Amazon akhirnya siap meluncurkan proyek ambisiusnya, Project Kuiper, sebagai pesaing utama layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk. Setelah serangkaian uji coba sukses, perusahaan raksasa teknologi ini akan mengirim 27 satelit pertama ke orbit rendah bumi (LEO) pada 9 April mendatang. Peluncuran ini menandai babak baru dalam persaingan sengit di industri internet berbasis satelit.
Peluncuran Pertama: Langkah Awal yang Krusial
Satelit-satelit Project Kuiper akan diluncurkan menggunakan roket Atlas V milik United Launch Alliance (ULA) dari Cape Canaveral. Ini menjadi misi dengan muatan terberat yang pernah diangkut oleh Atlas V, dilengkapi lima pendorong roket padat tambahan dan fairing setinggi 77 kaki. Amazon berencana memulai layanan internet berkecepatan tinggi “pada akhir tahun ini,” dengan harga terminal di bawah $400.
Uji coba sebelumnya pada Oktober 2023 menunjukkan hasil menjanjikan—dua satelit prototipe berhasil mengirim dan menerima data dengan kecepatan hingga 100 gigabit per detik. Desember lalu, Amazon menambahkan jaringan laser berkecepatan tinggi yang diklaim mampu memindahkan data 30% lebih cepat dibanding kabel serat optik konvensional.
Spesifikasi Teknis yang Menjanjikan
Jaringan Project Kuiper akan terdiri dari 3.200 satelit yang diluncurkan bekerja sama dengan ULA, Arianespace, Blue Origin, dan bahkan SpaceX. Beberapa keunggulan yang ditawarkan:
- Kecepatan internet hingga 1Gbps dengan dish besar
- Dish kompak berukuran 7 inci dengan kecepatan 100Mbps
- Satelit dilapisi film cermin dielektrik untuk mengurangi pantulan cahaya
- Orbit pada ketinggian 392 mil dengan kecepatan 17.000 mph
Dibanding Starlink yang sudah mengoperasikan lebih dari 7.000 satelit, Project Kuiper memang masih berada di tahap awal. Namun, Amazon yakin dengan pendekatan bertahap mereka. “Ini baru permulaan perjalanan kami,” ujar Rajeev Badyal, Wakil Presiden Project Kuiper.
Tantangan dan Risiko di Depan Mata
Meski optimis, Amazon menyadari risiko misi pertama ini. “Ada hal-hal yang hanya bisa dipelajari saat penerbangan nyata,” tambah Badyal. Tantangan utama termasuk:
- Uji coba desain satelit final pertama kali
- Pelepasan banyak satelit sekaligus
- Integrasi dengan jaringan laser antar-satelit
Dengan rencana peluncuran intensif dalam beberapa tahun mendatang, Project Kuiper siap mengubah lanskap internet global. Pertanyaannya sekarang: bisakah Amazon mengejar ketertinggalan dari Starlink yang sudah lebih dulu menguasai pasar?