📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo Apple dengan ikon pembayaran kartu kredit dan debit di India

Apple Kembalikan Pembayaran Kartu di India Setelah Empat Tahun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Apple mulai memulihkan pembayaran kartu kredit dan debit untuk Apple Account di India.
  • Opsi ini dihentikan pada Mei 2022 karena perubahan regulasi pembayaran berulang India.
  • Pengguna kini bisa menggunakan Visa dan Mastercard untuk langganan iCloud+, Apple Music, dan App Store.
  • Langkah ini menunjukkan adaptasi Apple terhadap regulasi lokal di berbagai negara.
  • Pemulihan ini memicu spekulasi tentang kemungkinan kedatangan Apple Pay di India.

Telset.id – Apple mulai memulihkan pembayaran menggunakan kartu kredit dan debit untuk pembelian Apple Account di India, lebih dari empat tahun setelah opsi tersebut ditarik. Langkah ini menjadi sinyal terbaru bagaimana raksasa teknologi asal Cupertino itu menyesuaikan layanannya dengan perubahan regulasi yang membentuk ulang lanskap pembayaran digital di negara tersebut.

Perubahan yang mulai diterapkan secara bertahap ini memungkinkan pengguna di India untuk menambahkan kartu kredit dan debit Visa serta Mastercard yang memenuhi syarat ke Apple Account mereka. Dengan begitu, pengguna bisa membayar langganan seperti iCloud+ dan Apple Music, serta pembelian di App Store. Pada Mei 2022, Apple menghentikan pembayaran kartu di India menyusul perubahan kerangka kerja pembayaran berulang di negara itu.

Sejak penghentian tersebut, pengguna mengandalkan UPI (jaringan pembayaran real-time India), internet banking, dan saldo Apple Account untuk berlangganan serta pembelian digital Apple lainnya. Pemulihan opsi kartu ini menunjukkan tantangan yang lebih luas bagi Apple, di mana pemerintah di berbagai negara memberlakukan aturan spesifik untuk platform digital.

Hal ini semakin mendorong Apple untuk menyesuaikan produk, pembayaran, dan layanan lainnya dengan kerangka regulasi lokal, alih-alih menawarkan pengalaman global yang seragam. Tekanan serupa telah menyebabkan Apple merevisi sebagian bisnis App Store-nya di Eropa, sementara perubahan regulasi di Jepang dan Korea Selatan juga membentuk ulang aspek distribusi aplikasi dan pembayaran.

Penyesuaian Sistem Pembayaran

Apple telah melakukan perubahan di sisi backend yang diperlukan untuk mendukung pembayaran kartu di bawah kerangka regulasi India, menurut seseorang yang mengetahui masalah tersebut. Peluncuran bertahap ini dimulai baru-baru ini dan diperkirakan akan meluas ke semua pengguna yang memenuhi syarat seiring waktu. Apple juga telah memperbarui dokumentasi dukungannya untuk mencerminkan perubahan ini.

Kerangka kerja yang diperkenalkan oleh Reserve Bank of India pada tahun 2021 dan diterapkan secara bertahap ini mewajibkan pedagang dan penyedia pembayaran untuk menerapkan autentikasi pelanggan yang lebih kuat untuk pembayaran kartu berulang. Selain itu, mereka juga harus mengadopsi kredensial kartu yang ditokenisasi, serta mencegah pedagang menyimpan detail kartu pelanggan.

Transisi ini sempat mengganggu tagihan langganan bagi banyak perusahaan domestik dan internasional sebelum mereka memperbarui sistem pembayaran mereka. Kini, dengan pemulihan opsi kartu, Apple berharap dapat memberikan lebih banyak fleksibilitas kepada pengguna setianya di India.

“Sudah sangat terlambat, tapi akhirnya terjadi. Ini menyelesaikan salah satu titik gesekan untuk perpanjangan langganan,” kata Tarun Pathak, research director di Counterpoint Research. Bisnis layanan Apple di India terus tumbuh dengan laju dua digit meskipun tidak ada pembayaran kartu langsung, tetapi memulihkan opsi ini menjadi semakin penting seiring bertambahnya basis pengguna.

Dampak dan Spekulasi Apple Pay

Pemulihan pembayaran kartu ini juga kemungkinan akan memicu kembali spekulasi tentang Apple Pay di India, menyusul laporan media bahwa perusahaan telah menjajaki kemungkinan membawa layanan tersebut ke negara itu. Namun, Apple belum mengumumkan rencana apa pun untuk meluncurkan layanan pembayaran seluler di India.

Langkah Apple memulihkan pembayaran kartu di India menunjukkan betapa pentingnya adaptasi terhadap regulasi lokal. Perusahaan yang berbasis di Cupertino itu terus berupaya menyeimbangkan antara standar global dan kepatuhan terhadap aturan di setiap negara tempat mereka beroperasi. Ke depannya, Apple diperkirakan akan terus menyesuaikan strategi pembayarannya seiring dengan perkembangan regulasi digital di berbagai negara.

Dengan basis pengguna yang terus bertambah di India, pemulihan opsi pembayaran kartu ini menjadi langkah strategis bagi Apple untuk mempertahankan pertumbuhan layanannya. Pengguna kini memiliki lebih banyak pilihan untuk bertransaksi, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan pengalaman dan loyalitas mereka terhadap ekosistem Apple. Apple tidak menanggapi permintaan komentar terkait perkembangan ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.