Ilustrasi konseptual pemain sepak bola dengan efek filter cat minyak ala seni AI generatif

WSC Sports Klaim Konten Piala Dunia Kini Dihasilkan AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • WSC Sports klaim produksi konten Piala Dunia untuk Kan 11 di Israel sepenuhnya otomatis menggunakan AI tanpa campur tangan manusia
  • AI menganalisis pertandingan secara real-time dan menghasilkan konten untuk berbagai platform
  • Divisi WSC Studios ciptakan serial animasi "The Alley & Oop Show" untuk NBA dengan karakter dan suara hasil AI
  • Penggunaan AI diklaim telah mengurangi jumlah staf secara signifikan
  • Studi terbaru menemukan sistem AI masih lemah dalam menganalisis peristiwa olahraga

Telset.id – Penonton Piala Dunia di Israel kini menikmati tayangan yang diklaim sepenuhnya dihasilkan oleh kecerdasan buatan. WSC Sports, sebuah perusahaan teknologi olahraga, mengumumkan bahwa mereka telah mengotomatiskan produksi konten untuk siaran Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Itai Epstein, Vice President of New Ventures di WSC Sports, mengungkapkan klaim tersebut dalam acara Microsoft AI Tour Tel Aviv 2026. Epstein menyatakan bahwa perusahaannya memproduksi konten bertema Piala Dunia yang sepenuhnya otomatis untuk berbagai penyiar di seluruh dunia.

“Dengan AI, Anda dapat membuat konten olahraga yang lebih personal dan lokal, di mana semua orang dapat melihat hanya apa yang mereka inginkan, kapan mereka mau, di mana mereka mau,” ujar Epstein seperti dikutip dari laporan Calcalist.

Epstein secara spesifik menyoroti kemitraan dengan Kan 11, penyiar milik negara Israel. Melalui kerja sama ini, WSC Sports menyediakan materi yang dihasilkan AI untuk liputan Piala Dunia di Israel.

“Kami memiliki kemitraan dengan Kan 11 di mana kami membuat konten untuk semua orang yang menonton liputan Piala Dunia,” jelas Epstein. “Semua orang yang menonton konten olahraga di Israel juga menerima cerita melalui kami yang diperbarui secara langsung selama pertandingan, serta ringkasan pertandingan. Semua konten Piala Dunia yang Anda tonton berasal dari WSC Sports.”

Ketika ditanya oleh panelis apakah konten olahraga WSC diproduksi secara otomatis tanpa input, editing, atau produksi studio manusia, Epstein menjawab dengan tegas. “AI menganalisis pertandingan secara real-time, mengidentifikasi apa yang menarik, dan menghasilkan berbagai jenis konten untuk digital, televisi, dan setiap platform,” jelasnya.

Seorang pemain sepak bola di lapangan dengan filter efek cat minyak yang menghaluskan gambar hingga tidak ada detail yang terlihat, meniru gaya awal seni AI.

WSC Sports juga telah mengembangkan divisi baru bernama WSC Studios dalam dua tahun terakhir. Divisi ini menggunakan model generatif untuk teks, audio, gambar, dan video untuk menciptakan konten olahraga yang ditujukan bagi anak-anak.

Salah satu contoh konkret adalah kolaborasi dengan NBA. WSC Sports menciptakan karakter baru bernama Alley dan Oop yang mengajarkan anak-anak tentang NBA. Karakter-karakter ini muncul dalam serial digital bergambar yang dinamakan “The Alley & Oop Show”.

“Ini adalah serial digital bergambar dengan dua karakter anak-anak yang seperti kreator NBA untuk anak-anak, dan mereka memiliki bus ajaib, ‘Hoopmobile’ mereka, yang membawa mereka dari kota ke kota di Amerika Serikat,” jelas Epstein. “Mereka mengajari anak-anak tentang pemain, permainan, dan tim, dan itu adalah bagian dari apa yang kami lakukan untuk menghubungkan generasi berikutnya dengan olahraga.”

Epstein juga mengungkapkan bahwa penggunaan AI telah menghasilkan pengurangan staf yang signifikan. Suara karakter untuk program anak-anak, misalnya, disintesis menggunakan model text-to-speech berdasarkan versi kloning dari suara aktor. Sementara itu, serial olahraga dewasa membutuhkan “lebih sedikit orang” untuk diproduksi.

Perkembangan ini menarik untuk dicermati di tengah meningkatnya adopsi AI di berbagai sektor. Beberapa startup mantan karyawan Tesla juga tengah mengembangkan teknologi robotik, menunjukkan tren otomatisasi yang semakin meluas.

Namun, klaim WSC Sports perlu dihadapkan pada temuan studi terbaru. Penelitian menunjukkan bahwa sistem AI masih memiliki kelemahan dalam menganalisis, mengindeks, dan memberi label peristiwa olahraga. Hal ini menjadi catatan penting mengingat sebagian besar bisnis WSC Sports berfokus pada transformasi konten olahraga langsung dan arsip menjadi pengalaman yang cerdas, dapat dicari, dan personal.

Pertanyaan mendasar pun muncul: seberapa besar klaim Epstein didasarkan pada hasil nyata, dan seberapa banyak yang merupakan gebrakan hubungan masyarakat belaka? Jawabannya akan terlihat dari respons penggemar olahraga terhadap konten yang dihasilkan AI ini.

Dalam konteks industri yang lebih luas, tren ini menunjukkan bagaimana AI mulai merambah ke ranah kreatif dan produksi konten. Startup AI shift bahkan menawarkan layanan bersih-bersih apartemen gratis di New York, menunjukkan diversifikasi penggunaan teknologi ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.