Tencent Video dan Beijing Film Academy Bentuk Lab AI untuk Film Masa Depan

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Telset.id – Tencent Video dan Beijing Film Academy (BFA) secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan mendirikan “AI Film and Television Joint Laboratory”. Kerja sama yang diteken pada 13 Januari 2026 ini bertujuan mendorong fusi industri perfilman dengan teknologi kecerdasan buatan, mulai dari produksi konten, pengembangan model, hingga kompetisi dan pendidikan talenta muda.

Acara penandatanganan dan peresmian laboratorium dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kedua institusi. Dari sisi Tencent, hadir Sun Zhonghuai, Wakil Presiden Tencent dan Ketua Tencent Online Video, serta Wang Juan, Presiden Bersama dan Kepala Konten Tencent Online Video. Sementara BFA diwakili oleh Hu Qiang, Wakil Sekretaris Partai dan Presiden Akademi, Tong Lei, Anggota Komite Tetap dan Wakil Presiden, serta Pan Ruojian, Wakil Presiden.

Laboratorium bersama ini akan menjadi wadah kolaborasi intensif di tiga area utama: produksi proyek film AI, pembangunan model video generatif, serta penyelenggaraan kompetisi dan pemberian penghargaan. Fokusnya adalah eksplorasi ilmiah, praktik aplikasi, sinergi industri, dan yang tak kalah penting, regenerasi sumber daya manusia di bidang film AI.

Kolaborasi Nyata dalam Produksi Konten

Dalam hal produksi, Tencent Video akan membuka akses terhadap IP dan proyek nyata mereka kepada tim mahasiswa dan pengajar BFA untuk dikerjakan bersama. Proyek-proyek ini akan mencakup beragam genre, seperti animasi berkualitas tinggi, serial animasi pendek, drama pendek live-action, hingga film cerita panjang. Tujuannya adalah mengeksplorasi nilai kreatif dan metode penerapan teknologi AI dalam berbagai tahapan produksi, dengan mengintegrasikan skenario kreatif pasar yang sesungguhnya ke dalam lingkungan akademik.

Pendekatan praktis ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara teori di kampus dan tuntutan industri yang dinamis. Inisiatif serupa juga tengah diuji coba oleh perusahaan teknologi lain, seperti upaya OpenAI garap film animasi “Critterz” yang bertujuan mengoptimalkan efisiensi produksi.

Membangun Model Generatif dan Alur Kerja

Aspek teknis kolaborasi akan menyentuh pembangunan model video generatif, baik untuk konten live-action maupun animasi. Tencent Video akan menyumbangkan data pelatihan yang relevan, sementara tim dari BFA akan terlibat aktif dalam proses pengembangan model. Kontribusi mereka meliputi penyusunan standar anotasi data, pelaksanaan anotasi itu sendiri, pembangunan standar evaluasi model, hingga memberikan umpan balik evaluasi.

Lebih dari sekadar model, kedua pihak berkomitmen untuk bersama-sama menciptakan sistem alur kerja dan perangkat produksi film AI yang terintegrasi. Sistem ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan workflow industri perfilman, sehingga kemampuan generative AI dapat diterapkan secara sistematis dalam proses kreatif. Langkah ini menandakan percepatan adopsi AI yang lebih terstruktur, berbeda dengan eksperimen terpisah yang selama ini banyak dilakukan.

Gelombang integrasi AI dalam industri kreatif global semakin nyata, terlihat dari berbagai proyek besar yang diumumkan, termasuk Film Street Fighter 2026 yang juga memanfaatkan teknologi modern dalam produksinya.

Kompetisi dan Regenerasi Talenta Muda

Untuk merangsang kreativitas yang lebih luas, Tencent Video dan BFA akan bersama-sama mengorganisir kompetisi film AI berskala nasional. Kompetisi bersama pertama rencananya baru akan digelar pada tahun 2026. Ajang ini akan mengundang para kreator dari seluruh negeri untuk mengikuti tantangan pembuatan video berbasis AI.

Tim juri akan terdiri dari pakar akademis dari kampus dan praktisi industri. Tencent Video akan menyediakan dana insentif dan dukungan pemutaran untuk karya-karya pemenang. Selain itu, laboratorium juga akan memainkan peran kunci dalam mencetak talenta muda yang mahir dalam teknologi AIGC (AI-Generated Content).

Mahasiswa yang menunjukkan performa luar biasa di lab berkesempatan mendapatkan tempat magang di Tencent Video. Begitu pula pemenang kompetisi yang menonjol akan mendapat jalur langsung untuk praktik kerja di perusahaan tersebut. Skema ini secara jelas ingin membuka jalan yang lebih lebar antara praktik kreatif dan perkembangan industri, menciptakan pipeline talenta yang siap pakai.

Fenomena kolaborasi antara studio film besar dengan teknologi terbaru juga bisa disimak dalam rangkuman trend terbaik New York Comic Con, yang sering menjadi barometer arah industri hiburan.

Kemitraan strategis antara raksasa streaming dan institusi pendidikan film ternama ini bukan hanya sekadar proyek simbolis. Ini adalah langkah konkret dan terstruktur untuk membentuk masa depan industri perfilman yang lebih efisien, inovatif, dan tidak terpisahkan dari kemajuan teknologi kecerdasan buatan. Hasil dari laboratorium ini nantinya akan menjadi penentu seberapa dalam transformasi AI akan mengubah lanskap kreatif di China dan mungkin, dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI