Drone tempur F10 buatan F-Drones Ukraina yang dikirim ke Pentagon AS

AS Resmi Terima 2.000 Drone F10 dari Ukraina, Tandai Ekspor Perdana

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:
  • AS menerima 2.000 unit drone tempur F10 buatan Ukraina dari F-Drones
  • Ukraina terbitkan izin ekspor perdana untuk drone tempur jadi pada 1 Juli 2026
  • F10 finis peringkat 6 dari 25 peserta di Gauntlet I, jadi salah satu dari 11 pemenang
  • Kontrak senilai bagian dari program Drone Dominance senilai $1,1 miliar
  • UDD Tech Corp wakili F-Drones di AS dan lanjut ke fase kompetisi berikutnya
  • Menandai pergeseran ke perangkat keras asing di rantai pasok Pentagon

Telset.id – Amerika Serikat telah menerima pengiriman 2.000 unit drone tempur F10 buatan Ukraina setelah produsen F-Drones memenangkan kontrak dari Pentagon. Pengiriman ini menandai perubahan signifikan dalam hubungan pertahanan kedua negara, sekaligus menjadi ekspor perdana pesawat nirawak tempur jadi dari Ukraina ke AS.

Izin ekspor resmi untuk drone tempur jadi pertama dalam sejarah Ukraina diterbitkan oleh State Service for Export Control pada 1 Juli 2026. Izin tersebut memungkinkan F-Drones mengirimkan batch unit F10 melintasi perbatasan menuju wilayah Amerika Serikat. Seorang perwakilan perusahaan mengonfirmasi bahwa izin telah berlaku efektif dan drone segera melintasi perbatasan setelah disetujui.

Proses perizinan ini membutuhkan keputusan positif dari komisi antar-departemen yang mengawasi kerja sama teknis-militer dan kebijakan ekspor. Perusahaan milik negara, Spetstechnoexport, mendampingi seluruh prosedur mulai dari tinjauan awal hingga tanda tangan akhir. Menariknya, persetujuan ini tiba sebelum langkah-langkah pemerintah baru untuk menyederhanakan ekspor militer di bawah darurat militer mulai berlaku secara resmi.

Sebelumnya, keputusan ekspor Ukraina biasanya melibatkan komponen atau subsistem individual, bukan sistem drone lengkap siap tempur yang dikirim dalam jumlah besar. Pergeseran ini menunjukkan bahwa pejabat Ukraina kini memandang ekspor drone jadi sebagai langkah yang bernilai komersial dan berguna secara diplomatis untuk mempererat hubungan dengan Washington.

Proses pengadaan ini dimulai ketika perusahaan Amerika, UDD Tech Corp, yang mewakili produk F-Drones di AS, mengikuti fase pertama program Drone Dominance yang dikenal sebagai Gauntlet I. Pengujian berlangsung di Fort Benning, Georgia pada Februari 2026, melibatkan 25 sistem drone dari berbagai produsen.

Sistem F10 berhasil finis di peringkat keenam dari 25 pesaing dan mengamankan tempat di antara 11 pemenang program secara keseluruhan. Hasil tersebut membawa kontrak untuk memasok 2.000 drone langsung ke Departemen Perang AS. UDD Tech Corp juga terpilih untuk melanjutkan ke fase kompetitif program berikutnya.

Inisiatif Drone Dominance sendiri dirancang untuk mempercepat akses Amerika terhadap sistem nirawak murah yang telah teruji dalam pertempuran, yang dikembangkan di luar rantai pasokan domestik tradisional. Kontraktor pertahanan AS yang sudah mapan dilaporkan mengamati program ini dengan hati-hati, mengingat skala persaingan asing yang kini diizinkan.

Kesepakatan ini menandai pergeseran menuju perangkat keras buatan asing yang memasuki jalur pasokan Pentagon, yang selama ini didominasi oleh kontraktor pertahanan AS. Apakah pergeseran ini akan berlanjut dalam skala besar atau tetap menjadi kontrak tunggal, belum jelas dari informasi yang tersedia saat ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.