Anonymous Ancam Hapus AS dari Peta Internet

ilustrasi kelompok hacker Anonymous
ilustrasi kelompok hacker Anonymous

Jakarta – Setelah bulan lalu melancarkan serangan ke penguasa Korea Utara (Korut), kini kelompok hacker Anonymous kembali menebar ancamannya ke pihak Amerika Serikat (AS). Kelompok ini mengancam akan “menghapus AS dari peta internet”.

Kelompok hacker Anonymous pada bulan lalu sempat membuat heboh lewat aksi yang mereka namakan “Operasi Pembebasan Korea”. Dalam aksinya, Anonymous menyerang akun Twitter dan Flickr, serta sejumlah properti digital milik pemerintah Korut.

Anonymous melancarkan serangan setelah tuntutannya agar Kim Jong Un mundur tidak ditanggapi oleh pihak Korut. Sekitar dua hari sebelum serangan atas akun Flickr dan Twitter Korut, grup hacker ini membobol situs Uriminzokkiri.com dan mencuri 15.000 password penggunanya.

Setelah sukses ‘mengacak-ngacak’ Korut, kini AS menjadi target berikutnya serangan kelompok Anonymous. Mereka ingin menyerang AS karena menilai negara Adi Daya itu telah melakukan kejahatan perang. Anonymous mengancam akan “menghapus AS dari peta Internet”.

Kelompok hacker internasional ini menyebut serangan mereka sebagai OpUSA atau ‘OperationUSA’. Dan sebagai tahap awal kelompok ini melakukan serangan ke Israel, karena menganggap negara zionis itu sebagai sekutu AS. Serangan ke Israel ini telah dimulai pada hari ini lewat aksi yang mereka namakan #OpIsrael.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis bulan lalu, Anonymous mengatakan akan membobol DNS, doxes (membocorkan  alamat email dll), pengalihan, defaces, serangan DDoS, dan membobol sejumlah situs milik instansi pemerintah AS dan perbankan.

“Amerika Anda telah melakukan beberapa kejahatan perang di Irak, Afghanistan, Pakistan, dan baru-baru Anda telah melakukan kejahatan perang di negara Anda sendiri. Kami sekarang akan menghapus Anda dari peta Internet,” kata hacker Anonymous yang dikutip dari Ubergizmo, Rabu (8/5).

Anonymous mengancam akan menargetkan berbagai instansi pemerintah seperti NSA, NATO dan FBI. Selain itu beberapa lembaga perbankan besar seperti Chase, Citibank, Capital One, Bank of America dan Wells Fargo juga masuk dalam daftar serangan.

Menanggapi ancaman tersebut, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS telah mengeluarkan peringatan rahasia, meskipun pihak keamanan AS merasa serangan akan sangat terbatas dan bukan ancaman yang berarti.[HBS]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0