Sandbar Stream smart ring dengan fitur dikte teks

Sandbar Stream Smart Ring Bisa Dikte Teks ke Semua Perangkat

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Sandbar Stream smart ring memiliki fitur dikte teks ke semua perangkat
  • CEO Mina Fahmi mendemonstrasikan transkripsi akurat di Apple Notes
  • Fitur mode berbisik memungkinkan perekaman suara tanpa terdengar orang lain
  • Stream memiliki tiga fungsi: asisten AI, catatan, dan dikte teks
  • Perangkat dijadwalkan rilis tahun ini dengan harga belum diumumkan
  • Sandbar fokus pada perekaman suara pengguna, bukan orang lain

Telset.id – CEO Sandbar, Mina Fahmi, mendemonstrasikan fitur terbaru dari smart ring Stream yang memungkinkan pengguna mendiktekan teks ke berbagai perangkat secara mulus. Inovasi ini menjawab kebutuhan akan input suara yang lebih praktis tanpa harus mengeluarkan ponsel.

Dalam demo yang diberikan kepada The Verge di kantor Sandbar di New York City, Fahmi menunjukkan bagaimana Stream dapat menulis catatan di Apple Notes hanya dengan berbicara pelan ke arah ring. Ia menekan touchpad dengan ibu jari, mendekatkan ring ke mulut, dan beberapa detik kemudian dua kalimat lengkap muncul di layar tanpa kesalahan transkripsi.

Stream pada dasarnya hanyalah mikrofon, baterai, dan koneksi Bluetooth ke ponsel. Namun Sandbar membedakan produknya dengan fokus pada perekaman suara pengguna sendiri, bukan suara orang lain. Fitur unggulannya termasuk mode berbisik yang memungkinkan transkripsi akurat meskipun suara hampir tidak terdengar oleh orang di sekitar.

Fahmi menjelaskan ide Stream muncul karena ia sering berjalan kaki dan kesulitan mengeluarkan ponsel setiap kali memiliki ide atau ingin bertanya pada asisten AI. Stream memiliki tiga fungsi utama: memulai obrolan dengan asisten AI, mencatat, dan mendikte teks.

Saat ini sebagian besar fungsi berjalan di aplikasi pendamping Stream. Namun Sandbar memiliki rencana jangka panjang untuk menghubungkan perangkat ini dengan semua alat yang digunakan pengguna, sehingga dapat mengobrol dengan asisten mana pun, mencatat langsung ke aplikasi yang sudah ada, dan mendikte ke kotak teks di mana saja.

Dalam demo yang paling mengesankan, Fahmi mem-flash firmware baru ke ring, menghubungkannya ke Mac dan iPhone, dan mampu mendikte teks secara mulus dari satu perangkat ke perangkat lain. Ia enggan menjelaskan cara kerjanya, tetapi prosesnya berjalan sangat lancar.

Privasi Terancam menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan perangkat wearable. Sandbar merancang Stream sebagai perangkat yang lebih introvert, fokus menangkap suara pengguna, bukan suara orang lain. Pendekatan ini berbeda dari banyak perangkat AI lain yang justru merekam percakapan dan rapat untuk ekstraksi ringkasan.

Konsep smart ring untuk input suara bukan hal baru. Pendiri Pebble, Eric Migicovsky, menciptakan Index 01 dengan alasan yang sama: kebutuhan akan cara tercepat untuk mengeluarkan ide, pengingat, dan catatan dari kepala. Ada juga Vocci yang lebih fokus pada pertemuan.

Seiring waktu, CEO Even Realities memprediksi perangkat wearable akan semakin terintegrasi dengan AI. Kemungkinan besar ring yang sudah ada dari Oura dan Ultrahuman akan mulai menambahkan teknologi serupa.

Teknologi di balik Stream sebenarnya tidak rumit. Ini hanya mikrofon. Semua hal rumit terjadi di perangkat lain yang pasti juga dibawa pengguna. Sebagian besar produk ini belum selesai atau belum dikirim, tetapi prospek berbicara lebih banyak dengan perangkat semakin menarik.

Smart ring tidak mencoba menggantikan ponsel. Mereka hanya memungkinkan pengguna menyimpan ponsel di saku lebih sering. Gestur membawa ring ke mulut terasa alami, mikrofon cukup dekat untuk menangkap suara secara akurat, dan seluruh proses jauh lebih tidak mengganggu daripada berteriak ke headphone.

Apple Tunda Smart Glasses hingga 2027 menunjukkan bahwa raksasa teknologi pun masih berhati-hati dengan perangkat wearable. Sandbar justru melangkah lebih cepat dengan Stream yang dijadwalkan dikirim tahun ini.

Dengan harga yang belum diumumkan, Stream menawarkan solusi praktis bagi mereka yang sering mengetik di kotak teks. Baik di kedai kopi, kereta, atau berjalan di jalan, berbicara ke ring jauh lebih sosial dan teknis lebih mudah daripada mengetik di laptop.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.