šŸ“‘ Daftar Isi

Perbandingan kamera Flock yang dipasang di tiang dengan mobil Uber untuk ilustrasi rencana pengawasan bergerak

Rencana Flock Pakai Dash Cam Uber dan Lyft untuk Perluas Jaringan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Flock Safety merencanakan kemitraan dengan Nexar untuk memanfaatkan dash cam di kendaraan Uber dan Lyft
  • Rencana ini bertujuan menambah sekitar 350 ribu perangkat ke jaringan pengawasan Flock
  • Kesepakatan tidak pernah terealisasi, tetapi terungkap melalui presentasi internal yang bocor
  • Dokumen tidak menjelaskan apakah pengemudi akan diberitahu tentang penggunaan dash cam mereka
  • Flock menghadapi penolakan publik yang meningkat, termasuk aksi fisik membongkar kamera
  • Strategi ini dianggap sebagai upaya beralih dari tiang statis ke sensor bergerak

Telset.id – Flock Safety dilaporkan sempat merencanakan ekspansi besar-besaran dengan memanfaatkan dash cam di kendaraan Uber dan Lyft. Rencana ini bertujuan memperluas jaringan pengawasan kendaraan bermotor secara signifikan, melampaui kamera statis yang selama ini dipasang di tiang-tiang listrik di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Menurut laporan 404 Media, presentasi internal Flock mengungkap potensi kemitraan dengan produsen dash cam bernama Nexar. Meskipun kesepakatan tersebut tidak pernah terealisasi, dokumen ini menunjukkan ambisi Flock untuk mengembangkan sistem pengawasan bergerak. Presentasi tersebut diperoleh melalui permintaan catatan publik oleh seorang warga Georgia dan dibagikan kepada 404 Media.

Kemitraan yang diusulkan ini akan memungkinkan Flock memanfaatkan ratusan ribu dash cam Nexar yang terpasang di kendaraan rideshare dan pengiriman. Kamera-kamera tersebut akan memindai dan menangkap data pelat nomor dari lalu lintas di sekitarnya. Jika kesepakatan ini berjalan, cakupan Flock akan bertambah sekitar 350 ribu perangkat Uber/Lyft dan layanan pengiriman lainnya ke dalam jaringannya.

Perbandingan kamera Flock yang dipasang di tiang dengan mobil Uber

Dari Tiang Statis ke Pengawasan Bergerak

Flock Safety dikenal dengan pembaca pelat nomor otomatis (ALPR) yang dipasang di tiang. Perangkat ini dirancang untuk mencatat pelat nomor, warna, merek, dan model setiap mobil yang lewat. Saat ini, perangkat tersebut beroperasi di hampir setiap negara bagian di AS. Dokumen yang bocor tidak menjelaskan apakah pengemudi Uber atau Lyft akan diberitahu bahwa dash cam mereka memasok data ke jaringan pengawasan.

Flock didirikan oleh Garrett Langley pada tahun 2017 untuk memerangi kejahatan properti di lingkungannya di Atlanta. Namun, sistem tersebut berkembang menjadi FlockOS, jaringan nasional yang saling terhubung yang memungkinkan penegak hukum melacak pergerakan kendaraan melintasi batas negara bagian. Apa yang dimulai sebagai inisiatif keamanan lingkungan telah berubah menjadi aparatus pengawasan massal yang berpotensi disalahgunakan.

Sejumlah petugas penegak hukum di seluruh negeri telah diskors atau dipecat karena menggunakan jaringan Flock untuk melacak kendaraan tanpa alasan yang sah. Dalam beberapa kasus, mereka menggunakannya untuk memata-matai mantan pasangan. Meningkatnya penolakan publik terhadap ekspansi Flock juga terlihat dari munculnya alat seperti DeFlock untuk memetakan lokasi kamera. Beberapa warga bahkan mengambil tindakan langsung dengan menebang tiang dan membongkar perangkat keras tersebut.

Jika penolakan fisik terus berlanjut, Flock dapat menggandakan strategi yang diuraikan dalam presentasi Nexar. Dengan beralih dari tiang statis ke sensor bergerak yang tidak terpetakan, perusahaan dapat memperluas jangkauannya sambil melindungi perangkat kerasnya dari gangguan publik. Strategi ini juga berpotensi menghindari pemetaan lokasi kamera oleh aktivis karena sifatnya yang bergerak dinamis.

Kekhawatiran utama dari rencana ini adalah kurangnya transparansi. Dokumen tidak menjelaskan apakah pengemudi Uber atau Lyft akan diinformasikan tentang peran dash cam mereka dalam jaringan pengawasan. Hal ini menimbulkan pertanyaan etis tentang persetujuan dan privasi, terutama karena kendaraan rideshare beroperasi di area pemukiman dan komersial yang padat.

Tantangan lain yang dihadapi Flock adalah efektivitas sistemnya yang dipertanyakan. Beberapa laporan menunjukkan bahwa pemasangan kamera dalam jumlah besar tidak selalu berbanding lurus dengan penurunan angka kejahatan. Hal ini semakin memperkuat argumen para kritikus yang mempertanyakan apakah pengawasan massal adalah solusi yang tepat untuk masalah keamanan.

Rencana kemitraan dengan Nexar juga menunjukkan pergeseran strategi Flock dari infrastruktur tetap ke model yang lebih fleksibel. Namun, tanpa kepastian tentang pemberitahuan kepada pengemudi dan persetujuan publik, langkah ini berpotensi memperbesar kontroversi yang sudah ada. Perusahaan perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang dari perluasan pengawasan terhadap kepercayaan publik.

Perkembangan ini menjadi sorotan penting di tengah meningkatnya perdebatan tentang privasi dan pengawasan di ruang publik. Keputusan Flock untuk mengejar opsi mobile surveillance menunjukkan bahwa perusahaan melihat perlawanan publik sebagai hambatan yang bisa diatasi, bukan sebagai sinyal untuk menghentikan ekspansi.

Meskipun kesepakatan dengan Nexar tidak terwujud, dokumen presentasi ini memberikan gambaran tentang arah yang mungkin diambil Flock di masa depan. Dengan teknologi yang semakin canggih dan biaya sensor yang semakin terjangkau, model pengawasan bergerak bisa menjadi tren baru yang perlu diwaspadai oleh masyarakat dan pembuat kebijakan.

Bagi pengguna layanan rideshare, temuan ini menimbulkan pertanyaan serius tentang data apa yang dikumpulkan selama perjalanan dan bagaimana data tersebut digunakan. Ketidakjelasan tentang pemberitahuan kepada pengemudi menambah lapisan kekhawatiran tentang transparansi dalam ekosistem pengawasan yang semakin luas.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.