Ilustrasi keamanan data dan enkripsi jaringan untuk melindungi dari ancaman siber seperti malware dan peretasan

Rentan Disusupi Ekstensi Lain, Celah Keamanan Claude Chrome Ditemukan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Peneliti Manifold Security menemukan dua celah keamanan pada ekstensi Claude for Chrome versi 1.0.80.
  • Celah pertama memungkinkan ekstensi browser lain memicu sembilan alur kerja Claude dengan klik sintetis.
  • Celah kedua menggunakan parameter 'skipPermissions' untuk mengaktifkan mode istimewa tanpa izin.
  • Anthropic merilis delapan versi pembaruan tanpa memperbaiki kerentanan yang sudah dilaporkan.
  • Skor CVSS kerentanan mencapai 9,6 (Critical) saat eksekusi otomatis diaktifkan.
  • Tugas berbahaya termasuk membaca Gmail, membuka Google Docs, dan memodifikasi Salesforce.
  • Kerentanan terkait dengan risiko OWASP Prompt Injection dan Excessive Agency.

Telset.id – Ekstensi Claude for Chrome dari Anthropic diklaim memiliki dua celah keamanan yang belum ditambal, bahkan setelah delapan kali pembaruan. Kerentanan ini memungkinkan ekstensi browser lain untuk menyuntikkan klik palsu dan meluncurkan alur kerja AI yang sensitif tanpa sepengetahuan pengguna.

Tim peneliti keamanan dari Manifold Security menemukan bahwa ekstensi Claude versi 1.0.80, yang dirilis pada 7 Juli 2026, masih mengandung dua kerentanan kritis. Celah pertama memungkinkan ekstensi browser mana pun memicu sembilan alur kerja Claude yang telah ditentukan sebelumnya dengan cara mensimulasikan klik pengguna sintetis di laman claude.ai.

Peneliti bernama Ax Sharma menemukan bahwa ekstensi tersebut tidak pernah memverifikasi apakah sebuah event klik membawa properti Event.isTrusted sebelum menindaklanjutinya. Dalam pengaturan default, kerentanan ini mendapat skor CVSS 7,7 (High), dan meningkat menjadi 9,6 (Critical) saat pengguna mengaktifkan eksekusi otomatis karena Claude dapat melakukan tindakan tanpa persetujuan.

Sembilan tugas yang dikodekan secara permanen itu meliputi membaca Gmail, membuka Google Docs, memeriksa Google Calendar, dan memodifikasi prospek Salesforce tanpa meminta izin. Karena browser menandai klik sintetis sebagai tidak tepercaya, ekstensi seharusnya menolaknya, tetapi justru tetap menjalankan alur kerja tersebut.

Manifold Security mengonfirmasi pada 7 Juli 2026 bahwa kedua kerentanan masih berfungsi pada versi 1.0.80, berbulan-bulan setelah pertama kali melaporkannya ke Anthropic. Anthropic merilis delapan versi terpisah antara 1.0.73 dan 1.0.80 tanpa mengubah handler spesifik yang telah ditandai rentan oleh peneliti.

Perusahaan menutup laporan klik sintetis dengan alasan bahwa laporan internal yang sudah ada telah melacak masalah batas kepercayaan yang lebih luas. Namun, Sharma meyakini perbaikan hanya membutuhkan satu baris kode tambahan untuk memverifikasi properti isTrusted dari event klik sebelum mengizinkan alur kerja berlanjut.

Celah kedua melibatkan parameter URL panel samping bernama skipPermissions, yang dapat mengaktifkan mode istimewa tanpa permintaan persetujuan apa pun. Saat parameter disetel ke true, panel mulai melewatkan pemeriksaan izin sepenuhnya, memungkinkan Claude bertindak tanpa bertanya terlebih dahulu kepada pengguna.

Manifold mencatat bahwa hanya fitur tugas terjadwal milik Anthropic yang seharusnya membuat URL istimewa semacam ini secara internal. Panel, bagaimanapun, menghormati parameter itu terlepas dari skrip atau laman mana yang benar-benar membuat string URL tersebut dalam praktiknya.

Salah satu contoh tugas memungkinkan Claude membaca kotak masuk Gmail pengguna, mengidentifikasi pesan promosi, dan secara otomatis mengeklik tautan berhenti berlangganan di dalamnya. Manifold memperingatkan bahwa “bypass masih berupa enam baris JavaScript,” berbulan-bulan setelah peneliti pertama kali menandai masalah mendasar tersebut ke Anthropic.

Anthropic mengklasifikasikan temuan kedua ini sebagai informasional, dengan alasan bahwa parameter tersebut hanya pernah dibuat oleh sistem internalnya sendiri. Manifold mengatakan kode content-script dan side-panel yang terkait dengan kedua kerentanan tetap identik secara byte di delapan rilis ekstensi berikutnya yang diperiksa setelah laporan awal.

Kerentanan ini juga direproduksi di seluruh pilihan model panel samping Claude, yaitu Opus, Sonnet, dan Fable, yang menunjukkan bahwa masalah tersebut memengaruhi desain keamanan ekstensi, bukan model kecerdasan buatan yang mendasarinya. Laporan tersebut juga menghubungkan temuan ini dengan risiko OWASP yang melibatkan LLM01: Prompt Injection dan LLM06: Excessive Agency dalam aplikasi AI.

Para peneliti mencatat bahwa penyalahgunaan yang melibatkan alat AI mungkin tetap sulit dideteksi karena aktivitas browser normal dan koneksi jaringan dapat tampak tidak berubah sementara tindakan AI yang tidak sah terjadi.

Temuan ini menambah daftar panjang kerentanan pada ekstensi AI populer. Sebelumnya, Gemini Bug Android 16 juga memungkinkan bypass PIN dan mengirim SMS tanpa membuka kunci perangkat. Selain itu, Meta Rilis Update Darurat terkait celah serupa yang melibatkan AI.

Masalah keamanan pada ekstensi AI ini mengingatkan pada kerentanan lain di perangkat jaringan. Sebagai contoh, Celah Keamanan Tenda dengan skor 9,8 juga memungkinkan bypass login admin. Hal ini menunjukkan bahwa celah serupa tidak hanya terjadi pada ekstensi browser, tetapi juga pada perangkat keras.

Claude Chrome

Bagi pengguna yang mengandalkan ekstensi Claude untuk produktivitas, temuan ini menjadi pengingat penting untuk selalu waspada terhadap izin yang diberikan. Para peneliti menekankan bahwa pengguna harus membatasi ekstensi browser lain yang terinstal dan meninjau kembali pengaturan eksekusi otomatis pada ekstensi Claude untuk mengurangi risiko.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.