Telset.id – Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia handheld gaming. Ayaneo, produsen yang dikenal dengan perangkat portabel Android dan Windows-nya, baru saja mengumumkan bahwa beberapa model akan dihentikan produksinya. Tak hanya itu, harga sejumlah varian lain juga dipastikan akan naik dalam waktu dekat. Keputusan ini, seperti yang diungkapkan perusahaan, adalah respons langsung terhadap kenaikan biaya memori dan penyimpanan yang sedang melanda industri.
Dalam pengumuman resmi yang dibagikan melalui server Discord mereka, Ayaneo melukiskan situasi yang cukup kompleks. Yang menarik, beberapa model yang terdampak ternyata adalah produk yang masih terbilang baru. Ini menunjukkan betapa cepatnya tekanan biaya komponen mempengaruhi strategi produk di pasar yang sangat dinamis ini. Bagi Anda yang sedang mengincar handheld tertentu dari Ayaneo, mungkin inilah saatnya untuk mempertimbangkan keputusan pembelian dengan lebih serius.
Nasib pertama yang harus diterima adalah model Pocket Vert. Stok perangkat ini dikabarkan sudah menipis dan, yang lebih penting, tidak akan diisi ulang setelah habis terjual. Nasib serupa menimpa Pocket S Mini. Padahal, handheld yang satu ini baru diluncurkan awal tahun ini. Produksinya telah dihentikan, dan unit yang tersisa di gudang akan menjadi yang terakhir. Bagi penggemar Pocket S Mini, ini adalah berita yang pasti mengecewakan.
Ada juga kabar terkait program kompensasi untuk Pocket Air Mini. Sebelumnya, Ayaneo menawarkan unit Pocket Air Mini gratis sebagai kompensasi atas kapasitas baterai yang lebih kecil dari yang dijanjikan. Program baik hati ini akan berakhir pada 1 April 2026. Setelah tanggal tersebut, tidak ada lagi unit gratis yang akan dikirimkan. Jika Anda memenuhi syarat, klaim hak Anda sebelum waktu habis.
Baca Juga:
Di tengah kabar penghentian, ada secercah harapan untuk model tertentu. Ambil contoh Pocket DS. Ayaneo membuka kembali pre-order untuk sekitar 200 unit dengan pengiriman diperkirakan pertengahan April. Namun, perusahaan tidak memberikan jaminan akan ada batch produksi lagi setelah ini. Jadi, kesempatan untuk memiliki handheld Android dua layar ini bisa jadi sangat terbatas. Siapa cepat, dia dapat.
Nasib Berbeda di Bawah Payung Konkr
Situasi menjadi sedikit lebih berwarna jika kita melihat lini produk di bawah branding Konkr. Pocket Fit Gen 3 dan Pocket Fit 8 Elite masih akan terus berlanjut, meski dengan beberapa penyesuaian. Varian Snapdragon 8 Elite, yang sempat mengalami penundaan, akhirnya mulai dikirim ke pelanggan. Setelah pesanan saat ini selesai, Ayaneo berencana untuk meluncurkannya kembali secara bertahap. Sayangnya, nasib berbeda menimpa varian Snapdragon 8 Gen 3. Model tersebut telah menghilang dari toko resmi Ayaneo, menandakan akhir dari perjalanannya.
Lalu, bagaimana dengan Konkr Fit? Model berbasis Windows pertama dalam jajaran Konkr ini masih terbuka untuk pre-order. Rencana awal adalah produksi terbatas, namun Ayaneo kini mengubah strategi. Produksi ke depannya akan bergantung sepenuhnya pada permintaan pasar. Ini adalah pendekatan yang lebih fleksibel, yang mungkin bisa menjadi model bisnis mereka di tengah ketidakpastian pasokan komponen.
Pertanyaan besar yang masih menggantung adalah seberapa besar kenaikan harga yang akan terjadi, dan model mana lagi yang akan terdampak. Ayaneo belum memberikan angka pastinya. Namun, melihat lonjakan biaya DRAM dan penyimpanan secara global, sangat wajar jika kita bersiap untuk lebih banyak perubahan dan penyesuaian harga di masa mendatang. Kenaikan ini bukan hanya soal Ayaneo, tetapi merupakan gejala dari kondisi industri teknologi secara keseluruhan. Bagi para gamer, era handheld dengan harga sangat kompetitif mungkin sedang memasuki fase baru.
Lalu, apa arti semua ini bagi Anda, konsumen? Pertama, kepastian menjadi barang mewah. Jika Anda menginginkan model tertentu, terutama yang sudah diumumkan akan dihentikan, menunggu terlalu lama bisa berisiko kehilangan kesempatan. Kedua, nilai jual kembali perangkat Ayaneo yang sudah ada di pasar sekunder mungkin akan terdampak, bergantung pada kelangkaan model tersebut. Ketiga, ini menjadi pengingat bahwa pasar handheld yang terlihat sangat panas saat ini, ternyata rapuh juga oleh gejolak rantai pasokan global. Inovasi seperti yang ditawarkan Ayaneo Pocket Play harus terus berjalan, meski dihantui biaya produksi yang membengkak.
Pada akhirnya, pengumuman dari Ayaneo ini adalah cerita tentang adaptasi. Perusahaan dipaksa untuk merampingkan lini produknya, mengucapkan selamat tinggal pada beberapa model, dan menaikkan harga untuk yang lain, hanya untuk tetap bertahan. Dalam jangka panjang, strategi seperti ini mungkin diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan kualitas produk. Namun, dalam jangka pendek, bagi komunitas gamer yang setia, ini adalah pil yang harus ditelan. Era dimana kita bisa mendapatkan handheld gaming yang sangat bertenaga dengan harga yang relatif terjangkau, untuk sementara waktu, mungkin sedang mengalami ujian yang cukup berat.

