Ilustrasi Patreon bekerja sama dengan Cloudflare memblokir AI bots yang mencoba menambang konten kreator untuk pelatihan model AI

Patreon Blokir AI Scraping Demi Lindungi Karya Kreator

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Patreon bekerja sama dengan Cloudflare untuk memblokir AI bots yang menambang konten kreator
  • Langkah aktif ini menggantikan pendekatan pasif melalui file robots.txt yang sering diabaikan
  • Pengujian menunjukkan upaya AI crawlers turun dari ribuan menjadi nol per minggu
  • Cloudflare menyediakan alat AI Crawl Control dan marketplace Pay Per Crawl
  • Patreon tetap mengizinkan bots yang melakukan indexing untuk mengarahkan pengguna kembali
  • Kepala produk Patreon, Drew Rowny, menegaskan kreator berhak mengontrol penggunaan karya mereka

Telset.id – Patreon mengambil langkah tegas dengan memblokir akses AI bots yang menambang konten kreator untuk pelatihan model kecerdasan buatan. Platform keanggotaan untuk kreator ini bekerja sama dengan penyedia infrastruktur internet Cloudflare untuk secara langsung menghalangi AI bots yang dirancang untuk melatih model AI menggunakan karya kreator tanpa izin.

Langkah ini menjadi penting karena praktik AI scraping semakin canggih sejak Patreon pertama kali menerapkan langkah pencegahan terhadap AI crawlers pada tahun 2023. Sebelumnya, paywall Patreon telah lama mengunci sebagian besar konten kreator dari jangkauan crawler. Namun, peluncuran fitur penemuan baru seperti redesain Home Feed dan fitur mirip tweet bernama Quips berpotensi mengekspos lebih banyak konten ke crawler.

Perubahan kebijakan ini terjadi di tengah semakin banyaknya penerbit online dan kreator konten yang menyadari bagaimana AI menyerap karya mereka untuk membuat model AI semakin pintar. Cloudflare kini menawarkan alat yang memungkinkan penerbit website membatasi AI bots, termasuk marketplace yang memungkinkan website mengenakan biaya untuk scraping AI, yang disebut Pay Per Crawl.

Sebelumnya pada bulan ini, Cloudflare mengubah kebijakannya sehingga “mixed-use” crawlers, yaitu crawler yang melakukan indexing dan pelatihan pada konten website, secara default diblokir di halaman yang menampilkan iklan. Patreon memperluas kerja sama yang sudah ada dengan Cloudflare untuk menggunakan teknologi AI Crawl Control guna memperbarui kebijakan dan alat penegakan aturan AI mereka.

Perbedaan utama dari langkah ini adalah Patreon tidak lagi hanya meminta AI crawlers untuk tidak menambang konten melalui file robots.txt, melainkan secara aktif memblokir AI training bots. “Izin seharusnya tidak bergantung pada apakah scraper memilih untuk patuh,” demikian bunyi postingan blog Patreon yang merujuk pada langkah yang lebih ketat ini.

Dalam pengujian fitur tersebut, upaya mingguan masing-masing AI training crawlers untuk mengakses Patreon turun dari “ribuan upaya menjadi nol.” Ini menunjukkan bahwa para AI scrapers selama ini mengabaikan file robots.txt Patreon dan tetap menambang situs tersebut meskipun sudah diminta untuk tidak melakukannya.

Meski demikian, Patreon menyatakan akan tetap mengizinkan bots yang melakukan indexing halaman dan mengorganisir informasi yang dapat digunakan untuk mengirim pengguna kembali ke Patreon. “Seiring AI agents menjadi semakin kuat dan populer, kreator berhak mendapatkan suara yang berarti dalam bagaimana karya mereka digunakan oleh perusahaan AI,” ujar kepala produk Patreon, Drew Rowny, dalam pengumuman tersebut.

“Di sebagian besar Internet, kreator harus menerima pelatihan AI pada karya mereka hanya untuk menjangkau dan mengembangkan audiens. Patreon memiliki visi yang berbeda: kreator harus bisa mengembangkan audiens dan mengontrol bagaimana karya mereka digunakan,” tambah Rowny.

Langkah Patreon ini menunjukkan perubahan lanskap dalam hubungan antara platform kreator dan perusahaan AI. Dengan teknologi yang semakin canggih, perlindungan terhadap hak cipta dan kontrol atas karya menjadi isu sentral bagi para kreator di era kecerdasan buatan.

Kebijakan baru ini memastikan bahwa kreator Patreon Fitur Terbaru mereka terlindungi dari eksploitasi tanpa izin. Platform ini juga menunjukkan bahwa pendekatan berbasis consent harus menjadi standar, bukan sekadar pilihan.

Dengan adanya alat dari Cloudflare, Patreon kini memiliki Fitur Baru untuk menegakkan kebijakan AI mereka secara lebih efektif. Ini menjadi preseden penting bagi platform lain yang ingin melindungi karya kreatornya dari penyalahgunaan AI.

Ke depannya, keputusan Patreon ini bisa menjadi model bagi industri kreator digital dalam menghadapi tantangan AI scraping. Platform yang mengutamakan kepentingan kreator akan semakin diuntungkan di tengah maraknya penggunaan AI untuk pelatihan model tanpa izin.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.