telset

ATSI: Kasus Sedot Pulsa Cuma Masalah Kecil

Jakarta – Banyaknya kasus penipuan dan sedot (pencurian) pulsa yang dialami pelanggan dianggap para operator telekomunikasi Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) hanya karena kesalahpahaman pelanggan pada konten SMS Premium yang ditawarkan.

Kasus Ini (sedot pulsa) sebenarnya hanya masalah kecil yang terlalu dibesar-besarkan. Karena permasalahannya hanya karena ketidakmengertian pelanggan saja, ujar Ketua ATSI Sarwoto Atmosutarno dengan enteng di sela acara jumpa pers Pengurus ATSI di Hotel Kempenski Jakarta, Senin (17/10).

Sarwoto berdalih, industri telekomunikasi dibangun dengan niat baik bagi bangsa ini, tak ada niat sedikitpun dari seluruh anggota kami untuk menjalankan praktek usaha yang tak beretika sehingga terjadi keresahan dan kerugian masyarakat.

Seluruh operator berkepentingan melindungi pelanggan maupun industri. Oleh sebab itu sudah sepatutnya kita wajib memberikan informasi yang benar, jangan sampai terjadi kesalahpahaman seperti yang terjadi saat ini,” katanya.

Dijelaskan Sarwoto, kasus yang banyak menimpa pelanggan adalah karena kekurangmengertian pelanggan dalam proses reg dan unreg. Banyak kasus yang terjadi karena tidak tahu caranya proses reg/unreg, jelasnya berdalih.

Namun, lanjutnya lagi, banyak juga kasus yang terjadi karena kenakalan™ content provider (CP). Seperti misalnya, saat pelanggan ingin mendaftar satu layanan SMS Premium, para CP nakal itu mengirimkannya lebih dari satu konten.

Pelanggan hanya pengen daftar satu konten, tapi dikirimin 10 konten oleh CP. Akibatnya pulsa pelanggan bobol, ucap Sarwoto yang juga menjabat sebagai direktur utama Telkomsel.

Ia mengakui, para operator harus melakukan aturan yang lebih ketat dalam membuat Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan pihak CP. Dan pihak BRTI dan ATSI juga harus meningkatkan pengawasan kepada para anggotanya.

“Sebaiknya ada yang secara khusus mengawasi dan bertanggungjawab apabila terjadi ketidakjelasan dalam proses kerjasama,” paparnya. Kami operator sebagai anggota ATSI setuhu saja dengan usulan tersebut,” tambah Sarwoto.

Selain itu, ia mengungkapkan semua operator  yang tergabung dalam ATSI juga sepakat untuk semakin mengintensifkan upaya sosialisasi dan edukasinya pada pelanggan sehingga pelanggan dapat menghindari upaya penyalahgunaan layanan SMS.

Sarwoto lebih jauh mengatakan, operator akan serius menyelesaikan masalah ini, karena telah menjadi sorotan publik. Sulit dibayangkan dengan pengawasan yang demikian ketat dari berbagai lembaga, anggota kami berani bermain-main dan mempertaruhkan reputasi dan kelanjutan usaha mereka, tegas Sarwoto.

Ia menuturkan, menyikapi perkembangan situasi terakhir yang terjadi di masyarakat mengenai SMS premium, ATSI mengambil langkah berupa penghentian penawaran konten komersial melalui SMS broadcast/pop-screen/voice broadcast terhitung sejak tanggal 18 Oktober 2011 sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian oleh Pemerintah/Regulator.[hbs]{jcomments on}

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0