Telset.id – OpenAI resmi menunjuk Prabhjeet Singh, mantan President Uber India dan South Asia, sebagai managing director pertamanya untuk India. Langkah ini menandai komitmen serius perusahaan kecerdasan buatan asal Amerika Serikat tersebut dalam memperkuat posisinya di pasar yang disebut sebagai pasar terbesar kedua setelah AS.
Singh, yang mengumumkan pengunduran dirinya dari Uber pada Jumat lalu, akan bergabung dengan OpenAI pada September mendatang. Ia akan melapor langsung kepada Kiran Mani, managing director OpenAI untuk kawasan Asia Pasifik. Perusahaan mengonfirmasi informasi ini kepada TechCrunch.
Dalam peran barunya, Singh akan bertanggung jawab atas kinerja OpenAI di India yang mencakup pertumbuhan konsumen, adopsi perusahaan, kemitraan, keterlibatan regulasi, dan operasional. Penunjukan ini menjadi investasi terbaru OpenAI di India setelah sebelumnya membuka kantor pertama di New Delhi pada Agustus lalu.
OpenAI juga telah mengumumkan rencana untuk membuka kantor baru di Mumbai dan Bengaluru awal tahun ini. Sebelumnya pada 2024, perusahaan merekrut mantan eksekutif Truecaller dan Meta, Pragya Misra, untuk memimpin kebijakan publik dan kemitraan sebelum memperluas perannya menjadi kepala strategi dan urusan global tahun lalu.
Selain itu, OpenAI juga telah mendatangkan mantan kepala Twitter India, Rishi Jaitly, sebagai penasihat senior untuk membantu membangun engagement dengan pemerintah India terkait kebijakan AI. Dalam beberapa bulan terakhir, OpenAI menjalin kemitraan di India yang mencakup pendidikan tinggi, pembayaran perusahaan, perdagangan bertenaga AI, dan web streaming.
Perusahaan juga menjadi bagian dari pembangunan pusat data yang berkembang di India. OpenAI menunjuk adopsi ChatGPT yang tumbuh pesat di India sebagai indikator pentingnya pasar tersebut. Konglomerat India seperti Reliance dan Tata Group juga termasuk dalam mitra awal perusahaan di pasar ini.
Bersamaan dengan ekspansi ini, OpenAI meningkatkan perekrutan di India dengan posisi yang dibuka meliputi insinyur deployment AI, insinyur pengalaman developer, pimpinan developer marketing, direktur mitra, dan insinyur solusi. India telah muncul sebagai salah satu medan pertempuran utama bagi perusahaan AI AS, didorong oleh basis developer yang besar, lebih dari satu miliar pengguna internet, dan permintaan yang melonjak untuk generative AI.
Baca Juga:
Pesaing OpenAI, Anthropic, juga telah membuka kantor di Bengaluru pada akhir 2025 dan awal tahun ini menunjuk mantan managing director Microsoft India, Irina Ghose, sebagai kepala untuk India. Hal ini menunjukkan persaingan ketat antara perusahaan AI AS dalam merebut pasar India.
Penunjukan Singh sebagai managing director pertama OpenAI untuk India menunjukkan strategi perusahaan untuk memiliki kepemimpinan lokal yang kuat. Dengan pengalaman Singh memimpin Uber di India dan Asia Selatan, OpenAI berharap dapat mempercepat pertumbuhan dan adopsi teknologi AI di pasar yang sangat potensial ini.
Langkah ini juga sejalan dengan tren global di mana perusahaan teknologi besar semakin fokus pada pasar India. Dengan populasi muda yang melek teknologi dan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, India menawarkan peluang besar bagi perusahaan AI seperti OpenAI.
OpenAI sendiri terus mengembangkan produk dan teknologinya, termasuk peningkatan GPT-5.5 Instant untuk pemahaman konteks yang lebih baik. Perusahaan juga merilis chip AI Jalapeño bersama Broadcom untuk inferensi LLM, menunjukkan komitmennya dalam inovasi teknologi.
Dengan kehadiran Singh, OpenAI diharapkan dapat memperkuat hubungan dengan pemerintah India, mitra bisnis, dan komunitas developer. Hal ini penting mengingat India memiliki salah satu ekosistem startup dan developer terbesar di dunia.
Ekspansi OpenAI ke India juga mencakup investasi di bidang pendidikan dan pelatihan AI. Perusahaan telah menjalin kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan tinggi di India untuk mengembangkan kurikulum dan program pelatihan AI.
Selain itu, OpenAI juga fokus pada adopsi enterprise dengan menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan besar India. Layanan AI perusahaan seperti ChatGPT Enterprise dan API digunakan oleh berbagai perusahaan India untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi.
Regulasi AI di India juga menjadi perhatian OpenAI. Dengan pengalaman Singh dalam berurusan dengan regulasi di India, perusahaan berharap dapat membangun dialog yang konstruktif dengan pemerintah terkait kebijakan AI.
India sendiri sedang dalam proses merumuskan regulasi AI yang komprehensif. OpenAI ingin memastikan bahwa suaranya didengar dalam proses ini dan bahwa regulasi yang dihasilkan mendukung inovasi sambil tetap melindungi kepentingan publik.
Persaingan di pasar AI India semakin ketat dengan kehadiran berbagai pemain global dan lokal. Selain Anthropic, perusahaan seperti Google, Microsoft, dan Meta juga memiliki kehadiran yang kuat di India.
Startup AI lokal India juga semakin berkembang dengan dukungan investor dan ekosistem yang kondusif. Hal ini membuat pasar India semakin menarik bagi perusahaan AI global seperti OpenAI.
Dengan penunjukan Singh, OpenAI menunjukkan keseriusannya untuk menjadi pemain utama di pasar AI India. Perusahaan tidak hanya ingin menjual produk, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan AI di India.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi global OpenAI untuk memperluas jangkauan di luar AS. Dengan pasar yang beragam dan potensi besar, India menjadi prioritas utama dalam rencana ekspansi internasional perusahaan.
Keputusan OpenAI untuk merekrut eksekutif lokal seperti Singh menunjukkan pemahaman bahwa kesuksesan di pasar India membutuhkan kepemimpinan yang memahami budaya bisnis dan regulasi setempat. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan dengan mitra dan pelanggan di India.
OpenAI juga terus berinovasi dalam produknya, termasuk pembaruan GPT-5.5 Instant agar lebih menyenangkan diajak bicara. Perusahaan juga merilis chip AI Jalapeño bersama Broadcom untuk inferensi LLM.
Dengan semua langkah ini, OpenAI menunjukkan komitmen jangka panjangnya di India. Penunjukan Singh sebagai managing director pertama menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan di pasar yang sangat strategis ini.





Komentar
Belum ada komentar.