Telset.id ā Amazon masih menjual colokan āhemat energiā palsu di Amazon UK meski telah berjanji kepada parlemen Inggris untuk menghapus produk tersebut dari daftar penjualannya. Temuan ini menjadi pukulan kedua bagi raksasa e-commerce itu, setelah janji serupa pada 2025 juga tidak ditepati dan produk identik kembali muncul beberapa pekan kemudian.
Colokan palsu ini bukan sekadar produk menyesatkan. Perangkat tersebut berpotensi menimbulkan risiko kebakaran dan sengatan listrik, menjadikannya salah satu skema penipuan teknologi terbesar yang masih beredar bebas di platform ritel terbesar dunia. Bagi konsumen yang tengah mencari cara menekan tagihan listrik, keberadaan produk ini di halaman pencarian Amazon menciptakan jebakan berbahaya yang sulit dibedakan dari produk sah.
Janji Amazon yang Kembali Tidak Ditepati
Anggota Parlemen dari Partai Liberal Demokrat, Joshua Reynolds, pertama kali menyoroti bahaya colokan ini dalam sebuah hearing pada Juni. Ia menyerukan agar Amazon bertanggung jawab atas peredaran produk berbahaya tersebut di platformnya. Menanggapi tekanan itu, Direktur Kebijakan Publik Amazon UK, Monica AriƱo, mengirim surat kepada Komite Bisnis dan Perdagangan House of Commons pada Agustus.
Dalam suratnya, AriƱo menyatakan perangkat tersebut telah dihapus dari penjualan. Ia juga menyebut adanya āmasalah teknis pada sistem klasifikasi otomatis kami yang mencegah beberapa produk ini terdeteksi secara proaktifā. Namun, pernyataan resmi itu bertentangan dengan kondisi lapangan yang masih memperlihatkan produk tersebut aktif dijual.
Ini bukan pertama kalinya Amazon mengeluarkan janji serupa. Pada 2025, Which? pertama kali menemukan colokan āhemat energiā ini dan mendekati sejumlah peritel dengan temuan mereka, yang berujung pada penghapusan produk dari toko. Namun, produk identik ditemukan kembali di Amazon hanya beberapa pekan setelahnya.
Baca Juga:
Bukti Colokan Palsu Masih Tersedia hingga Kini
Meski ada janji terbaru untuk menarik colokan tersebut dari peredaran, produk itu masih dapat dibeli dari peritel tersebut. Pengecekan pada halaman Amazon UK menunjukkan produk-produk ini masih aktif. Telegraph juga menemukan listing serupa, memperkuat bukti bahwa penghapusan yang dijanjikan belum benar-benar terjadi secara menyeluruh.
Reynolds menyatakan akan menulis surat kepada Amazon untuk meminta penjelasan. āAmazon punya sejumlah pertanyaan serius yang harus mereka jawab. Ini produk yang persis sama yang diuji oleh Which?,ā ujarnya. Ia juga mengklaim bahwa colokan-colokan tersebut muncul sebagai iklan bersponsor di bagian atas halaman listing Amazon, sehingga semakin mudah dilihat oleh calon pembeli.
Seperti disebutkan sebelumnya, perangkat ini pertama kali teridentifikasi dalam pengujian yang dilakukan Which? terhadap delapan perangkat dari sejumlah situs, termasuk eBay, AliExpress, Shein, dan TikTok Shop. Pengujian tersebut tidak menemukan bukti bahwa colokan itu benar-benar berfungsi. Which? juga mencatat bahwa menjual perangkat ini ilegal di Inggris karena tidak memenuhi standar keselamatan dasar.

Dari pengujian tersebut, Which? menemukan bahwa setiap colokan yang diuji memiliki pin soket yang tidak pas. Lebih dari separuh pin soket pada colokan tersebut terlalu kecil, tidak lurus, atau begitu rapuh hingga mudah patah. Temuan lain mengungkap sejumlah colokan gagal memenuhi standar keselamatan dasar akibat manufaktur yang buruk, termasuk kapasitor dan penyolderan non-standar.
Hingga berita ini ditulis, Amazon belum memberikan komentar mengenai status terkini listing produk tersebut maupun tanggapan atas klaim terbaru. Pihak media yang melaporkan telah meminta komentar dari perusahaan dan akan memperbarui informasi jika ada respons.
Klaim Palsu dan Harga yang Menipu
Lalu bagaimana colokan ini diklaim dapat memangkas tagihan energi? Berdasarkan listing produk yang ditemukan, colokan āhemat energiā di Amazon diiklankan sebagai āvoltage stabilizerā dan āsurge protectorā. Produk ini diklaim secara signifikan dapat memangkas tagihan listrik dengan mengoptimalkan kinerja peralatan rumah tangga.
Di tengah kenaikan tagihan energi, klaim tersebut menjadi pitch penjualan yang mudah diterima pasar. Harganya pun terjangkau, biasanya sekitar £10 hingga £15, sehingga tampak seperti pembelian yang layak. Namun, perangkat ini justru disebut sebagai bahaya kebakaran dan menimbulkan risiko sengatan listrik.

Kombinasi harga murah, klaim penghematan yang menggoda, dan penempatan sebagai iklan bersponsor menjadikan colokan palsu ini sulit dihindari oleh konsumen awam. Padahal, temuan Which? sudah cukup jelas: tidak ada bukti perangkat ini bekerja, dan mayoritas unit yang diuji gagal memenuhi standar keselamatan paling dasar.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan yang membelit raksasa e-commerce tersebut. Sebelumnya, Amazon juga menjadi sorotan dalam berbagai isu lain, mulai dari truk listrik Mercedes-Benz untuk armada logistiknya di Eropa, hingga laporan GAO yang menyebutnya sebagai pemberi kerja penerima bantuan pangan terbesar di Amerika Serikat. Isu-isu ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap operasional dan tata kelola platform Amazon terus menguat di berbagai front.
Yang paling menjadi sorotan dalam kasus colokan palsu ini adalah kesenjangan antara pernyataan resmi dan kenyataan di lapangan. Amazon menyatakan telah menghapus produk tersebut, tetapi konsumen masih bisa membelinya dengan mudah. Bagi regulator dan konsumen di Inggris, janji tertulis kepada parlemen yang tidak diikuti tindakan nyata menjadi persoalan kredibilitas yang serius.
Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai langkah konkret yang akan diambil Amazon untuk menuntaskan peredaran colokan palsu tersebut. Yang jelas, selama listing masih aktif dan iklan bersponsor masih tayang, konsumen tetap berisiko membeli perangkat yang tidak hanya tidak berguna, tetapi juga berbahaya.





Komentar
Belum ada komentar.