Chip UFS 5.0 Samsung dengan kecepatan baca 10,8 GB/s dan ukuran lebih kecil dari kuku

Samsung UFS 5.0 Resmi: Chip Sekecil Kuku dengan Kecepatan 10,8 GB/s

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Samsung resmi memperkenalkan UFS 5.0 pada 23 Juni
  • Kecepatan baca berurutan hingga 10,8 GB/s, tulis hingga 9,5 GB/s
  • Dua kali lebih cepat dari UFS 4.1 (4,2 GB/s baca, 2,8 GB/s tulis)
  • Konsumsi daya 40% lebih rendah dibandingkan UFS 4.1
  • Ukuran paket 7,5mm x 13mm x 0,9mm, 16,7% lebih kecil
  • Kapasitas penyimpanan hingga 1TB dalam satu chip
  • Kecepatan baca acak 5x lebih cepat, ideal untuk AI on-device
  • Berpotensi menggantikan SSD M.2 NVMe di laptop dan konsol
  • Diposisikan sebagai solusi penyimpanan untuk inferensi AI lokal
  • Jangseok Choi, Head of Memory Product Planning Samsung, menyebut ini standar baru penyimpanan portabel

Telset.id – Samsung resmi memperkenalkan UFS 5.0, standar penyimpanan terbaru yang menawarkan kecepatan baca berurutan hingga 10,8 GB/s dan kecepatan tulis hingga 9,5 GB/s dalam chip berukuran lebih kecil dari kuku jari. Terobosan ini secara langsung mengancam posisi drive M.2 NVMe di laptop, konsol game, dan perangkat genggam, sekaligus menjadi fondasi penting untuk solusi AI on-device.

Diperkenalkan pada 23 Juni, Samsung memposisikan UFS 5.0 sebagai lompatan besar dari standar UFS generasi sebelumnya yang hanya mampu mencapai 4,2 GB/s (baca) dan 2,8 GB/s (tulis). Artinya, chip anyar ini lebih dari dua kali lebih cepat dari pendahulunya. Kecepatan tersebut bahkan melampaui performa PCIe 4.0 yang umum digunakan pada SSD M.2 saat ini.

“Di era AI on-device, perangkat penyimpanan berevolusi menjadi penggerak utama yang mendefinisikan pengalaman AI,” ujar Jangseok Choi, Head of Memory Product Planning Samsung Electronics. “Keberhasilan kami melampaui tahap pengembangan solusi UFS 5.0 pertama di industri ini menetapkan standar baru untuk penyimpanan portabel.”

Yang membuat UFS 5.0 semakin revolusioner adalah efisiensi dayanya. Samsung mengklaim chip ini mengonsumsi daya 40% lebih rendah dibandingkan pendahulunya, UFS 4.1. Penghematan daya yang signifikan ini menjadikannya ideal untuk perangkat bertenaga baterai seperti smartphone, laptop tipis, dan handheld gaming.

Selain kecepatan dan efisiensi, ukuran fisik chip ini juga menjadi keunggulan utama. Paket UFS 5.0 berukuran hanya 7,5mm x 13mm x 0,9mm, atau 16,7% lebih kecil dari generasi sebelumnya. Ukuran yang sangat ringkas ini memungkinkan produsen perangkat untuk merancang produk yang lebih tipis dan ringan tanpa mengorbankan performa penyimpanan.

Kecepatan baca acak (random read) yang diklaim 5 kali lebih cepat dari UFS 4.1 menjadi kunci utama bagi aplikasi AI. Untuk menjalankan model AI lokal, kecepatan akses data acak sangat krusial. Dengan peningkatan drastis ini, UFS 5.0 dapat menjadi solusi penyimpanan de facto untuk inferensi AI downstream, menggantikan peran DRAM yang lebih mahal dalam beberapa skenario.

Kapasitas penyimpanan yang ditawarkan mencapai 1TB dalam satu chip. Angka ini cukup untuk menyimpan model AI berukuran besar, sistem operasi, dan data pengguna secara bersamaan. Dengan kombinasi kecepatan, efisiensi, dan kapasitas, UFS 5.0 berpotensi mendisrupsi pasar penyimpanan yang selama ini didominasi oleh faktor bentuk M.2.

Bagi produsen perangkat, kehadiran UFS 5.0 membuka peluang baru. Laptop tipis dan ringan tidak lagi harus mengorbankan performa penyimpanan. Konsol game genggam bisa menawarkan waktu loading yang lebih cepat. Smartphone flagship dapat menjalankan aplikasi AI yang lebih kompleks secara lokal tanpa perlu terhubung ke cloud.

Namun, tantangan tetap ada. Adopsi standar baru membutuhkan waktu. Produsen chipset dan platform harus menyediakan dukungan pengontrol (controller) yang kompatibel. Samsung sendiri yang memproduksi chip memori dan pengontrolnya diharapkan menjadi pemasok utama bagi ekosistem ini.

Dengan kecepatan yang melampaui PCIe 4.0, UFS 5.0 secara langsung menantang dominasi SSD M.2 di segmen tertentu. Untuk aplikasi yang sangat membutuhkan ruang ringkas dan efisiensi daya tinggi, seperti perangkat edge AI dan robotika, UFS 5.0 bisa menjadi pilihan yang lebih menarik daripada SSD NVMe tradisional.

Samsung belum mengumumkan kapan chip UFS 5.0 akan mulai diproduksi massal atau perangkat mana yang pertama kali menggunakannya. Namun, dengan pengumuman ini, jelas bahwa Samsung melihat AI on-device sebagai pasar utama. Perusahaan-perusahaan seperti Qualcomm dan MediaTek kemungkinan akan menjadi mitra pertama dalam mengintegrasikan standar ini ke dalam platform chipset mereka.

Bagi konsumen, implikasi dari teknologi ini sangat jelas: perangkat masa depan akan lebih cepat, lebih efisien, dan lebih mumpuni dalam menjalankan tugas-tugas AI. Waktu loading aplikasi akan hampir instan, multitasking akan terasa lebih mulus, dan kemampuan AI lokal akan meningkat secara signifikan.

Dari segi persaingan, Samsung bergerak lebih dulu. Kioxia dan Micron juga mengembangkan teknologi penyimpanan berkecepatan tinggi, namun pengumuman UFS 5.0 ini memberi Samsung keunggulan waktu (first-mover advantage) yang krusial. Produsen perangkat yang ingin segera menghadirkan fitur AI on-device terdepan kemungkinan akan beralih ke Samsung.

Dengan ukuran yang sangat kecil, kecepatan yang mencengangkan, dan efisiensi yang luar biasa, UFS 5.0 bukan sekadar evolusi penyimpanan. Ini adalah fondasi baru untuk era komputasi yang lebih cerdas, lebih personal, dan lebih terintegrasi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.