Telset.id – Kebiasaan berlangganan layanan streaming di tahun 2026 mengalami perubahan drastis. Survei terbaru dari Tom’s Guide terhadap 682 responden mengungkapkan bahwa lebih dari dua pertiga pengguna kini memiliki setidaknya empat layanan streaming aktif, dengan hampir 30% di antaranya berlangganan tujuh layanan atau lebih.
Fenomena ini menunjukkan bahwa era satu atau dua layanan streaming sudah berakhir. Kini, setiap studio besar memiliki platformnya sendiri. Serial populer seperti “Bridgerton” di Netflix, “The Last of Us” di HBO Max, hingga “Severance” di Apple TV+ tersebar di berbagai layanan berbeda. Akibatnya, keputusan untuk berhenti berlangganan satu layanan berarti harus rela melewatkan tontonan yang akan menjadi bahan obrolan di keesokan harinya.

Distribusi jumlah langganan responden menunjukkan pola yang menarik. Hanya 5,4% pengguna yang hanya berlangganan satu layanan. Sebanyak 9,2% memiliki dua layanan, 16,6% memiliki tiga layanan, dan 12,8% memiliki empat layanan. Sementara itu, 13,8% responden berlangganan lima layanan, 12,5% memiliki enam layanan, dan puncaknya 29,8% memiliki tujuh layanan atau lebih.
## Biaya Bulanan yang Kian Membengkak
Konsekuensi dari banyaknya langganan tentu berdampak pada pengeluaran bulanan. Lebih dari 35% responden mengaku menghabiskan lebih dari $60 setiap bulan untuk layanan streaming. Kelompok terbesar kedua, yakni 14,5% responden, membelanjakan antara $46 hingga $60 per bulan. Secara keseluruhan, hampir dua pertiga responden mengeluarkan setidaknya $36 setiap bulan hanya untuk berlangganan layanan streaming.
Angka ini sangat kontras dengan masa-masa awal streaming, di mana berlangganan Netflix dianggap sebagai cara mudah untuk menghemat uang setelah berhenti berlangganan TV kabel. Kenaikan harga yang terjadi di hampir semua layanan streaming besar dalam beberapa tahun terakhir turut memperparah situasi. Bahkan pengguna yang memilih paket dengan iklan pun tetap merasakan beban biaya yang terus meningkat.

## Prime Video Unggul Jumlah, Netflix Kuasai Loyalitas
Dalam hal jumlah pelanggan, Prime Video memimpin dengan 83% responden berlangganan layanan tersebut. Netflix berada di posisi kedua dengan 76,4%, disusul Paramount+ (54,1%), Hulu (50,7%), HBO Max (48,8%), Disney+ (46,6%), Peacock (40%), dan Apple TV+ (37,5%).
Dominasi Prime Video sebagian besar disebabkan oleh integrasinya dengan keanggotaan Amazon Prime. Jutaan pengguna mendapatkan akses Prime Video secara otomatis tanpa perlu berlangganan khusus. Namun, ketika responden ditanya layanan mana yang tidak akan pernah mereka batalkan, jawabannya justru berbeda drastis.
Netflix menjadi jawaban terbanyak dengan 38,9% responden menyatakan tidak akan pernah berhenti berlangganan. Prime Video hanya mendapat 28,7%, sementara layanan lain seperti Paramount+ (7,8%), HBO Max (6,7%), Apple TV+ (5,7%), Disney+ (4,8%), Hulu (4%), dan Peacock (3,4%) bahkan tidak mencapai dua digit.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun pengguna berlangganan banyak layanan sepanjang tahun, Netflix tetap menjadi fondasi utama. Layanan lainnya bersifat opsional dan bisa dinegosiasikan sesuai kebutuhan.

## Pertumbuhan Layanan Streaming Gratis
Salah satu temuan paling positif dari survei ini adalah meningkatnya popularitas layanan streaming gratis. Lebih dari setengah responden menggunakan YouTube untuk menonton konten gratis, sementara hampir setengahnya menggunakan Tubi. The Roku Channel dan Pluto TV juga menjadi destinasi utama bagi banyak pengguna.
Layanan FAST (free ad-supported streaming TV) kini menawarkan ribuan film, acara TV klasik, saluran langsung, dan bahkan program orisinal. Bagi pengguna yang mulai merasakan beban biaya langganan, menonton beberapa iklan mulai dianggap sebagai kompensasi yang sepadan.
Baca Juga:
## Masa Depan Streaming yang Lebih Selektif
Pelajaran utama dari survei ini adalah bahwa kebiasaan streaming terus berevolusi. Konsumen tidak serta-merta mengurangi jumlah langganan. Sebaliknya, mereka menjadi lebih selektif dalam menentukan ke mana uang mereka akan dialokasikan.
Pengguna kini mulai mengidentifikasi platform yang mereka anggap esensial, mempertimbangkan apakah rilis baru layak untuk ditambahkan ke tagihan bulanan, dan semakin beralih ke layanan gratis dengan iklan untuk mengisi celah tontonan mereka. Seiring dengan terus meningkatnya harga, keseimbangan antara layanan berbayar dan gratis ini kemungkinan akan menjadi norma baru dalam industri streaming.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.