šŸ“‘ Daftar Isi

Greg Brockman Presiden OpenAI dalam wawancara tentang pengembangan perangkat AI

OpenAI Siapkan Keluarga Perangkat AI, Bukan Sekadar Speaker

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • OpenAI mengembangkan keluarga perangkat untuk interaksi AI
  • Greg Brockman konfirmasi dalam wawancara dengan Joanna Stern
  • Tidak konfirmasi bentuk spesifik seperti smart speaker atau wearable
  • Fokus pada pengembangan sendiri, tidak tertarik rahasia dagang perusahaan lain
  • Prediksi masa depan interaksi manusia-komputer beralih ke suara
  • Tantangan privasi dan kebisingan di ruang publik masih perlu diatasi
  • OpenAI kembangkan solusi jaminan keamanan data pengguna

Telset.id – OpenAI tengah mengembangkan sebuah ā€œkeluarga perangkatā€ untuk berinteraksi dengan model AI mereka. Presiden OpenAI, Greg Brockman, mengungkapkan hal ini dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Joanna Stern di kanal YouTube-nya.

Pernyataan ini memberikan gambaran lebih jelas tentang ambisi perangkat keras OpenAI, meskipun Brockman belum mengonfirmasi secara spesifik bentuk perangkat tersebut. Spekulasi sebelumnya menyebutkan OpenAI akan meluncurkan smart speaker pada 2027, atau perangkat wearable mirip Humane AI pin.

Bentuk Perangkat Masih Misterius

Brockman tidak memberikan detail soal bentuk fisik perangkat yang sedang dikembangkan. Ia juga tidak menyebutkan tanggal rilis pasti, hanya mengatakan bahwa ā€œkamu bisa mengharapkannya segera.ā€ Pernyataan ini memicu spekulasi lebih lanjut di kalangan pengamat teknologi dan industri AI.

Saat ditanya apakah gugatan Apple terhadap OpenAI dapat mempengaruhi perangkat yang sedang dikerjakan bersama mantan desainer Apple, Jony Ive, Brockman menegaskan fokus perusahaan. ā€œKami fokus pada pengembangan dan teknologi kami sendiri,ā€ ujarnya.

Ia menambahkan, ā€œKami tidak tertarik pada rahasia dagang perusahaan lain. Kami cukup inovatif. Kami memikirkan segala sesuatu dari sudut pandang kami sendiri.ā€ Pernyataan ini sekaligus meredam kekhawatiran tentang potensi sengketa kekayaan intelektual di masa depan.

Masa Depan Interaksi Manusia dan Komputer

Brockman juga menyoroti perubahan cara manusia berinteraksi dengan komputer di masa depan. Menurutnya, kita akan beralih dari mengetik ke berbicara dengan komputer untuk ā€œsebagian besar dari apa yang kita lakukan.ā€

Namun, ia mengakui tantangan yang muncul, terutama di lingkungan kantor terbuka. Brockman menyinggung solusi sementara seperti masker ā€œbeakā€ kedap suara yang mulai bermunculan. Meskipun ia sendiri tidak menggunakannya, ia mengakui bahwa fenomena ini menunjukkan adanya ā€œproduct market fit,ā€ meskipun semua orang setuju itu bukan solusi yang baik.

Pernyataan ini relevan dengan isu keamanan AI yang pernah dibahas sebelumnya. Dalam artikel AI OpenAI Bobol Sistem, terlihat bagaimana tantangan keamanan menjadi perhatian serius di industri ini.

Mengatasi Masalah Kepercayaan

Brockman juga mengakui bahwa OpenAI sedang berupaya mengatasi masalah kepercayaan terhadap model AI mereka. Salah satu isu yang disorot adalah kekhawatiran tentang seberapa pribadi mode ā€œtemporary chatā€ ChatGPT sebenarnya.

OpenAI mengembangkan solusi teknologi untuk menawarkan ā€œjaminan yang dapat diverifikasi dan diauditā€ bahwa hanya AI yang dapat meninjau data pribadi pengguna. Langkah ini menunjukkan keseriusan OpenAI dalam membangun kepercayaan pengguna di tengah meningkatnya kekhawatiran privasi.

Isu kepercayaan ini menjadi krusial mengingat beberapa laporan sebelumnya tentang OpenAI Rogue AI yang sempat menjadi perdebatan di kalangan industri. Meskipun demikian, Brockman menegaskan komitmen perusahaan untuk mengembangkan teknologi yang bertanggung jawab.

Langkah OpenAI mengembangkan perangkat keras sendiri menandai perubahan strategi signifikan. Selama ini, OpenAI lebih dikenal sebagai penyedia model AI dan layanan berbasis cloud. Dengan mengembangkan perangkat fisik, OpenAI akan bersaing langsung dengan perusahaan teknologi besar lainnya.

Meskipun demikian, Brockman tidak memberikan timeline pasti kapan perangkat tersebut akan dirilis. Ia hanya mengatakan bahwa perangkat tersebut bisa diharapkan ā€œsegera,ā€ tanpa memberikan definisi yang jelas tentang jangka waktu tersebut.

Pengembangan perangkat keras ini juga menunjukkan bahwa OpenAI melihat potensi besar dalam interaksi suara dengan AI. Brockman yakin bahwa berbicara dengan komputer akan menjadi metode utama interaksi di masa depan, menggantikan mengetik untuk sebagian besar aktivitas.

Namun, tantangan seperti kebisingan di ruang publik dan privasi percakapan masih perlu diatasi. Solusi seperti masker kedap suara mungkin bukan jawaban ideal, tetapi menunjukkan bahwa pasar sudah mulai mencari solusi untuk masalah ini.

Dengan pengembangan ā€œkeluarga perangkatā€ ini, OpenAI tampaknya ingin menawarkan ekosistem yang lebih terintegrasi untuk pengguna AI. Langkah ini bisa menjadi game plan jangka panjang perusahaan untuk memperkuat posisinya di industri teknologi.

Para pengamat teknologi kini menunggu langkah selanjutnya dari OpenAI. Apakah perangkat pertama yang dirilis akan berupa speaker pintar, wearable, atau bentuk perangkat yang sama sekali baru, masih menjadi misteri yang menarik untuk diikuti.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.