telset
spot_img

Bidik 1 Juta Pelanggan, XL Kucurkan Rp 166 Miliar untuk M2M

Ilustrasi layanan M2M
Ilustrasi layanan M2M

Jakarta – Masih besarnya potensi pasar layanan machine to machine (M2M), membuat operator seluler XL Axiata tak ragu untuk menganggarkan dana investasi sebesar Rp 166 miliar untuk mengembangkan layanan nonhuman ini di tahun 2013.

“Untuk pengembangan bisnis Digital Services di tahun 2013, perusahaan telah mengalokasikan dana 5%-10% dari belanja modal (capex) tahun depan yang sekitar Rp 8 triliun,” kata VP Strategic Business and Innovation XL Axiata, Joedi Wisoeda di Jakarta, Rabu (19/12).

Dijelaskannya, investasi pengembangan M2M dialokasikan ke dalam unit bisnis Digital Services. “Tahun depan kami memang akan fokus untuk mengembangkan bisnis digital services, dan M2M termasuk di dalamnya,” ujarnya.

Joedi menuturkan, bisnis digital services XL meliputi empat bidang, yakni layanan Mobile Payment and Remittance. Machine to machine and Cloud Computing, Mobile Advertising, dan Content Application.

“Investasi pada M2M akan digunakan untuk pengembangan platform, perangkat data center, membangun ekosistem dengan mitra, keperluan operasional dan edukasi,” ungkap Joedi.

Menurutnya, XL saat ini telah memiliki enam jenis produk M2M, yakni Automated Metering Reader (AMR), Electronik Data Capture (EDC), Enterprises Mobile Solution (EMS), Vehicle Tracking System (XLocate), Mobile Surveillance, Personal Tracker (XLacak).

“Pengguna layanan M2M XL masih didominasi pelanggan korporat. Namun tahun depan kami juga akan mulai menggarap pelanggan personal,” terang Direktur Teknologi, Content & New Business XL, Dian Siswarini.

Beberapa perusahaan yang telah memanfaatkan layanan M2M XL antara lain, PT PLN, Palyja, Aetra, Wom Finance, Dunkin Donuts, Kraftfoods, White Horse, Express Taxi Group, Day Trans, Bank Mandiri, Bank BCA, BRI, dan Bank Mega.

“Kami sangat serius untuk mengembangkan M2M, karena selain potensinya yang luar biasa besar, layanan ini juga akan menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager Cloud & Machine to Machine (M2M) Technology Digital Services XL Axiata, Arkav Juliandri menambahkan, pihaknya optimis target 1 juta pelanggan di tahun 2013 yang ditetapkan perusahaan bisa tercapai karena melihat potensi pasar layanan ini di Indonesia masih sangat besar.

“Pasarnya masih sangat besar. Namun memang masih butuh edukasi yang intensif untuk meyakinkan masyarakat bahwa solusi M2M sangat bermanfaat karena lebih efektif, dan memudahkan pekerjaan yang terkait dengan rutinitas,” pungkasnya. [hbs]

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0