Home NEWS AS Waswas dengan Teknologi Militer China, Kenapa?

AS Waswas dengan Teknologi Militer China, Kenapa?

ZHANJIANG, CHINA - DECEMBER 09: People's Liberation Army Navy Marine Corps (PLANMC) members are seen on a navy ship at a military port on December 9, 2018 in Zhanjiang, Guangdong Province of China. The 31st fleet from the Chinese People's Liberation Army Navy left Zhanjiang on Sunday for the Gulf of Aden and waters off Somalia for escort missions. (Photo by Li Tang/VCG via Getty Images)

Telset.id, JakartaAmerika Serikat (AS) tak lagi memandang remeh kekuatan militer China. Menurut AS, China siap menerjunkan beberapa sistem senjata paling canggih di dunia. Negara super power ini bahkan mengklaim, sistem militer negeri tirai bambu sudah mengalahkan negara besar lain.

Laporan badan intelijen Pentagon menyebut, Beijing telah membuat langkah militer yang sangat besar dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian diantaranya didukung oleh undang-undang domestik yang memaksa mitra asing untuk membocorkan rahasia teknis.

Sebagai dampak dari kebijakan itu, China kini berada posisi terdepan dalam berbagai teknologi militer. Mulai dari desain angkatan laut, rudal jarak menengah, hingga senjata hipersonik yang memungkinkan rudal dapat terbang lebih cepat dari suara.

{Baca juga: Amerika Turunkan Tarif Impor Produk Teknologi China?}

Laporan Time, dikutip Telset.id pada Kamis (17/1/2019), menyebutkan bahwa peningkatan kekuatan militer China cukup merata, baik di udara, laut, ruang angkasa, maupun dunia maya. Pentagon berujar, semua kemampuan yang dimiliki negara itu memungkinkannya untuk menguasai seluruh kawasan.

Saat ini, fokus khusus Beijing soal militer adalah potensi konflik dengan Taiwan. China melihatnya sebagai bagian dari wilayahnya. Beijing mengaku tidak akan ragu untuk menggunakan kekerasan jika Taipei secara resmi memutuskan untuk mendeklarasikan kemerdekaan.

{Baca juga: China dan Taiwan Dituduh Curi Teknologi Amerika Serikat}

Laporan intelijen Pentagon mengatakan bahwa China sedang mengembangkan pesawat pembom siluman baru jarak menengah dan jauh. Pesawat itu diklaim mampu menyerang target regional dan global. Pesawat-pesawat tersebut kemungkinan akan beroperasi pada 2025.

Pejabat Pentagon menambahkan bahwa China menyimpan banyak rahasia pengembangan militer. Disebutkan, China telah melakukan penelitian di kompleks bawah tanah yang jauh dari pantauan satelit. Pentagon pun merasa waswas terhadap menuver China. [SN/IF]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version