Telset.id ā Kabar mengejutkan datang dari industri teknologi. Paul Meade, seorang Vice President Apple yang memimpin Vision Products Group, dikabarkan akan meninggalkan perusahaan minggu depan untuk bergabung dengan OpenAI.
Kepergian eksekutif top yang bertanggung jawab atas headset Apple Vision Pro dan proyek kacamata pintar Apple ini menjadi salah satu peristiwa besar di tahun 2026. Menurut laporan Bloomberg, Meade akan memulai divisi hardware baru di OpenAI.
Keputusan ini memiliki dampak signifikan bagi kedua raksasa teknologi tersebut. Bagi Apple, hilangnya pemimpin kunci di lini produk visioner menjadi tantangan tersendiri. Di sisi lain, OpenAI mendapatkan figur berpengalaman untuk mewujudkan ambisi perangkat keras kecerdasan buatan mereka.
OpenAI sendiri telah mengembangkan perangkat bertenaga AI bersama dengan startup milik Jony Ive sejak tahun 2025. Meskipun startup Ive, io, telah bergabung dengan OpenAI dalam kesepakatan senilai $6,5 miliar, perusahaan tersebut tetap beroperasi secara independen. Belum jelas bagaimana departemen hardware internal baru ini akan mempengaruhi kerja sama OpenAI dengan startup milik Ive.
Peran Baru Paul Meade di OpenAI
Bloomberg melaporkan bahwa Meade akan mengawasi pengembangan serangkaian perangkat bertenaga AI. Sebelumnya, The Information melaporkan bahwa studio Ive juga sedang mengerjakan serangkaian perangkat AI, termasuk smart speaker yang diperkirakan akan tersedia pada tahun 2027.
Pengalaman Meade di Apple sangat relevan dengan peran barunya. Selama tujuh tahun, ia memimpin rekayasa hardware untuk headset Apple Vision Pro dan juga memimpin proyek kacamata pintar perusahaan. Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Apple tidak akan meluncurkan model kacamata pintar pertamanya hingga akhir tahun 2027.
Sebelum bergabung dengan Vision Products Group pada tahun 2017, Meade juga pernah mengerjakan iPad dan iPhone. Ia kemudian mengawasi rekayasa hardware grup tersebut beberapa tahun kemudian.
Baca Juga:
Pengaruh pada Apple dan OpenAI
Kepergian Meade disebut-sebut dipicu oleh akan segera diangkatnya John Ternus sebagai CEO Apple. Ternus saat ini menjabat sebagai SVP of Hardware Engineering dan akan menggantikan Tim Cook pada 1 September. Bloomberg melaporkan bahwa keputusan Meade untuk pergi adalah akibat dari pengangkatan Ternus tersebut.
Fletcher Rothkopf, salah satu pendiri tim Apple Vision Pro, akan mengambil alih banyak tanggung jawab Meade. Ini menunjukkan bahwa Apple telah menyiapkan rencana suksesi untuk posisi penting tersebut.
Sementara itu, OpenAI semakin serius dalam mengembangkan perangkat keras AI. Dengan merekrut eksekutif sekaliber Meade, perusahaan yang dipimpin Sam Altman ini menunjukkan ambisinya untuk tidak hanya menjadi pemain software, tetapi juga hardware.
Perkembangan ini juga menarik mengingat persaingan di pasar perangkat AR/VR yang semakin ketat. Apple sendiri baru-baru ini juga menyesuaikan strategi chip mereka, seperti yang dilaporkan dalam artikel tentang strategi chip M6 yang hanya akan hadir dalam versi dasar.
Masa Depan Perangkat AI
Dengan bergabungnya Meade, OpenAI diprediksi akan mempercepat pengembangan perangkat keras AI mereka. Pengalamannya memimpin pengembangan Apple Vision Pro dan produk-produk Apple lainnya menjadi aset berharga.
Namun, masih belum jelas bagaimana divisi hardware baru OpenAI akan berkoordinasi dengan proyek yang sedang dikerjakan oleh studio Jony Ive. Apakah akan ada dua lini produk berbeda atau justru saling melengkapi?
Bagi Apple, kehilangan pemimpin Vision Products Group tentu menjadi tantangan. Namun, dengan pengalaman Fletcher Rothkopf yang merupakan salah satu pendiri tim Apple Vision Pro, perusahaan yang berbasis di Cupertino ini diharapkan tetap dapat melanjutkan pengembangan produk visioner mereka.
Perubahan strategi ini juga terjadi di tengah kabar bahwa Apple hanya akan menyiapkan 10 juta unit iPhone lipat, yang menunjukkan pendekatan hati-hati perusahaan terhadap kategori produk baru.





Komentar
Belum ada komentar.