NASA Lihat Perpaduan Panas Bintik Matahari Baru

Telset.id, Jakarta  – Beberapa hari lalu, NASA melihat perpaduan panas bintik Matahari baru. NASA menemukan kumpulan bintik matahari baru dan semacam flare yang tampak melengkung di atasnya.

Matahari sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Namun, siklus matahari mengalami peningkatan aktivitas. NASA menemukan kumpulan bintik matahari baru dan suar yang melengkung di atasnya.

{Baca juga: Matahari Lagi “Lockdown”, Siap-siap Cuaca Beku dan Gempa}

Dalam sebuah unggahan, NASA menjelaskan bahwa suar itu tidak terlalu kuat dan tidak terdaftar di Space Prediction Center NOAA. Akan tetapi, perangkat keras NASA dapat mendeteksi keberadaannya.

Menurut laporan New York Post, seperti dikutip Telset.id, Rabu (3/6/2020), NASA menyatakan bintik matahari dan suar bisa jadi merupakan indikasi bahwa pergerakan bintang sekarang menjadi lebih aktif.

Matahari biasanya berjalan dalam siklus yang rata-rata berlangsung sekitar 11 tahun. Selama waktu aktivitas tinggi, atau yang disebut maksimum matahari, bintik matahari dan suar memang sering terjadi.

Selama masa-masa inilah Bumi berada dalam risiko terbesar terdampak pengusiran massa koronal, yang terjadi ketika Matahari memuntahkan partikel bermuatan ke luar angkasa dengan kecepatan sangat tinggi.

{Baca juga: Matahari Ternyata Tak Seaktif Bintang, Baguskah Buat Bumi?}

Jika Bumi berada di tempat yang salah pada waktu yang salah, cuaca ruang angkasa semacam itu dapat menghambat komunikasi. Bahkan, hal tersebut akan mengakibatkanmasalah di orbit pesawat ruang angkasa.

Matahari minimum adalah periode saat Matahari cukup tenang. Para peneliti percaya manusia kini berada di tengah-tengah minimum matahari sehingga penampakan bintik matahari dan suar baru tampak aneh.

Sebelumnya, para peneliti mengungkapkan Matahari tampaknya jauh lebih tidak aktif daripada bintang dalam hal variasi kecerahan yang disebabkan oleh bintik dan fenomena lainnya. Hal itu diklaim bukan hal buruk bagi manusia di Bumi.

Para peneliti melakukan pemeriksaan terhadap 369 bintang yang mirip dengan matahari dalam suhu permukaan, ukuran, dan periode rotasi. Matahari butuh 24-1 atau dua hari untuk berputar sekali pada porosnya.

Para peneliti menyebut bahwa hal itu menunjukkan bahwa mereka rata-rata lima kali lebih banyak variabilitas kecerahan dari matahari. [SN/HBS]

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -