Australia Terapkan Aturan Super Ketat untuk Google dan Facebook

Telset.id, Jakarta – Australia akan menerapkan aturan superketat sekaligus membuat badan regulasi baru untuk mengawasi Facebook dan Google. Komisi Persaingan dan Konsumen Australlia (ACCC) melakukannya untuk menguji dominasi iklan dan berita online dari dua platform itu.

Kebijakan tersebut keluar setelah otoritas internasional memiliki perhatian mengenai perilaku komersial dan distribusi berita bohong dari Google dan Facebook.

“Google dan Facebook punya kekuatan pasar. Mereka harus mendapat pengawasan tambahan,” jelas Chairman ACCC, Rod Sims.

Google telah menguasai 94 persen hasil pencarian di Australia. Metode Google untuk melakukan pemeringkatan iklan pun dianggap membuatnya lebih mementingkan peringkat pengiklan demi kelangsungan bisnis.

{Baca juga: Facebook dan Google Dituntut Rp 124,2 Triliun, Kenapa?}

“Kami ingin mengawasi dan membawa transparansi,” imbuh Sims, seperti dilansir Reuters, Selasa (11/12/2018).

Laporan tersebut dibuat berdasarkan lima investigasi untuk menyelidiki kemungkinan adanya pelanggaran privasi atau konsumen. Namun demikian, Sims tidak merinci perusahaan mana yang tengah diselidiki oleh ACCC.

Dalam pernyataan terpisah, Facebook dan Google mengaku akan terus bekerja sama dengan ACCC untuk menyelesaikan laporan pada akhir Juni 2019 mendatang. Mereka berjanji untuk menangkal penyebaran berita palsu yang lebih masif.

Mereka juga menjanjikan ACCC akan memberi akses berita global kepada pengguna sembari menyediakan cara murah kepada pengiklan untuk meraih pengguna yang lebih besar. ACCC menyebut rekomendasi itu kemungkinan masih bisa berubah.

{Baca juga: Facebook dan Google Sepakat Perangi Berita Hoax}

Google dan Facebook pun ingin memberi kewenangan penyidikan kepada regulator pengawas itu agar bisa memeriksa bagaimana perusahaan melakukan pemeringkatan iklan dan artikel berita.

Tahun lalu, pemerintah Australia juga telah memerintahkan penyelidikan terhadap pengaruh dua perusahaan teknologi raksasa tersebut. [BA/HBS]

Sumber: Reuters

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0