📑 Daftar Isi

Sensor panel di atas mobil otonom Waymo dengan penumpang di latar belakang

Waymo Ciptakan Pengemudi Virtual untuk Tingkatkan Keamanan Robotaxi

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Waymo mengembangkan sistem kognitif ReD (Reference Driver) untuk memodelkan perilaku pengemudi manusia yang aman
  • ReD dikembangkan bersama Delft University of Technology dan dipublikasikan di jurnal Nature
  • Sistem ini menggunakan konsep active inference untuk meminimalkan kejutan dan mensimulasikan pengambilan keputusan manusia
  • ReD mampu memodelkan penghindaran proaktif dengan mengantisipasi risiko sebelum konflik terjadi
  • Waymo akan merilis ReD sebagai open source untuk akademisi guna mempercepat pengembangan standar keselamatan AV

Telset.id – Waymo mengembangkan sistem kognitif baru bernama ReD (Reference Driver) yang memodelkan cara pengemudi manusia aman di jalan, dengan tujuan menguji sistem ini melawan robotaxi miliknya sendiri untuk meningkatkan penghindaran kecelakaan. Langkah ini diambil untuk mencari tahu apa yang membuat pengemudi manusia lebih baik daripada sistem otonom.

“Evaluasi keselamatan AV memiliki banyak sisi, dan memahami bagaimana manusia menangani konflik adalah bagian penting dari teka-teki,” ujar kepala keselamatan Waymo, Mauricio Pena. “Dengan menetapkan model referensi respons manusia yang kompeten ini, kami dapat membantu industri bergerak menuju pendekatan yang berbasis ilmiah dan terbagi untuk mengevaluasi perilaku penghindaran tabrakan.”

Waymo mengembangkan model ReD bekerja sama dengan Delft University of Technology di Belanda dan mempublikasikan temuan tersebut dalam sebuah makalah penelitian di jurnal Nature. Perusahaan tersebut menyamakan sistem ini dengan boneka uji tabrak perilaku yang dirancang untuk menghindari kecelakaan sejak awal.

Bagaimana Cara Kerja Sistem ReD?

ReD didasarkan pada konsep ilmu saraf yang disebut active inference, yang beranggapan bahwa manusia selalu berusaha meminimalkan kejutan. Sistem ini memperluas model Waymo sebelumnya dengan mensimulasikan “bagaimana pengemudi manusia yang hati-hati dan kompeten memperbarui keyakinan mereka saat situasi berkembang, mengelola ketidakpastian tentang niat pengguna jalan lain, dan memilih manuver mengelak, apakah itu mengerem, membelok, atau kombinasi keduanya,” tulis Waymo.

Model ini menggabungkan beberapa sifat manusia: “looming” menilai ancaman berdasarkan seberapa cepat suatu objek tumbuh di bidang pandangnya; “traffic norm” menyaring tindakan yang berada di luar perilaku taat hukum untuk menyusun rencana jika terjadi kesalahan. Sistem ini bahkan memperhitungkan mengemudi dengan satu kaki dengan menciptakan jeda 0,2 detik antara pedal gas dan rem.

Yang menarik, ReD juga melakukan sesuatu yang banyak dari kita ajarkan oleh orang tua atau instruktur mengemudi: berasumsi bahwa sesuatu akan salah. “ReD dapat memodelkan penghindaran proaktif, menunjukkan bagaimana pengemudi yang kompeten mengantisipasi potensi risiko untuk menghindari memasuki konflik sejak awal,” jelas tim Waymo.

Implikasi untuk Industri Robotaxi

Langkah Waymo mengembangkan ReD ini menjadi penting di tengah meningkatnya pengawasan terhadap keselamatan robotaxi. Sejumlah insiden sebelumnya, seperti penyelidikan NTSB terkait insiden bus sekolah dan gugatan atas kecelakaan yang melukai pesepeda di San Francisco, menunjukkan bahwa teknologi otonom masih memiliki celah keamanan yang perlu diperbaiki.

Waymo saat ini bekerja sama dengan peneliti lain, organisasi keselamatan, dan regulator untuk menyempurnakan model yang mencerminkan pengemudi manusia yang “hati-hati dan kompeten”. Untuk mempercepat proses tersebut, perusahaan akan membuat ReD tersedia secara open source di bawah lisensi akademik (non-komersial).

Dengan pendekatan ini, Waymo berharap dapat menciptakan standar industri yang lebih ilmiah dalam mengevaluasi perilaku penghindaran tabrakan pada kendaraan otonom. Namun, efektivitas ReD dalam mengurangi insiden di dunia nyata masih harus dibuktikan melalui pengujian lebih lanjut.

Seperti yang terlihat dalam berbagai investigasi, termasuk yang menyelidiki alasan robotaxi Waymo menyenggol bocah, tantangan terbesar sistem otonom adalah memprediksi perilaku tidak terduga dari pengguna jalan lain. ReD hadir sebagai upaya untuk menjembatani kesenjangan antara kemampuan mesin dan intuisi manusia dalam berkendara.

Ke depannya, model open source ini bisa menjadi tolok ukur bagi seluruh industri otonom untuk mengukur seberapa baik sistem mereka dalam menghindari kecelakaan dibandingkan dengan pengemudi manusia yang kompeten.

Komentar

Belum ada komentar.