πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi moratorium data center AI di Texas dan berbagai negara bagian AS

Texas Moratorium Data Center AI: 9 Negara Bagian AS Ikut Hentikan Sementara

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Gubernur Texas Greg Abbott mengumumkan moratorium persetujuan data center melalui PUCT dan ERCOT
  • Sembilan negara bagian AS memberlakukan moratorium data center: Texas, Delaware, Georgia, Michigan, New York, Pennsylvania, South Carolina, Vermont, Virginia
  • Enam negara bagian gagal mengesahkan RUU moratorium: Maryland, Minnesota, New Hampshire, Oklahoma, South Dakota, Wisconsin
  • Lebih dari 700 data center sedang dibangun di 38 negara bagian AS
  • 4.500+ fasilitas data center aktif mengonsumsi 4,4% total listrik AS
  • Konsumsi energi diproyeksikan berlipat ganda pada 2028 akibat beban kerja AI
  • Moratorium dilatarbelakangi keluhan warga tentang konsumsi air, listrik, polusi suara, dan alih fungsi lahan hijau

Telset.id – Texas resmi menghentikan sementara persetujuan pembangunan data center AI baru. Gubernur Greg Abbott mengumumkan moratorium untuk semua persetujuan data center melalui Public Utility Commission of Texas (PUCT) dan Electric Reliability Council of Texas (ERCOT) hingga audit selesai dilakukan.

Keputusan ini menjadikan Texas sebagai negara bagian terbaru yang bergabung dengan daftar panjang wilayah di Amerika Serikat yang membatasi pengembangan data center. Langkah tersebut diambil setelah banyaknya keluhan dari warga tentang dampak negatif yang ditimbulkan oleh pusat data, mulai dari konsumsi listrik dan air yang masif hingga polusi suara dari sistem pendingin.

Dalam pernyataan tertulisnya kepada kedua lembaga tersebut, Abbott menegaskan prioritas utama adalah melindungi keselamatan dan kualitas hidup warga Texas. β€œSetiap proyek yang gagal memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh PUCT dan ERCOT, serta hukum negara bagian, harus ditolak koneksinya ke jaringan listrik Texas. Sederhananya, warga Texas harus didahulukan,” ujarnya.

data centers

Daftar Negara Bagian yang Memberlakukan Moratorium

Berdasarkan informasi dari The National Conference of State Legislatures, setidaknya delapan negara bagian lain telah memberlakukan, melanjutkan, atau mengesahkan undang-undang terkait pembatasan pengembangan data center. Delaware memperkenalkan moratorium izin untuk data center di atas 100 MW hingga Januari 2027. Georgia melarang pemerintah daerah memberikan izin data center hingga Desember 2028.

Michigan memberlakukan moratorium yang melarang pemerintah daerah dan komisi layanan publik menyetujui data center baru hingga April 2027. New York mengesahkan undang-undang yang memberlakukan moratorium satu tahun untuk data center di atas 20 MW. Pennsylvania memperkenalkan moratorium tiga tahun untuk data center baru yang disertai studi dampak.

South Carolina memberlakukan moratorium yang melarang persetujuan lokal untuk data center sampai legislatif mengadopsi kerangka pengawasan yang komprehensif. Vermont memberlakukan moratorium data center hingga 2030 dan mewajibkan studi dampak. Virginia melanjutkan moratorium yang melarang persetujuan akhir data center baru sampai semua permintaan interkoneksi terpenuhi atau hingga Juli 2028.

Sementara itu, sejumlah negara bagian seperti Maryland, Minnesota, New Hampshire, Oklahoma, South Dakota, dan Wisconsin gagal mengesahkan RUU moratorium terhadap data center baru.

Alasan di Balik Penolakan Masyarakat

Perkembangan pesat data center telah dikaitkan dengan berbagai dampak buruk. Ekspansi pusat data di wilayah DMV (Washington, D.C., Maryland, dan Virginia) serta Georgia dilaporkan mendorong warga meninggalkan rumah mereka karena area yang mereka tempati dianggap sebagai lahan subur untuk pembangunan data center baru.

data centers

Penolakan yang semakin besar terhadap data center terutama disebabkan oleh konsumsi air dan listrik dalam jumlah besar yang kemudian menaikkan tagihan utilitas bagi warga sekitar. Polusi suara terus-menerus dari sistem pendingin, emisi udara dari generator cadangan, serta konversi ruang hijau alami seperti lahan pertanian menjadi gudang industri raksasa menjadi daftar keluhan panjang yang valid terhadap pembangunan data center yang berkelanjutan.

Statistik Data Center di Amerika Serikat

Data dari Electric Choice menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan. Lebih dari 700 data center saat ini sedang dibangun di 38 negara bagian. Lebih dari 4.500 fasilitas aktif tersebar di seluruh 50 negara bagian dan mengonsumsi 4,4% dari total listrik AS. Konsumsi energi alami total diproyeksikan berlipat ganda pada 2028, didorong terutama oleh beban kerja AI.

Meskipun tampaknya ada dorongan lebih besar untuk memproduksi lebih banyak data center, sejumlah negara bagian justru bangkit melawan arus AI dengan memberlakukan jeda sementara pada pengembangan yang bergerak cepat ini. Bagi warga yang ingin mengetahui apakah data center telah dibangun atau direncanakan di negara bagian mereka, situs seperti Cleanview dan Track Data Centers dapat menjadi referensi yang bermanfaat.

Langkah Texas ini menunjukkan tren perlawanan yang semakin meluas terhadap pembangunan data center AI. Keputusan Gubernur Abbott untuk menghentikan sementara persetujuan koneksi ke jaringan listrik menjadi sinyal kuat bahwa kesejahteraan warga menjadi prioritas di tengah gencarnya ekspansi infrastruktur AI. Perkembangan ini tentu akan menjadi perhatian bagi industri teknologi yang selama ini mengandalkan data center sebagai tulang punggung layanan AI mereka.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.