πŸ“‘ Daftar Isi

Starling Bank logo on card

Starling Luncurkan AI Asisten Agentic untuk Perbankan Modern

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Starling Bank luncurkan Starling Assistant, asisten keuangan agentic AI yang merespons pertanyaan dan menjalankan aksi atas nama nasabah
  • Spending Insights dan Scam Intelligence adalah dua alat AI unggulan yang menggunakan model Gemini dari Google
  • Scam Intelligence meningkatkan tingkat pembatalan pembayaran marketplace sebesar 300 persen
  • Program smart tools diluncurkan untuk mengatasi writer's block nasabah dengan menyediakan prompt yang telah ditentukan
  • Adopsi tertinggi justru berasal dari nasabah yang lebih tua atau baru bergabung, bukan nasabah muda
  • Starling akan meluncurkan smart tools baru setiap minggu dan memungkinkan nasabah membangun tools mereka sendiri
  • AI disebut sebagai masa depan manajemen uang dan frontier berikutnya adalah pembayaran agentic

Telset.id – Starling Bank menghadirkan asisten keuangan agentic AI bernama Starling Assistant yang mampu merespons pertanyaan dan menjalankan aksi atas nama nasabah. Peluncuran ini menandai langkah signifikan dalam pemanfaatan AI generatif dan agentic di sektor perbankan, terutama untuk meningkatkan literasi keuangan dan membantu nasabah mengelola uang mereka dengan lebih baik.

Deputy CIO Starling Bank, Frederic Laurent, mengungkapkan bahwa dalam 18 bulan terakhir pihaknya telah meluncurkan rangkaian alat AI generatif dan agentic yang berfokus pada pelanggan. Menurutnya, banyak bank menggunakan AI di belakang layar, namun Starling ingin memberikan dampak yang lebih besar dengan menempatkan teknologi ini langsung di tangan nasabah.

Mengatasi Keterbatasan AI Prompting

Laurent menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam penggunaan AI adalah mengetahui pertanyaan apa yang harus diajukan. Untuk mengatasi hal ini, Starling meluncurkan program smart tools yang menyediakan serangkaian prompt yang telah ditentukan sebelumnya. Fitur ini dirancang untuk memberikan inspirasi kepada nasabah tentang bagaimana AI dapat membantu mereka, mulai dari mempersiapkan usaha kecil menengah (UKM) untuk Making Tax Digital hingga membantu mahasiswa memaksimalkan pinjaman pemeliharaan mereka.

Starling Bank AI assistant

Sejak menerima lisensi perbankan sepuluh tahun lalu, Starling telah menerapkan keahlian teknologinya untuk memecahkan berbagai masalah nasabah. Mulai dari alat yang membantu nasabah mengontrol perjudian, mengunci kartu jika hilang, hingga mendapatkan wawasan belanja tentang ke mana uang mereka benar-benar pergi. Kini, banyak alat tersebut juga diadopsi oleh bank-bank tradisional.

Namun, masih banyak masalah yang belum bisa diatasi oleh teknologi. Tingkat literasi keuangan di Inggris masih rendah, banyak orang merasa tidak sepenuhnya mengontrol uang mereka, dan penipuan semakin meningkat. Laurent menegaskan bahwa tantangan-tantangan inilah yang ingin diatasi oleh AI.

Dua Alat AI Unggulan Starling

Starling memperkenalkan dua alat AI utama yang menggunakan model Gemini dari Google. Pertama, Spending Insights menggunakan AI generatif untuk membantu nasabah menginterogasi pengeluaran mereka menggunakan bahasa alami. Misalnya, nasabah dapat mengetahui berapa banyak yang mereka habiskan untuk takeaway bulan lalu, yang bisa membuat mereka mempertimbangkan kembali anggaran.

Kedua, Scam Intelligence mendidik nasabah tentang tanda-tanda peringatan penipuan. Alat ini berhasil meningkatkan tingkat pembatalan pembayaran marketplace sebesar 300 persen dan disambut baik oleh Menteri Penipuan Inggris.

Artificial intelligence AI brain graphic with piggy bank and coins for smart financial technology

Laurent membedakan antara AI generatif dan agentic AI. Jika AI generatif melakukan pemikiran, maka agentic AI melakukan tindakan. Starling Assistant memanfaatkan kedua kemampuan ini untuk merespons pertanyaan nasabah dan menjalankan aksi atas nama mereka. Asisten ini dapat membuat anggaran, menyiapkan rencana tabungan, membuka Spaces, atau memeriksa daftar direct debit hanya dengan merespons prompt bahasa alami.

Yang menarik, peluncuran Starling Assistant justru paling banyak digunakan oleh nasabah yang lebih tua atau mereka yang baru bergabung dengan bank, bukan oleh nasabah yang lebih muda atau melek teknologi seperti yang diperkirakan sebelumnya. Bagi banyak orang, mengajukan pertanyaan sederhana adalah cara termudah untuk mengelola uang mereka.

Namun, Laurent mengakui bahwa adopsi belum sekuat yang diharapkan. Penggunaan alat ini mencerminkan pola yang terlihat pada model AI publik, di mana sebagian orang menyukai AI, sebagian mencobanya, dan sebagian lainnya belum melihat potensi penuhnya. Beberapa nasabah juga mengalami writer’s block ketika menghadapi asisten AI dengan peluang yang tampaknya tak terbatas.

Untuk mengatasi hal ini, Starling akan meluncurkan smart tools baru setiap minggu untuk menjaga inspirasi tetap berjalan. Perusahaan juga mendorong nasabah untuk berbagi permintaan mereka sendiri. Segera, nasabah akan diizinkan untuk membangun smart tools mereka sendiri, menyimpannya ke asisten, dan menciptakan pengalaman perbankan AI yang sepenuhnya khusus sesuai kebutuhan mereka.

Laurent menegaskan bahwa AI adalah masa depan manajemen uang dan bank-bank secara kolektif dapat mendorong perubahan perilaku tersebut. Starling akan terus menjalankan mesin smart tool dan mengatasi masalah nasabah seperti yang selalu mereka lakukan. Frontier berikutnya bagi perusahaan adalah pembayaran agentic dan commerce.

Perkembangan ini menunjukkan bagaimana bank dapat memanfaatkan teknologi AI untuk memberikan nilai nyata bagi nasabah. Dengan pendekatan yang berfokus pada kebutuhan pengguna, Starling membuktikan bahwa AI tidak hanya berguna untuk operasional internal, tetapi juga dapat menjadi alat yang memberdayakan nasabah dalam mengelola keuangan mereka sehari-hari.

Inovasi ini juga sejalan dengan tren industri yang lebih luas di mana perusahaan teknologi terus mengembangkan kemampuan AI mereka. Perusahaan seperti OpenAI juga terus menghadirkan pembaruan untuk platform mereka. Sementara itu, Google sebagai penyedia model Gemini juga terus mengembangkan ekosistem AI-nya, termasuk upaya Google Peringatkan Pengguna Android tentang keamanan aplikasi.

Keberhasilan Starling dalam mengadopsi AI menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor keuangan tidak hanya tentang efisiensi operasional, tetapi juga tentang menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi nasabah. Dengan terus berinovasi dan mendengarkan kebutuhan pengguna, bank dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan nasabah mereka melalui teknologi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.