Berkat 5G, Dokter Sukses Operasi Jarak Jauh Pasien Parkinson

Telset.id, Jakarta – Dokter di China berhasil menjalani operasi jarak jauh pasien penderita Parkinson dengan implan stimulasi otak dalam (DBS) dengan memanfaatkan jaringan 5G.

Operasi dilakukan di Rumah Sakit Umum China PLA (PLAGH) dengan bantuan China Mobile dan Huawei, Sabtu (16/3/2019) waktu setempat.

Menurut China Daily, operasi tersebut dilakukan oleh Ling Zhipei, kepala dokter Pusat Medis Pertama PLAGH di Beijing dan Departemen Bedah Saraf PLAGH.

Operasi berlangsung selama tiga jam. Operasi dimulai pada pagi, memanipulasi instrumen bedah berjarak 3.000 kilometer.

Seperti dikutip Telset.id, Selasa (19/3/2019), ketepatan mikron di komputer melalui jaringan 5G berhasil menanamkan DBS di lokasi target secara optimal. Pasien pun merasa baik-baik saja setelah menjalani operasi. “Saya merasa tidak ada masalah,” kata sang pasien pascaoperasi.

Ling menyebut, seorang pasien dengan parkinson di Beijing membutuhkan operasi dan tidak bisa terbang ke Hainan. Untuk itulah, diambil langkah operasi secara jarak jauh.

{Baca juga: Dokter di China Uji Coba Operasi Jarak Jauh dengan 5G}

“Jaringan 5G telah memecahkan masalah seperti jeda video dan penundaan kendali jarak jauh,” ujarnya.

Tak seperti 4G, ia menyatakan bahwa jaringan 5G memastikan operasi secara real-time. Dokter maupun pasien pun hampir tidak merasa berjarak 3.000 kilometer. Dengan bukti itu, dokter dan pasien bisa melangsungkan operasi dari jarak jauh tanpa menemui kendala berarti.

Keberhasilan operasi jarak jauh telah mewujudkan terobosan besar dalam telemedis di China. Dan sebagai satu penyakit paling umum di antara populasi yang menua, parkinson merupakan gangguan otak yang mengakibatkan gangguan gerakan. Penderita gemetar serta merasa lambat dan kaku.

{Baca juga: Tak Cuma 5G, China Juga akan Menangkan Persaingan AI}

Sebenarnya, ini bukan operasi jarak jauh pertama yang berhasil dilakukan dengan dukungan teknologi 5G. Beberapa hari sebelumnya, operasi hati yang rumit dilakukan di sebuah rumah sakit di Shenzhen di bawah instruksi real-time dari seorang pakar di Beijing berkat gambar definisi tinggi. [SN/HBS]

Sumber: China Daily

 

Previous articleGoogle Diprotes Gara-gara Salju di Google Maps
Next articleUniversitas Ini Larang Streaming Netflix, Kenapa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here