Telset.id β Amerika Serikat resmi memberlakukan tarif hingga 100% untuk drone impor dan komponennya mulai Kamis, 3 September. Kebijakan ini merupakan langkah terbaru pemerintahan Donald Trump untuk mengurangi ketergantungan pada drone asing, terutama buatan China, dengan dalih keamanan nasional sekaligus memperkuat rantai pasok domestik.
Tarif tersebut berlaku 21 hari setelah Presiden Donald Trump menandatangani aturan ini pada 13 Agustus. U.S. Customs and Border Protection (CBP) telah menerbitkan panduan resmi yang merinci prosedur pengarsipan dan besaran tarif untuk drone yang terdampak. Kebijakan ini secara langsung menyasar DJI, produsen drone asal China yang menguasai lebih dari dua pertiga pangsa pasar global dan memasok sebagian besar drone di rak-rak toko Amerika Serikat.
Proklamasi tersebut mengkategorikan drone berdasarkan kemampuannya. Tarif 100% berlaku untuk pesawat nirawak dengan berat lepas landas maksimum di atas 55 pon (25 kg), drone apa pun yang dilengkapi pencitraan termal dan docking station, serta daftar komponen penting tertentu seperti static converter, komponen badan pesawat, dan papan kontrol elektronik. Gedung Putih menyebut kategori ini βsangat sensitif untuk tujuan keamanan nasional.β
Kategori Tarif Drone dan Dampaknya bagi DJI
Sementara itu, tarif 25% berlaku untuk drone yang lebih kecil tanpa kemampuan tersebut, serta komponen lainnya. Sistem klasifikasi ini membagi banyak merek ke dalam dua kategori berbeda. Seri Matrice milik DJI yang dilengkapi termal untuk keamanan publik, misalnya, masuk dalam kategori tarif 100% berapa pun beratnya. Sementara model konsumen seperti seri Mini dan Air dikenakan tarif 25%.
Kedua tarif tersebut berlaku untuk semua impor tanpa memandang negara asal, kecuali negara sekutu tertentu. Namun, beban tarif ini sebagian besar jatuh ke China β negara asal DJI. Drone dan komponen dari Uni Eropa, Jepang, Liechtenstein, Korea Selatan, Swiss, dan Taiwan ditetapkan sebesar 15%, sedangkan yang berasal dari Inggris Raya ditetapkan 10%, dengan syarat sebagian besar perangkat keras, perangkat lunak, dan teknologinya berasal dari negara-negara tersebut atau Amerika Serikat.

Proklamasi ini juga memberlakukan tarif secara bertahap pada dua kelompok komponen. Tarif 25% hingga 100% untuk pesawat jadi, docking station, dan komponen paling sensitif β konverter daya, papan kontrol penerbangan, dan bagian badan pesawat yang digunakan pada drone di atas 25 kilogram β mulai berlaku pada 3 September. Untuk kelompok komponen kedua dengan prioritas lebih rendah β sebagian besar kategori komponen yang sama, tetapi diproduksi untuk drone konsumen dan komersial yang lebih kecil β tarif sebesar 25% baru akan berlaku pada 9 Februari 2027.
Pemerintah AS membingkai masa transisi 180 hari ini sebagai waktu bagi importir untuk mengalihkan sumber pasokan mereka. Kebijakan tarif ini merupakan perkembangan terbaru dari upaya federal yang semakin meluas untuk mendorong drone China keluar dari pasar AS dengan alasan keamanan nasional.
Pada Desember 2025, Federal Communications Commission (FCC) menambahkan semua drone buatan asing dan komponen pentingnya ke dalam Covered List, yang menghalangi model baru mendapatkan otorisasi yang mereka butuhkan untuk dijual di dalam negeri. Bulan lalu, lembaga tersebut bergerak untuk melarang secara retroaktif model yang sebelumnya sudah disetujui dan dianggap βberkelas militer,β termasuk yang dilengkapi LiDAR.
Jendela komentar publik untuk proposal tersebut ditutup pada 2 September, satu hari sebelum tarif mulai berlaku. Jika proposal ini disahkan, banyak barang yang terkena tarif akan otomatis dilarang. Sebaliknya, jika proposal tersebut gagal, tarif tetap akan memberikan tekanan signifikan bagi produsen drone asing.
Insentif Onshoring dan Kontroversi di Baliknya
Proklamasi tarif ini juga dipasangkan dengan insentif yang dimaksudkan untuk membangun kembali rantai pasok domestik. Produsen AS seperti Skydio telah menarik investasi besar sejak larangan awal diberlakukan. Dorongan onshoring ini juga menuai sorotan karena kedekatannya dengan keluarga presiden.
Donald Trump Jr. telah duduk di dewan penasihat Unusual Machines, produsen komponen drone asal Florida, sejak November 2024 dan memiliki saham yang cukup besar. Saham perusahaan tersebut melonjak tajam setelah pengumuman tarif. Kelompok etika pemerintahan telah menandai pengaturan ini sebagai setidaknya potensi konflik kepentingan.
Kebijakan tarif ini menciptakan lanskap baru bagi industri drone global. Produsen utama seperti DJI kini menghadapi hambatan biaya yang signifikan untuk masuk pasar AS, sementara pemain domestik mendapatkan perlindungan dan insentif untuk tumbuh. Importir dan distributor drone di AS juga harus menyesuaikan strategi mereka dengan dua jadwal tarif yang berbeda β yang langsung berlaku untuk drone besar dan yang ditangguhkan hingga 2027 untuk drone konsumen kecil.
Bagi konsumen di AS, tarif ini berpotensi menaikkan harga drone di pasaran. Namun, dampak kebijakan ini tidak terbatas pada pasar AS. Sebagai pemimpin pasar global, perubahan regulasi di AS dapat memengaruhi strategi bisnis DJI dan produsen drone China lainnya secara keseluruhan, termasuk bagaimana mereka mengalokasikan sumber daya untuk pasar lain di dunia.
Perkembangan ini juga menjadi sinyal bagi industri teknologi global bahwa AS serius membangun ekosistem drone domestik yang mandiri. Dengan tarif berlapis dan larangan FCC yang berpotensi menyusul, masa depan drone China di pasar AS kini berada di titik kritis.





Komentar
Belum ada komentar.