📑 Daftar Isi

Ilustrasi pengaturan Bluetooth pada dasbor ponsel yang menunjukkan risiko keamanan

Aman Nggak Biarkan Bluetooth Selalu Aktif? Ini Risikonya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Membiarkan Bluetooth aktif terus-menerus meningkatkan risiko serangan siber seperti bluebugging dan bluesnarfing
  • Penelitian Insinuator menemukan kerentanan pada perangkat Airoha yang memungkinkan penyerang menguping percakapan dan mencuri data pribadi
  • Langkah pencegahan utama: matikan Bluetooth saat tidak dipakai dan atur mode hidden/discoverable
  • Pengguna mobil sewaan wajib unpair ponsel dan hapus data pribadi sebelum menyerahkan kendaraan
  • Fitur Live Listen di iPhone dan Android Auto nirkabel membuka titik kerentanan tambahan
  • Kerentanan ditemukan pada 17 perangkat Google Fast Pair, alat cek WhisperPair.eu tersedia untuk publik

Telset.id – Membiarkan Bluetooth menyala terus-menerus bisa membuka celah bagi peretas untuk mengakses data pribadi, seperti nomor telepon, kontak, hingga riwayat panggilan. Risiko ini bukan sekadar teori, melainkan telah dibuktikan melalui sejumlah temuan kerentanan pada perangkat keras yang menggunakan teknologi nirkabel ini.

Meskipun Bluetooth memerlukan persetujuan pengguna sebelum terhubung dengan perangkat lain, para peretas tetap bisa memanfaatkan celah keamanan yang ada. Sebuah kasus menonjol adalah ditemukannya kerentanan pada perangkat Fitbit dan perangkat keras lain yang memakai teknologi ini. Kerentanan tersebut, yang berasal dari algoritma open-source yang memungkinkan aktor jahat mendekode lokasi pengguna, hanyalah puncak gunung es.

Penelitian terbaru dari Insinuator dikabarkan menemukan kerentanan pada perangkat keras berbasis Airoha. Kerentanan ini memungkinkan penyerang dalam jangkauan Bluetooth untuk menguping percakapan dan menyedot data pribadi, termasuk nomor telepon, kontak, dan riwayat panggilan. Temuan ini menegaskan bahwa kenyamanan Bluetooth datang dengan konsekuensi keamanan yang perlu diwaspadai.

Bagi pengguna yang sering menggunakan perangkat Bluetooth, penting untuk memahami langkah-langkah perlindungan dasar. Menjaga keamanan data pribadi kini menjadi prioritas utama di tengah maraknya ancaman siber yang menyasar perangkat mobile.

Langkah Praktis Mengamankan Bluetooth

Untungnya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan pengguna untuk mendapatkan perlindungan lebih baik. Langkah pertama dan paling utama adalah mematikan Bluetooth saat tidak digunakan. Kebiasaan ini akan membatasi jendela waktu di mana perangkat Anda rentan terhadap serangan, sehingga membuat berbagai serangan hacker seperti “bluebugging” atau “bluesnarfing” menjadi lebih kecil kemungkinannya. Kedua jenis serangan ini memanfaatkan koneksi terdekat untuk mendapatkan akses ke perangkat.

Image of Bluetooth settings on dashboard.

Selain mematikan Bluetooth, pengguna juga disarankan untuk mengatur perangkat dalam mode “hidden” atau tersembunyi, bukan mode “discoverable” atau dapat ditemukan. Mode tersembunyi akan menjaga perangkat Anda tetap aman dari perangkat lain yang tidak dikenal. Ini adalah langkah pencegahan sederhana namun efektif untuk menghindari koneksi yang tidak diinginkan.

Pengguna yang sering menghubungkan ponsel ke mobil sewaan atau berencana menjual mobil saat ini perlu mengingat untuk memutuskan pemasangan (unpair) ponsel dan menghapus data pribadi dari kendaraan sebelum menyerahkannya. Kelalaian kecil ini sering luput dari perhatian, padahal bisa menjadi celah bagi pihak lain untuk mengakses data Anda.

Perlu diingat juga bahwa menggunakan Bluetooth bersamaan dengan sistem kendaraan seperti Android Auto nirkabel memerlukan aktivasi Bluetooth dan Wi-Fi sekaligus. Hal ini membuka lebih banyak titik kerentanan yang bisa dieksploitasi. Salah satu solusinya adalah dengan meninggalkan kenyamanan nirkabel ini sepenuhnya. Pengguna Android dapat mencegah Android Auto menyala otomatis dengan mengatur pengaturan “Start Android Auto Automatically” menjadi “Never”.

Pengguna iPhone juga perlu mewaspadai fitur Live Listen pada model tertentu. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk streaming audio dari mikrofon ponsel ke AirPods, alat bantu dengar, atau headphone yang didukung. Sayangnya, fitur ini menggunakan Bluetooth, sehingga menciptakan kerentanan tambahan terhadap serangan bluebugging. Untuk memastikan fitur ini dimatikan, pengguna cukup masuk ke pengaturan aksesibilitas ponsel dan mematikan Live Listen.

Kerentanan Bluetooth Terus Bermunculan

Penting untuk terus memantau laporan kerentanan terkait perangkat keras yang mengandalkan teknologi Bluetooth, karena perangkat tertentu bisa memiliki masalah spesifik. Salah satu contohnya adalah cacat yang ditemukan pada 17 perangkat audio Google Fast Pair. Para peneliti dari KU Leuven University Belgia, seperti yang dilaporkan oleh Wired, menemukan bahwa peretas berpotensi melacak data lokasi dan menguping pengguna hanya dengan mengetahui nomor model perangkat.

Close-up of wireless earbuds in hand.

Para peneliti yang terlibat merilis alat bernama WhisperPair.eu yang bisa digunakan untuk memeriksa apakah perangkat Anda rentan terhadap kerentanan ini. Alat ini menjadi referensi berguna bagi pengguna yang ingin memastikan keamanan perangkat audio mereka.

Pada akhirnya, menjaga Bluetooth tetap mati saat tidak digunakan, sembari mematuhi rekomendasi FCC lainnya, dapat membantu meningkatkan keamanan pribadi dan menjaga keamanan data pribadi. Dengan industri privasi teknologi yang terus berkembang pesat, langkah-langkah di atas merupakan jalan masuk yang baik menuju ketenangan pikiran dan awal yang baik menuju perlindungan yang lebih baik.

Bluetooth logo text.

Kesadaran akan risiko keamanan Bluetooth menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya ketergantungan pada perangkat nirkabel. Pengguna perlu mengambil langkah proaktif untuk melindungi data mereka, bukan hanya mengandalkan kenyamanan yang ditawarkan teknologi ini.

Untuk informasi lebih lanjut seputar keamanan perangkat, pengguna juga bisa membaca artikel tentang Keamanan Anak atau perkembangan Aplikasi Safety dari produsen otomotif. Kedua artikel ini memberikan perspektif tambahan tentang bagaimana industri menangani isu keamanan dan privasi pengguna.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.