Telset.id – Guangzhou Jiuzhua Intelligent Technology Co., Ltd. (Nine Claws Intelligent), sebuah startup yang didirikan oleh mantan insinyur Huawei, baru saja mengumumkan penyelesaian putaran pendanaan Pre-A. Perusahaan yang berfokus pada teknologi pemilahan sampah berbasis kecerdasan buatan (AI) ini berhasil mengamankan dana hingga puluhan juta RMB. Investasi strategis ini dipimpin oleh dua entitas besar, yakni Baiyun Financial Holdings dan Baiyun Construction Science & Technology.
Langkah ini menandai babak baru bagi Jiuzhua Intelligent dalam upayanya merevolusi industri daur ulang yang selama ini dianggap kotor dan tidak efisien. Dana segar yang diperoleh rencananya akan dialokasikan secara agresif untuk iterasi algoritma inti, peningkatan perangkat keras, serta ekspansi skala operasional di berbagai skenario nyata pengelolaan limbah.
Kehadiran Jiuzhua di pasar teknologi hijau menarik perhatian karena latar belakang pendirinya dan pendekatan teknis yang mereka tawarkan. Di tengah desakan global untuk keberlanjutan dan efisiensi sumber daya, solusi pemilahan cerdas yang ditawarkan startup ini diklaim mampu mengatasi hambatan struktural dalam industri daur ulang konvensional.
Teknologi Multimodal: Mata Cerdas di Tumpukan Sampah
Salah satu nilai jual utama Jiuzhua terletak pada teknologi “penglihatan” mereka. Berbeda dengan sistem kamera biasa, perusahaan ini mengembangkan sistem pemilahan cerdas yang menggabungkan visi AI dengan penginderaan multimodal. Sistem ini mengintegrasikan teknologi hiperspektral dan inframerah dekat (NIR) secara mendalam.
Dalam industri pengelolaan limbah, tantangan terbesar bukanlah sekadar melihat objek, melainkan mengidentifikasi komposisi material di tengah tumpukan yang sangat kotor dan tercampur. Pendekatan multimodal ini memungkinkan mesin untuk “melihat” apa yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia atau kamera standar, seperti membedakan jenis plastik tertentu atau mendeteksi material berharga di antara tumpukan residu.
Li Xizhuo, pendiri Jiuzhua, menjelaskan bahwa meskipun teknologi hiperspektral dan inframerah dekat bukan hal baru di industri ini, implementasinya sering kali terkendala oleh gangguan lingkungan yang ekstrem. Di sinilah letak keunggulan Jiuzhua. Mereka membangun sistem perangkat lunak dan keras yang terintegrasi penuh (all-in-one).
Sistem ini dirancang khusus untuk bertahan dan beradaptasi dalam skenario pengelolaan sampah yang keras. Algoritma mereka terus belajar dari sampel-sampel tipikal yang ditemui selama operasi. Melalui analisis offline dan pelatihan berkelanjutan, model AI mereka terus diperbarui untuk meningkatkan akurasi. Setelah terverifikasi, pembaruan ini didorong ke perangkat front-end, menciptakan siklus evolusi kecerdasan yang terus menerus.
Masalah Klasik: Ketergantungan pada Tenaga Manusia
Industri sumber daya terbarukan di Tiongkok, dan secara global, sedang mengalami transisi dari penanganan kasar menuju pemulihan yang lebih halus dan berskala besar. Konteks ini didorong oleh target “karbon ganda” dan normalisasi klasifikasi sampah. Namun, ada satu hambatan besar: faktor manusia.
Selama ini, tahap pemilahan—yang merupakan kunci efisiensi daur ulang dan penentuan nilai sumber daya—sangat bergantung pada tenaga kerja manual. Hal ini memunculkan berbagai masalah struktural, mulai dari biaya tenaga kerja yang terus meningkat, stabilitas operasional yang rendah, hingga keterbatasan akurasi pemilahan manusia yang mudah lelah.
Jiuzhua hadir untuk memecahkan kemacetan ini. Peralatan pemilahan cerdas mereka menawarkan solusi “konfigurasi kaku” yang mampu menurunkan biaya tenaga kerja sekaligus meningkatkan efisiensi pemulihan sumber daya secara drastis. Dalam skenario seperti pengolahan sampah kota dan daur ulang sumber daya, teknologi ini memberikan nilai tambah berupa pengurangan biaya dan peningkatan efisiensi yang nyata.
Permintaan pasar terhadap teknologi ini dinilai bersifat jangka panjang dan berkelanjutan, memberikan ruang pertumbuhan yang sangat besar bagi pemain teknologi yang mampu memberikan solusi andal.
DNA Teknologi dari Alumni Huawei
Kekuatan teknis Jiuzhua tidak lepas dari profil tim di belakangnya. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2021 oleh Li Xizhuo, seorang lulusan Master Teknik Elektro dari Universitas Linnaeus, Swedia. Li memiliki rekam jejak yang solid dengan pengalaman hampir 10 tahun bekerja di raksasa teknologi seperti Huawei.
Selama kariernya, Li berfokus pada pengembangan perangkat lunak IoT (Internet of Things) dan perangkat cerdas. Keahliannya dalam R&D teknologi lunak-keras serta manajemen produk dan pasar menjadi fondasi utama Jiuzhua. Ia memiliki pemahaman mendalam tentang integrasi teknologi di bidang sanitasi dan pemulihan sumber daya.
Selain Li, tim inti R&D Jiuzhua juga diisi oleh para veteran dari perusahaan-perusahaan terkemuka di industri. Mereka membawa akumulasi teknologi visi mesin dan teknologi IoT yang mendalam, serta pengalaman industri selama puluhan tahun di bidang peralatan perlindungan lingkungan dan operasi sanitasi.
Model Bisnis dan Tantangan Skalabilitas
Dalam sebuah sesi tanya jawab, Li Xizhuo menegaskan bahwa Jiuzhua tidak sekadar menjual “kotak besi” atau peralatan semata. Model bisnis mereka lebih bersifat konsultatif dan solutif. Mereka mempertimbangkan struktur komponen material yang masuk serta skala volume sampah untuk menyediakan solusi pemilahan menyeluruh.
Tujuannya adalah memastikan material yang keluar dari jalur produksi mereka memenuhi standar daur ulang yang ketat. Saat ini, Jiuzhua melayani tiga segmen klien utama:
- Pemerintah Daerah: Bekerja sama membangun pusat pemilahan hijau (green sorting centers) yang menjadi inti dari sistem daur ulang lokal.
- Perusahaan Operasional Sanitasi: Membantu peningkatan peralatan atau pembangunan pabrik baru untuk menyelesaikan kebutuhan pemilahan regional.
- Perusahaan Pemanfaatan Sumber Daya: Menyediakan peralatan yang memungkinkan operasi tanpa awak, menurunkan biaya tenaga kerja, dan menyediakan produk daur ulang dengan kemurnian tinggi bagi industri hilir.
Namun, jalan menuju “pendaratan skala besar” bukan tanpa tantangan. Li mengakui bahwa variabilitas sampah di setiap daerah sangat tinggi. Setiap stasiun baru membutuhkan penyesuaian agar sesuai dengan kebutuhan pemilahan lokal. Selain itu, tantangan lainnya adalah bagaimana mengintegrasikan pusat pemilahan baru dengan sistem daur ulang yang sudah ada agar dapat beroperasi secara sinergis.
Hal ini pada dasarnya menguji kemampuan perusahaan dalam membangun solusi standar yang tetap fleksibel—sebuah tantangan teknis dan manajerial yang harus dijawab oleh tim Jiuzhua.
Perspektif Investor: Mengapa Jiuzhua?
Masuknya Baiyun Financial Holdings dan Baiyun Construction Science & Technology sebagai investor bukan tanpa alasan. Perwakilan dari Baiyun Financial Holdings menyatakan bahwa pemanfaatan sumber daya terbarukan yang efisien adalah fondasi penting bagi pembangunan rendah karbon dan ekonomi sirkular.
Mereka melihat Jiuzhua memiliki fokus jangka panjang pada skenario pemilahan yang kompleks, seperti limbah padat perkotaan. Keunggulan efek aplikasi praktis yang ditunjukkan oleh teknologi pengenalan komposit multimodal AI Jiuzhua dinilai memiliki potensi replikasi yang luas.
Sementara itu, Baiyun Construction Science & Technology menyoroti percepatan pembangunan sistem sumber daya terbarukan di perkotaan. Kemampuan pemilahan cerdas yang diwakili oleh Jiuzhua dianggap sebagai pegangan teknis penting untuk meningkatkan efisiensi daur ulang kota dan mengurangi tekanan pada pemrosesan akhir sampah.
Investasi ini diharapkan dapat mempercepat kematangan teknologi Jiuzhua melalui iterasi di lingkungan aplikasi nyata, serta mendorong ekspansi pasar yang lebih agresif. Saat ini, teknologi Jiuzhua telah mendarat di berbagai sektor, termasuk limbah plastik campuran, sampah rumah tangga, sampah konstruksi/renovasi, hingga limbah padat industri.
Ke depan, dengan dukungan dana baru ini, Jiuzhua berencana untuk terus mendorong teknologinya ke lebih banyak kategori sumber daya terbarukan, sekaligus memperkuat branding mereka di mata perusahaan daur ulang dan pabrik pengolahan limbah.

