šŸ“‘ Daftar Isi

Nosel thrust-vectoring AVEN pada jet tempur AI X-BAT Shield AI

Shield AI Ungkap X-BAT Andalkan Teknologi Nosel F-16 Era 1990-an

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Shield AI mengungkap X-BAT menggunakan nosel AVEN yang dikembangkan lebih dari 35 tahun lalu dan diuji pada F-16 era 1990-an
  • AVEN memungkinkan thrust-vectoring, memberikan kemampuan hover dan manuver superhuman tanpa risiko G-force blackout
  • X-BAT dirancang sebagai pesawat VTOL yang bisa lepas landas tanpa landasan pacu
  • Nosel telah direkayasa ulang dengan material modern dan diadaptasi untuk sistem AI
  • Uji terbang pertama dijadwalkan di Kansas akhir 2026, produksi penuh ditargetkan 2028
  • Teknologi serupa pernah diterapkan pada Sukhoi Su-27SM Rusia (2002) dan Harrier dengan thrust vectoring 2D
  • Kolaborasi antara GE Aerospace dan Shield AI menghidupkan kembali teknologi ini

Telset.id – Shield AI mengungkapkan bahwa jet tempur nirawak X-BAT mengandalkan teknologi mesin yang pertama kali dikembangkan lebih dari 35 tahun lalu dan diuji pada General Dynamics F-16 pada era 1990-an. Nosel yang disebut AVEN (Axisymmetric Vectoring Exhaust Nozzle) ini menjadi komponen kunci yang memungkinkan X-BAT lepas landas secara vertikal dan melakukan manuver ekstrem tanpa pilot manusia.

Teknologi yang dihidupkan kembali melalui kolaborasi GE Aerospace dan Shield AI ini dipasangkan dengan mesin F110-GE-129E. AVEN pada dasarnya mereplikasi fungsi sayap, tetapi alih-alih mengarahkan aliran udara di sekitar permukaan sayap, nosel ini mengarahkan aliran gas buang mesin dalam proses yang disebut thrust-vectoring.

X-BAT dirancang sebagai pesawat Vertical Take-off and Landing (VTOL) yang dapat diterjunkan di area dengan landasan pacu minim atau tanpa landasan sama sekali. Kemampuan ini menjadikannya aset strategis yang dapat dioperasikan dari berbagai lokasi, termasuk lokasi terpencil yang tidak memiliki infrastruktur penerbangan konvensional.

Peran AVEN dalam Kemampuan VTOL X-BAT

Dengan menggunakan Axisymmetric Vectoring Exhaust Nozzle, X-BAT memiliki kemampuan terbang yang sulit ditiru manusia secara berulang. Teknologi ini memungkinkan pesawat untuk melayang (hovering), memberikan kecepatan reaksi superhuman, serta menghilangkan risiko kehilangan kesadaran akibat gaya-G (G-force induced blackouts).

Tanpa kelelahan pilot, X-BAT dapat melakukan manuver ekstrem dalam pertempuran udara. Saat pesawat lepas landas lebih mirip roket daripada jet tempur standar, AVEN dan mesin F110-GE-129E tampaknya memastikan pemisahan yang stabil dari dok peluncuran saat X-BAT menuju angkasa.

Pengembangan AVEN sendiri berawal dari program khusus GE Aerospace yang menyelidiki Multi-Axis Thrust Vectoring (MATV) untuk F-16. Teknologi ini terbukti berfungsi dalam uji coba yang dilakukan pada 1990-an, meskipun saat itu belum diadopsi secara luas.

Menariknya, AVEN tidak eksklusif digunakan pada X-BAT. Setelah proyek GE Aerospace dengan F-16 membuktikan teknologi ini berfungsi, konsep serupa juga diterapkan di tempat lain, paling terkenal pada varian Rusia Sukhoi Su-27SM yang dirilis pada 2002. Sementara itu, pesawat-pesawat terdahulu seperti varian Harrier menggunakan thrust vectoring 2D yang mengarahkan daya dorong secara horizontal atau vertikal melalui exhaust di kedua sisi pesawat.

Konsep thrust vectoring sendiri sebenarnya telah ada sejak lama, bahkan dapat ditelusuri hingga roket V-2 yang digunakan Jerman Nazi pada bulan-bulan terakhir Perang Dunia Kedua. Namun, aplikasinya pada pesawat tempur modern baru benar-benar berkembang dalam beberapa dekade terakhir.

Modernisasi AVEN untuk Era Kecerdasan Buatan

Shield AI dan GE Aerospace tidak sekadar menggunakan hardware AVEN asli lalu menempelkannya ke mesin F110-GE-129E. Nosel tersebut telah direkayasa ulang dengan material modern dan teknik produksi terkini. Selain itu, AVEN juga diadaptasi untuk bekerja dengan sistem panduan abad ke-21 serta mengakomodasi sistem kendali dan piloting berbasis kecerdasan buatan.

Kombinasi antara teknologi mesin yang telah teruji selama puluhan tahun dengan kecerdasan buatan modern ini menciptakan platform yang dirancang khusus untuk operasi tanpa awak. Setup ini mungkin terlihat seperti sesuatu dari komik fiksi ilmiah era 1950-an, tetapi pada kenyataannya hanya dapat bekerja dengan sukses tanpa pilot manusia di dalam kokpit.

Uji terbang pertama X-BAT dijadwalkan berlangsung di Kansas pada akhir 2026, sebelum validasi operasional dan produksi penuh yang direncanakan pada 2028. Ini menandai langkah signifikan dalam pengembangan pesawat tempur otonom yang dapat dioperasikan tanpa pilot manusia.

Perkembangan teknologi persenjataan dan pertahanan modern memang semakin mengarah pada otomatisasi penuh. X-BAT menjadi contoh bagaimana teknologi lama yang terbukti dapat dihidupkan kembali dan diadaptasi untuk kebutuhan era baru.

Keberadaan pesawat nirawak seperti X-BAT juga menunjukkan pergeseran paradigma dalam peperangan udara modern. Dengan kemampuan manuver yang melampaui batas fisik manusia, pesawat otonom ini dapat mengeksekusi taktik pertempuran yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan oleh pesawat berawak.

Meskipun jadwal uji terbang masih menunggu, pengungkapan Shield AI tentang peran AVEN dalam X-BAT memberikan wawasan tentang bagaimana teknologi pesawat tempur masa depan akan dikembangkan. Kombinasi antara mesin yang telah teruji dan kecerdasan buatan canggih tampaknya menjadi formula yang dipilih untuk generasi berikutnya.

Industri pertahanan global kini mencermati perkembangan ini dengan seksama, mengingat potensi X-BAT untuk mengubah cara peperangan udara dilakukan. Dengan kemampuan lepas landas vertikal dan manuver superhuman, pesawat ini dirancang untuk beroperasi di lingkungan yang paling menantang sekalipun.

Bagi pengamat industri pertahanan, pengumuman ini menegaskan bahwa era pesawat tempur otonom semakin dekat. Teknologi yang dulunya diuji pada F-16 kini menjadi fondasi bagi platform yang sepenuhnya dikendalikan oleh AI, menandai evolusi signifikan dalam sejarah penerbangan militer.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.