lokasi sensor LiDAR, yang mengindikasikan bahwa Shangjie Z7 akan dibekali dengan kemampuan Mobil Otonom tingkat lanjut. Integrasi sensor ini menjadi sinyal kuat bahwa Z7 akan membawa fitur ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) kelas atas.
Baca Juga:
Bergeser ke bagian wajah, Shangjie Z7 tampaknya mewarisi DNA dari saudaranya, Shangjie H5. Desain lampu depannya memiliki kemiripan yang signifikan, memberikan identitas visual yang konsisten pada merek ini. Sementara itu, di bagian buritan, mobil ini menggunakan desain lampu belakang through-type yang membentang lebar dengan pola menyerupai “galaksi” atau gugusan bintang, memberikan tanda tangan cahaya yang unik saat malam hari.
Menariknya, desain agresif ini sejalan dengan tren pasar saat ini. Kita bisa melihat kompetitor seperti Xiaomi YU7 SUV yang juga mengedepankan estetika mewah. Namun, Z7 memilih jalur sedan coupe yang lebih emosional dibandingkan SUV murni.
Posisi Pasar dan Bocoran Varian
Shangjie (SAIC) merupakan merek yang lahir dari model kerjasama Smart Selection (Zhixuan) antara SAIC Group dan Huawei. Sebagai “Boundary” kelima dalam ekosistem HIMA, Shangjie diposisikan untuk mengisi celah pasar yang strategis. Sebelumnya, mereka telah meluncurkan Shangjie H5 pada 23 September 2025 dengan harga mulai dari 159.800 Yuan. Harga tersebut menjadikan H5 sebagai model termurah di jajaran HIMA saat ini.
Dengan hadirnya Z7, Shangjie tampaknya ingin naik kelas atau setidaknya menawarkan alternatif yang lebih premium dan stylish. Pihak pabrikan sendiri sempat menggoda publik dengan slogan “比新一代,更期待” (Lebih dinantikan daripada generasi baru) saat mengumumkan mobil ini pada 7 Januari lalu. Rumor yang beredar menyebutkan bahwa mobil ini akan hadir dalam dua versi, yakni Z7 reguler dan Z7T, meski detail perbedaan keduanya belum terungkap secara resmi.
Jika melihat spesifikasi visualnya, Z7 kemungkinan akan bersaing ketat dengan sedan listrik premium lainnya. Kompetisi di China memang sedang “berdarah-darah”, bahkan pabrikan Eropa pun harus merilis model khusus seperti Audi E5 untuk tetap relevan.
Bocoran ini tentu menjadi angin segar bagi para penggemar teknologi otomotif yang menantikan inovasi terbaru dari kolaborasi Huawei. Dengan desain yang menggabungkan estetika sporty dan teknologi sensor canggih, Shangjie Z7 berpotensi menjadi “kuda hitam” di pasar sedan listrik tahun depan. Kita tunggu saja pengumuman resminya untuk melihat apakah performa aslinya segarang tampilannya.

