Pemberantasan hoaks

Beredar Hoaks Menteri Agama Lukman Hakim Meninggal

Penulis:Naufal Mamduh
Terbit:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali menemukan konten hoaks yang meresahkan masyarakat. Kali ini Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dikabarkan meninggal.

Dilansir Telset.id dari laman resmi Kominfo pada Sabtu (15/06/2019), konten hoaks itu tersebar di media sosial Facebook dalam bentuk foto seorang pria dalam posisi tertidur dan diiringi narasi duka cita.

ā€œInnalillahi wainna ilaihi rajiun telah meninggal dunia hari ini pukul 13:05 WIB di IGD RSUD Abdul Rivai Kalimantan Timur Bapak Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama RIā€ demikian tertulis dalam caption di gambar tersebut. Ā 

Konten unggahan itu juga mencantumkan tautan dari blog cpn-news.blogspot.co.id. Namun setelah ditelusuri bontangpost.id, blog tersebut mengutip kabar duka dari akun Twitter politisi Gerindra, Fadli Zon.

Plt. Kabiro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu menyatakan jika informasi tersebut hoaks.

ā€œTidak benar, tulisan itu terdapat tangkapan layar foto cuitan Pak Fadli Zon di Twitter. Menag (Lukman Hakim) memang tersengat ikan pari saat sedang berlibur ke Berau. Tapi kalau kabar (meninggal) itu hoaks,ā€ kata Ferdinandus.

{Baca juga:Ā Jelang Lebaran, Kominfo Tetap Pantau Konten Hoaks di Medsos}

Ferdinandus membenarkan adanya fakta, Menteri Agama Lukman Hakim yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit.Ā Politikus PPP itu mendapat perwatan karena tersengat ikan pari saat sedang berlibur.

ā€œBeliau sempat dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan sebelum akhirnya balik ke Jakarta. Tapi kondisi pak Lukman baik-baik saja,ā€ imbuhnya.

Kabar hoaks lainnya ditemukan foto tangkapan layar berita yang bersumber dariĀ Ā Liputan6.com. juga disertai dengan narasi negara China tak Lagi ā€œSilent Operationā€ untuk kuasai wilayah Republik Indonesia, lewat pembangunan 500 Bandara di Indonesia.

{Baca Juga:Ā Kominfo Temukan 5 Hoaks Soal Aksi 22 Mei dan KPU}

Konten itu menulis bahwa mulai dari bandara besar, menengah, hingga bandara pelosok sudah menjadi target China untuk kuasai seluruh sektor ekonomi, bisnis dan pertahanan china di Indonesia. Namun faktanya, kabar tersebut hanya hoaks belaka.

ā€œBerita itu dari Liputan6.com, artikel yang benar itu berjudul ā€œTiongkok gelontorkan Rp 2.000 Triliun Bangun Bandara Baru. Dalam berita itu disebutkan Tiongkok akan membangun 500 bandara barunya di negara Tiongkok, bukan di Indonesia,ā€ jelas Ferdinandus. [NM/HBS]