Facebook Hapus 200 Akun Kelompok Supremasi Kulit Putih

Telset.id, Jakarta  – Facebook menghapus hampir 200 akun kelompok supremasi kulit putih yang menebar ujaran kebencian terhadap warga kulit hitam. Kelompok ini mendorong anggotanya untuk memprotes aksi demo atas pembunuhan George Floyd oleh polisi.

Seperti dikutip Telset.id dari New York Post, Minggu (7/6/2020), dalam beberapa kasus, kelompok supremasi kulit putih ini berencana melakukan pembunuhan menggunakan senjata. Akun-akun tersebut tak hanya eksis di Facebook, tapi juga Instagram.

{Baca juga: Bos Facebook “Galau” Hapus Postingan Kontroversial Donald Trump}

Mereka ada hubungannya dengan Proud Boys dan the American Guard, dua kelompok kebencian yang sudah dilarang di platform Facebook. Pejabat setempat sudah memantau akun-akun itu dan bersiap melakukan tindakan.

Para pejabat tersebut dalam persiapan untuk menghapusnya ketika melihat sejumlah unggahan yang berusaha untuk mengeksploitasi protes yang dipicu oleh kematian George Floyd di Minneapolis, AS.

“Kami melihat mereka berencana mengumpulkan pendukung dan anggota untuk ikut aksi protes dan bersiap menggunakan senjata,” kata Brian Fishman, direktur kebijakan kontraterorisme dan organisasi Facebook.

Sayang, Facebook tidak membocorkan detail pengguna akun, termasuk seperti apa rencana spesifik untuk protes atau di mana mereka tinggal di AS. Yang jelas, sekitar 190 akun telah dihapus secara keseluruhan.

Proud Boys dan American Guard dilarang dari Facebook karena melanggar aturan soal ujaran kebencian. Facebook akan terus menghapus halaman baru, grup, atau akun yang dibuat oleh pelanggar aturan.

{Baca juga: Karyawan Facebook Mogok Kerja Gegara Postingan Donald Trump}

Sekadar informasi, awal pekan ini Facebook juga mengumumkan penghapusan segelintir akun yang dibuat oleh supremasi kulit putih yang telah mengklaim diri di Twitter sebagai anggota gerakan antifa paling kiri. [SN/HBS]

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -