
JAKARTA – Pada usia 20 tahun, biasanya orang akan semakin dewasa dan mulai merencanakan langkah besar dalam kehidupannya ke depan. Begitupun dengan Telkomsel yang pada hari ini genap berusia 20 tahun, telah punya banyak rencana untuk ke depannya.
Saat berbincang dengan wartawan, Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah mengungkapkan sejumlah rencana Telkomsel ke depan, terutama membawa arah perusahaan yang bertransformasi dari Telecommunication Company menjadi Digital Company kelas dunia.
“Masa depan industri telekomunikasi ada di layanan data dan digital. Untuk itu dalam beberapa tahun terakhir kami secara konsisten menyatakan akan membangun ekosistem digital di Indonesia, dan melakukan serangkaian program edukasi,” terang Ririek di Resto Warung Daun, Jakarta, Selasa (26/5/2015).
Menurutnya, di dunia sekarang pertukaran informasi terjadi amat cepat, kebutuhan komunikasi tidak lagi sebatas suara dan SMS, namun juga dalam format lainnya seperti video dan foto.
“Kebutuhan masyarakat akan layanan data dan broadband (pita lebar) akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan,” tandasnya.
Dalam tiga tahun terakhir, kata Ririek, Telkomsel fokus mengakselerasi bisnis digital (mobile broadband dan digital services) seiring dengan arah perusahaan untuk bertransformasi dari Telecommunication Company menjadi Digital Company kelas dunia.
“Untuk menjadi digital company, kita memang berencana akan mengakuisisi sebuah perusahaan konten. Ini masih bagian dari strategi besar Telkom Grup untuk menjadi King of Digital,” ujar Ririek, tanpa mau menyebut nama perusahaan yang akan dicaplok itu.
Namun, ia berjanji akan akan segera mengumumkan akuisisi jika memang sudah terealisasi. “Kami pasti akan mengumumkan kalau sudah jadi. Sekarang kan masih proses akuisisi, nanti kalau dibuka malah harganya jadi naik kan repot,” imbuhnya.
Lanjutkan ke halaman berikutnya
Layanan Digital Services memang belum menjadi pemasok pendapatan terbesar bagi Telkomsel. Meski begitu, setiap tahun layanan Digital Services menunjukan tren peningkatan yang cukup bagus.
Seperti diketahui, pada kuartal pertama 2015 lalu, Telkomsel mencatat pendapatan sebesar Rp 17,142 triliun, atau terjadi kenaikan omzet sebesar 12,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 15,289 triliun.
Pemasok pendapatan terbesar masih bersumber dari layanan suara sebesar Rp 8,321 triliun dan SMS sekitar Rp 3,201 triliun. Sedangkan layanan Digital Services menyumbangkan pendapatan sebesar Rp 410 miliar di kuartal pertama 2015, atau naik 31,1% dibandingkan kuartal yang sama tahun 2014 sebesar Rp 312,74 miliar.
“Layanan Digital Services dari Telkomsel terus mengalami tren peningkatan seiring terus bertumbuhnya layanan mobile broadband,” terang Ririek.
Kalau dilihat dari bisnis digital yang kombinasi layanan dan konektivitas, di kuartal pertama 2015 pendapatannya sebesar Rp 4,622 triliun naik 37,4% dibandingkan periode sama 2014 lalu sebesar Rp 3,36 triliun.
Lanjutkan ke halaman berikutnya
Lebih jauh dia menjelaskan ada dua strategi besar yang akan dijalankan Telkomsel untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan dan menjaga posisi dominan Telkomsel, yakni memperkuat bisnis organik dan pengembangan anorganik.
“Ada beberapa perusahaan konten yang sedang kita dekati. Kami memilih akuisisi, karena dalam jangka pendek bisa memberikan pendapatan, sedangkan secara jangka panjang bisa memberikan capital gain,” katanya.
Dia berharap, hadirnya layanan Telkomsel 4G LTE di Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya dan Medan juga akan dapat menjawab tuntutan pelanggan terhadap akses data dan layanan mobile broadband dengan kecepatan yang lebih baik.
Saat ini layanan digital yang dikembangkan oleh Telkomsel antara lain adalah Digital Lifestyle Services (Video, Music, Games, dll), Mobile Payment, Digital Advertising, dan Machine to Machine (M2M).
Potensi pertumbuhan penggunaan layanan-layanan ini dipredikasi akan semakin besar di masa mendatang seiring dengan penetrasi telepon pintar (smartphone) yang juga meningkat.
“Ke depannya Telkomsel akan terus menghadirkan berbagai inovasi pada layanan data dan digital. Kami ingin mengembangkan lebih banyak lagi layanan digital sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya berjanji.
Ririek menambahkan bahwa masyarakat Indonesia, terutama generasi muda saat ini amat haus akan layanan data dan digital, dan hal tersebut sesungguhnya merupakan peluang bagi perusahaan di dalam mengembangkan ekosistem digital di tanah air.
Untuk itu Telkomsel aktif mengajak keterlibatan generasi muda untuk dapat berkreasi lebih banyak lagi dalam hal penciptaan konten,” imbuhnya.
Beberapa program untuk anak muda yang dibuat Telkomsel, seperti misalnya program LOOP KePo (Kreatif Project) yang mengajak anak muda untuk menjadi kreator digital dan Digital Creative Indonesia: The Next Dev yang menantang anak muda Indonesia dalam membuat aplikasi untuk mendukung Smart City. [HBS]



