Gara-gara Sistem Pembayaran, Fortnite ‘Ditendang” dari App Store

Telset.id, Jakarta – Fortnite ‘ditendang’ dari App Store setelah pembuat game meluncurkan sistem pembayaran di dalam aplikasi. Langkah yang diambil Apple ini sontak memunculkan perselisihan di komisi aplikasi antara perusahaan dan pencipta Fortnite, Epic Games.

Seperti dilansir New York Post, Epic Games menggugat Apple menyusul larangan ini. Pasalnya, langkah yang diambil Apple itu secara efektif melarang unduhan baru Fortnite ke perangkat iPhone atau iPad.

Fortnite ‘ditendang’ dari App Store setelah Epic Games meluncurkan sistem pembayaran langsung. Berkat ini, pengguna yang memilih untuk membayar ke Epic Games akan menerima diskon 20 persen untuk pembelian aplikasi.

Dikutip Telset.id, Jumat (14/8/2020), Apple membebankan komisi 30 persen kepada pengembang untuk pembelian dalam aplikasi. Apple juga membatasi pemberitahuan tentang opsi pembelian yang lebih murah.

{Baca juga: Captain America Tiba di Fortnite, Jangan Sampai Kehabisan!}

Dalam gugatan yang dilayangkan kurang dari satu jam setelah larangan Apple, Epic Games mengungkit soal penindasan atas penjualanaplikasi. Pengembang itu menuding Apple ingin mengontrol pasar.

Gugatan tersebut tidak meminta ganti rugi moneter apa pun, melainkan “putusan sela ganti rugi untuk memungkinkan persaingan yang sehat di dua pasar utama, yang memengaruhi ratusan juta konsumen.

Apple tidak segera menanggapi permintaan komentar. Kepada The Verge, Apple mengaku akan melakukan segala upaya untuk bekerja sama dengan Epic untuk menyelesaikan pelanggaran tersebut.

{Baca juga: Ada Delapan Game Indie Baru di Epic Games Store}

“Epic mengaktifkan fitur di aplikasinya yang tidak ditinjau atau disetujui oleh Apple, dan mereka melakukannya dengan maksud melanggar pedoman App Store terkait pembayaran dalam aplikasi yang berlaku untuk setiap pengembang yang menjual barang atau layanan digital,” ungkap Apple.

CEO Epic Tim Sweeney di masa lalu mengeluh tentang pemotongan besar yang diambil Apple dari pembelian dalam aplikasi. Ia mengatakan bahwa hanya menjual perangkat keras tidak memberikan hak kepada perusahaan untuk mendapatkan potongan besar dari pendapatan pengembang. [SN/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here