Axis: Kabar Akuisisi Masih Sebatas Rumor

Kantor AXIS Telekom Indonesia
Kantor AXIS Telekom Indonesia

Jakarta – Pihak operator seluler Axis Telekom Indonesia belum mau memberikan komentar tentang kabar yang menyebutkan Axiata Group Berhad akan mengakuisisi operator tersebut.

“Kami masih belum bisa memberikan komentar, karena ini masih sebatas rumor di media. Dan kami juga belum ada informasi dari pihak stakeholder tentang adanya rencana akuisisi,” kata Head of Corporate Communications Axis Anita Avianty kepada telsetNews di Jakarta, Senin (5/4).

Anita mengungkapkan, untuk menjawab isu seperti ini, pihaknya tidak punya kapasitas untuk menjawab, karena sebagai perusahaan yang beraviliasi, biasanya semua informasi soal akuisisi perusahaan akan diberikan oleh pihak pemegang saham.

“Hingga saat ini belum ada official information untuk hal tersebut. Makanya kami tidak mau menjawab soal rumor,” elaknya.

Ia memastikan, pihak Axis tidak terpengaruh dengan kabar akuisisi yang berkembang di media, dan hingga kini di Axis tidak ada yang berubah. “Semua masih business as usual,” ujar Anita.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang didapat dari sumber internal terpercaya yang tidak ingin disebutkan namanya, bahwa saat ini pihak Axiata Group sedang melakukan penjajakan untuk mengakusisi operator seluler Axis Telekom Indonesia.

Axiata Group yang adalah merupakan induk perusahaan dari operator seluler XL Axiata dikabarkan sudah setuju untuk membeli Axis Telekom Indonesia, dan kini tinggal menunggu persetujuan dari pihak Saudi Telecom selaku induk perusahaan Axis.

Kabar ini memang cukup mengejutkan, karena sebelumnya tidak ada rumor tentang rencana pembelian tersebut. Namun bisa jadi rencana pembelian ini dilakukan pihak Axiata Group setelah XL memenangkan salah satu blok 3G pada frekuensi 2,1 GHz.

Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengumumkan hasil penataan ulang blok 3G pada frekuensi 2,1 GHz yang akan diisi oleh 5 operator seluler, yakni Telkomsel, XL Axiata, Indosat, Axis, dan Hutchison CP Telecom (Tri).

Dalam penataan ulang itu, XL yang sebelumnya menempati blok 9 dan 10 akan mendapat tambahan di blok 8 yang sebelumnya ditempati Indosat. Maka selanjutnya, XL akan mendapat tiga blok yang berurutan, yakni di blok 8, 9, dan 10, tepat di sisi Axis yang menempati blok 11 dan 12.

Maka jika berhasil menguasai Axis, maka bisa saja ini merupakan salah satu strategi perusahaan telekomunikasi terbesar di Malaysia itu untuk untuk menguasai blok 8,9,10,11, dan 12.

Terlepas dari kemungkinan tersebut, Axiata Group sendiri sejak tahun 2008 memang telah melakukan ekspansi usaha secara besar-besaran dengan mencaplok beberapa operator di Asia, salah satunya XL di Indonesia yang saat itu masih bernama Excelcomindo Pratama.

Saat ini operator telekomunikasi yang tergabung dalam Axiata Group ada 9 operator, yakni Celcom (Malaysia), hello (Kamboja), Dialog (Sri Lanka), XL (Indonesia), robi (Bangladesh). Idea (India), m1 (Singapura), MTCE (Iran), dan i-mobile (Thailand).

Maka tak heran jika dalam beberapa tahun terakhir,  Axiata Group telah menjelma menjadi grup usaha dibidang telekomunikasi yang cukup diperhitungkan di tingkat Asia.

Dengan mengusung program ‘Advancing Asia’, perusahaan asal Malaysia itu sangat berambisi menguasai Asia dengan menumbangkan dominasi Singtel yang saat ini masih menjadi penguasa bisnis telekomunikasi di Asia. Axiata Group memang masih dibawah Singtel dari sisi jumlah pelanggan.

Hingga akhir 2011 lalu, jumlah pelanggan Axiata group sebanyak 196 juta pelanggan. Sementara Singtel tercatat memiliki total jumlah pelanggan sebanyak 331 juta.[HBS]

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0