šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi AI enterprise dengan visualisasi koneksi global dan teknologi kecerdasan buatan

Strategi AI Enterprise: Horizontal Jadi Fondasi, Vertikal Kunci Keunggulan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • AI horizontal menangani proses bisnis umum, mudah diimplementasikan namun semakin terkomoditisasi
  • AI vertikal dirancang khusus untuk tantangan industri spesifik dengan integrasi data dan alur kerja inti
  • Kombinasi kedua pendekatan menghasilkan peningkatan produktivitas 15-20 persen di seluruh alur kerja
  • Risiko terbesar adalah berhenti di deployment horizontal dan menganggapnya sebagai tujuan akhir
  • Enterprise platform kini mengirimkan tim agen khusus untuk hasil seperti penagihan kas dan pengadaan pemasok
  • Urutan investasi yang benar: mulai dari horizontal untuk fondasi, lalu lanjut ke vertikal untuk keunggulan kompetitif

Telset.id – Perusahaan yang serius memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) perlu memahami perbedaan mendasar antara AI horizontal dan AI vertikal. AI horizontal menangani proses bisnis umum secara luas, sementara AI vertikal dirancang untuk memecahkan tantangan spesifik industri dengan mengintegrasikan keahlian domain, data kepemilikan, dan alur kerja inti. Pemahaman tentang perbedaan ini menentukan apakah perusahaan hanya meraih efisiensi tambahan atau membangun keunggulan kompetitif yang nyata.

Neil Sholay, Vice President AI Business Value at Oracle, EMEA, menjelaskan bahwa banyak pemimpin enterprise memperlakukan AI seperti peluru perak. Mereka memasang asisten digital atau copilot dan berharap hasil instan, padahal dampaknya tidak pernah mencapai skala yang dibutuhkan bisnis. Masalahnya, solusi horizontal memang mudah diimplementasikan, dan justru karena kemudahan itulah solusi tersebut semakin terkomoditisasi. Ketika semua orang menggunakan alat yang sama, tidak ada satu pun yang memiliki keunggulan kompetitif.

Ai tech, businessman show virtual graphic Global Internet connect Chatgpt Chat with AI, Artificial Intelligence.

Paradoks Kompleksitas AI Horizontal vs Vertikal

Ada paradoks yang belum dipahami banyak organisasi. AI horizontal mudah digunakan tetapi memberikan nilai marjinal jika berdiri sendiri. Sebaliknya, AI vertikal lebih sulit dibangun tetapi mampu mengubah profit and loss (P&L) perusahaan secara signifikan. Kebanyakan enterprise justru terjebak di lapisan pertama tanpa melanjutkan ke lapisan kedua.

Contohnya, asisten digital generik mungkin menghemat beberapa jam kerja tim layanan pelanggan setiap minggu. Itu nyata dan menjadi titik awal yang diperlukan, tetapi tidak transformatif. Bandingkan dengan sistem AI yang dirancang khusus untuk industri tertentu, terintegrasi dengan alur kerja inti, dan memanfaatkan data kepemilikan serta keahlian domain. Itu bukan sekadar asisten, melainkan rekayasa proses bisnis. Kedua pendekatan ini bekerja paling baik ketika dikombinasikan, bukan dipertentangkan.

Dalam workshop yang digelar di seluruh Eropa, Neil Sholay menyaksikan organisasi yang melapisi kemampuan AI vertikal di atas fondasi horizontal berhasil membuka peningkatan produktivitas 15 hingga 20 persen atau lebih. Peningkatan ini terjadi bukan per fungsi, melainkan di seluruh alur kerja. Lapisan horizontal menciptakan jaringan penghubung, sementara lapisan vertikal menciptakan lompatan perubahan.

A representative abstraction of artificial intelligence

Mengapa AI Vertikal Meningkatkan Semua Aspek

AI vertikal meningkatkan apa yang sudah dibangun oleh AI horizontal. Solusi ini memahami bisnis Anda: proses, kendala, persyaratan kepatuhan, dan pendorong pendapatan. AI vertikal tidak mencoba menjadi segalanya untuk semua orang. Solusi ini dibuat khusus untuk masalah spesifik, berjalan di atas platform dan alur kerja yang sudah digunakan tim.

Di sinilah model ekosistem berperan. Dunia infrastruktur cloud mengikuti pola serupa: hyperscaler menyediakan lapisan fondasi, vendor khusus membangun di atasnya, dan integrator sistem mengorkestrasi semuanya. Enterprise AI kini mereplikasi logika tersebut. Organisasi tidak perlu lagi menghabiskan waktu berbulan-bulan mengevaluasi solusi generik. Mereka dapat menemukan, menguji, dan menerapkan agen khusus industri dalam hitungan hari, di atas sistem yang sudah dimiliki.

Pergeseran paling signifikan adalah platform enterprise kini mengirimkan tim agen khusus yang terkoordinasi, dirancang untuk hasil seperti penagihan kas, penjadwalan tenaga kerja, atau pengadaan pemasok. Ini bukan lagi teori, melainkan sudah operasional. Integrator sistem dan vendor software bisnis independen kini menghadirkan solusi AI vertikal yang tervalidasi di bidang keuangan, SDM, rantai pasok, dan pengalaman pelanggan. Ini bukan alat generik yang menggantikan kemampuan yang ada, melainkan agen cerdas yang dirancang khusus untuk tantangan industri dan fungsional tertentu.

Risiko Nyata: Berhenti di Lapisan Pertama

Kekhawatiran terbesar Neil Sholay adalah organisasi yang merasa nyaman dengan deployment AI horizontal dan menganggapnya sebagai garis finis. Mereka sudah mencentang kotak, menerapkan AI, dan bisa membicarakannya dalam panggilan pendapatan. Namun, mereka salah memahami titik infleksi yang sedang terjadi.

Keunggulan kompetitif di bidang AI dulu berarti memiliki akses ke talenta terbaik atau anggaran terbesar, tetapi itu tidak lagi cukup. Keunggulan kini berarti memiliki kejelasan untuk melampaui solusi komoditas dan disiplin untuk berinvestasi pada kemampuan vertikal yang mendorong dampak bisnis nyata. Organisasi yang melakukan ini sekarang sedang membangun keunggulan struktural yang benar-benar dapat dipertahankan. Sebaliknya, enterprise yang memperlakukan deployment horizontal sebagai tujuan akhir sudah mulai merasakan imbal hasil yang marjinal dan bertanya-tanya mengapa pesaing beroperasi dengan ekonomi yang berbeda meski memulai dari baseline yang sama.

Neil Sholay

Jalan ke Depan: Urutkan Investasi dengan Benar

Pesan utamanya bukan untuk meninggalkan AI horizontal, melainkan mengurutkan investasi dengan tepat. Mulailah dengan kemampuan bawaan yang sudah ada di sistem Anda. Gunakan untuk mendorong efisiensi, membangun kepercayaan diri, dan menetapkan fondasi data yang dibutuhkan. Kemudian segera lanjutkan dengan proyek AI vertikal yang menangani proses bisnis paling bernilai dan paling kompleks.

Seriuslah menentukan proses mana yang paling penting bagi P&L Anda. Bangun atau bermitra untuk mengembangkan sistem AI yang dirancang khusus untuk proses tersebut. Ukur secara terus-menerus, lalu skalakan apa yang berhasil. Perusahaan yang unggul bukanlah yang memiliki proyek AI terbanyak, melainkan yang memiliki pendekatan paling disiplin terhadap kedua lapisan. AI horizontal membuka pintu, dan AI vertikal adalah yang Anda bangun setelah melewatinya. Kompleksitas bukan lagi penghalang untuk deployment, melainkan jalan menuju keunggulan kompetitif yang sesungguhnya.

Artikel ini diproduksi sebagai bagian dari TechRadar Pro Perspectives, kanal untuk menampilkan pemikiran terbaik di industri teknologi saat ini. Pandangan yang diungkapkan adalah milik penulis dan tidak mencerminkan TechRadarPro atau Future plc.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.