Persaingan ketat antara YouTube Shorts dan TikTok semakin memanas. Menjelang tenggat larangan TikTok di AS pada 5 April, YouTube tak mau tinggal diam. Platform besutan Google ini mengumumkan serangkaian fitur baru yang dirancang untuk memanjakan kreator konten pendek. Dari editor video yang lebih canggih hingga stiker AI, YouTube berambisi merebut hati para kreator yang mungkin kehilangan “rumah” jika TikTok benar-benar diblokir.
Editor Video yang Lebih Pintar
YouTube mengakui bahwa editor video yang lebih baik adalah salah satu permintaan terbesar dari kreator Shorts. Kini, mereka menjawabnya dengan pembaruan yang memungkinkan pengguna mengatur waktu klip dengan mudah, memindahkan atau menghapus bagian tertentu, menambahkan musik atau teks yang sesuai dengan timing, serta melihat pratinjau sebelum mempublikasikan. Fitur ini mirip dengan kemampuan editing di TikTok, yang selama ini menjadi andalan kreator.
Menariknya, pembaruan ini muncul tepat ketika Meta dikabarkan sedang bersiap meluncurkan aplikasi “Edits” yang disebut-sebut sebagai pesaing CapCut milik ByteDance. YouTube jelas tak ingin ketinggalan dalam perlombaan fitur editing ini.
Stiker AI dan Gambar yang Lebih Ekspresif
Tak hanya editing, YouTube Shorts juga memperkenalkan stiker berbasis AI yang bisa dibuat hanya dengan mengetikkan teks sederhana. Misalnya, Anda bisa meminta stiker “tanaman berotot” atau “kucing pakai kacamata hitam,” dan sistem AI akan menghasilkan gambar sesuai imajinasi Anda. Selain itu, kreator juga bisa mengunggah foto dari galeri dan mengubahnya menjadi stiker gambar, memungkinkan variasi konten yang lebih personal.
Auto-Sync dengan Musik
Salah satu fitur yang paling dinanti adalah kemampuan untuk menyinkronkan klip secara otomatis dengan irama lagu. Sebelumnya, kreator harus melakukannya secara manual, yang tentu memakan waktu. Dengan fitur baru ini, YouTube Shorts menawarkan kemudahan serupa dengan tool “Beats” di CapCut. Ini bisa menjadi game-changer bagi kreator yang sering menggunakan musik dalam konten mereka.
Template yang Lebih Fleksibel
YouTube juga berencana meningkatkan template Shorts dengan memungkinkan pengguna memasukkan foto dari galeri mereka. Efek khusus juga akan ditambahkan ke dalam template, mengikuti tren yang populer di TikTok. Dengan begitu, kreator bisa lebih mudah membuat konten yang menarik tanpa harus memulai dari nol.
Dengan semua fitur baru ini, YouTube Shorts jelas sedang berusaha keras untuk menjadi alternatif utama jika TikTok benar-benar hilang dari pasar AS. Pertanyaannya, apakah para kreator akan berpindah? Jawabannya mungkin tergantung pada seberapa mulus YouTube bisa menghadirkan pengalaman yang setara—atau bahkan lebih baik—dibanding pesaing utamanya.