📑 Daftar Isi

Logo Apple dan OpenAI dalam ilustrasi gugatan hukum

Apple Gugat OpenAI, Tuduh Pencurian Rahasia Dagang Karyawan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Apple mengajukan gugatan terhadap OpenAI di pengadilan federal Northern California
  • Tuduhan utama: pencurian rahasia dagang dan kekayaan intelektual secara sistematis
  • Empat tuduhan: kepemilikan aset, show-and-tell, perburuan pemasok, pelatihan karyawan
  • Mantan karyawan Apple, Chang Liu, dituduh masih mengakses file rahasia setelah bergabung ke OpenAI
  • OpenAI dituding meminta kandidat membawa prototipe dan CAD Apple saat wawancara
  • Kasus berpotensi mengubah hubungan kedua perusahaan yang sebelumnya sempat bermitra

Telset.id – Apple secara resmi menggugat OpenAI ke pengadilan federal di Northern California, menuduh perusahaan kecerdasan buatan tersebut melakukan pencurian rahasia dagang dan kekayaan intelektual secara sistematis. Gugatan ini diajukan pada Jumat lalu dan menyebutkan bahwa OpenAI telah merekrut karyawan Apple dengan cara yang melanggar hukum.

Dalam gugatan yang diajukan, Apple menyatakan bahwa OpenAI telah mencuri rahasia dagang Apple di setiap level, mulai dari anggota Technical Staff hingga Chief Hardware Officer. Tuduhan ini bahkan menyebutkan adanya koordinasi dengan mitra bisnis untuk melakukan pelanggaran tersebut.

“Di setiap level, dari anggota Technical Staff hingga Chief Hardware Officer, dan berkoordinasi dengan mitra bisnis, OpenAI telah mencuri rahasia dagang dan informasi rahasia Apple,” demikian bunyi gugatan tersebut seperti dikutip dari Tom’s Guide.

Gugatan ini meminta pengadilan untuk mengeluarkan perintah injunksi terhadap OpenAI serta memberikan ganti rugi yang tidak disebutkan jumlahnya akibat pencurian rahasia dagang Apple. Kasus ini menjadi batu sandungan baru dalam hubungan kedua perusahaan yang sebelumnya sempat menjalin kemitraan.

Empat Tuduhan Utama Apple Terhadap OpenAI

Berdasarkan analisis terhadap dokumen gugatan, terdapat empat tuduhan utama yang diajukan Apple. Pertama, terkait kepemilikan aset perusahaan yang tidak dikembalikan. Salah satu pihak yang disebut dalam gugatan adalah Chang Liu, mantan Senior System Electrical Engineer di Apple selama delapan tahun yang bergabung dengan OpenAI pada Januari 2026.

Gugatan tersebut mengungkapkan bahwa Liu menyadari dirinya masih bisa mengakses file rahasia Apple setelah keluar dari perusahaan. Ia bahkan menginstruksikan rekan kerjanya, Ms. Peng, tentang cara membocorkan informasi tersebut.

“Dalam hitungan jam setelah meninggalkan Apple, Tn. Liu memberi tahu Ms. Peng, ‘Saya masih punya komputer lain’ yang ia rencanakan untuk digunakan mengakses informasi rahasia Apple agar bisa mendiskusikannya dengan Ms. Peng malam itu,” demikian isi gugatan.

Liu menemukan bahwa ia masih bisa mengakses repositori jaringan Apple setelah keluar, akibat celah autentikasi yang tidak diketahui. Alih-alih melaporkan celah tersebut, Liu justru merayakannya dengan Ms. Peng: “LOL, saya menemukan saya bisa mengakses [penyimpanan jaringan], lucu sekali.”

Show-and-Tell dan Perburuan Pemasok

Tuduhan kedua berkaitan dengan praktik “show-and-tell” yang dilakukan OpenAI. Apple mengklaim bahwa Tang Yew Tan, mantan Wakil Presiden Desain Produk untuk iPhone dan Apple Watch yang kini menjabat Chief Hardware Officer OpenAI, meminta kandidat karyawan untuk membawa gambar CAD detail, prototipe, dan sampel produk Apple.

“Tn. Tan telah menginstruksikan seorang karyawan Apple untuk ‘membawa beberapa bagian yang [ia] kerjakan’ seperti ‘Baterai,’ ‘SIP’ (Systems-in-Package), ‘mlb’ (multi-layer atau main logic boards), dan ‘shields’ dan mungkin ‘bagus untuk ditunjukkan’ kepada pewawancara lain komponen Apple ini,” tulis gugatan tersebut.

Tuduhan ketiga menyebutkan bahwa OpenAI juga memburu pemasok Apple untuk mendapatkan informasi tambahan tentang proses manufaktur dan komponen Apple. OpenAI dituding menggunakan pengetahuan yang diperoleh secara tidak sah tentang hubungan rahasia Apple dengan mitra untuk mengekstrak informasi lebih lanjut.

Tuduhan keempat menyebutkan bahwa OpenAI secara aktif melatih karyawan Apple yang hendak pindah tentang cara mengumumkan pengunduran diri mereka agar bisa terus membawa informasi rahasia. OpenAI dituding memberikan nasihat kepada karyawan untuk tidak mengungkapkan tempat kerja baru mereka dan cara menghindari “dreaded walk out” yang akan memutus akses mereka ke informasi rahasia Apple.

“OpenAI telah menasihati karyawan yang akan pergi untuk tidak mengungkapkan pemberi kerja berikutnya dan memberikan saran tentang cara menghindari ‘pemecatan yang menakutkan’ yang akan segera mengeluarkan mereka dari perusahaan,” tulis gugatan tersebut.

Kasus ini memiliki implikasi besar mengingat kedua perusahaan sempat menjalin kemitraan strategis untuk menggunakan ChatGPT di produk Apple dua tahun lalu. Namun, ketegangan meningkat setelah OpenAI mengumumkan ambisinya untuk masuk ke bisnis perangkat keras.

Gugatan ini diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun untuk diselesaikan, namun berpotensi mengubah arah kedua perusahaan secara drastis. Apple menuntut ganti rugi yang tidak disebutkan jumlahnya atas kerugian yang diderita akibat pencurian rahasia dagang tersebut.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.