Ilustrasi wahana penjelajah Bulan Lunar Outpost dengan teknologi AI dari Nvidia untuk misi Artemis NASA

Nvidia dan Lunar Outpost Hadirkan Edge AI untuk Misi Bulan NASA

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Nvidia dan Lunar Outpost berkolaborasi menghadirkan edge AI untuk misi Bulan
  • Platform Nvidia Jetson dan CUDA-X libraries akan menjadi tulang punggung komputasi AI wahana penjelajah
  • Lunar Voyage 2 menjadi wahana pertama yang menggunakan teknologi ini, meluncur pada paruh kedua 2026
  • Misi akan mengeksplorasi fitur geografis Reiner Gamma di permukaan Bulan
  • Teknologi AI menangani pemetaan, navigasi otonom, komunikasi, dan pemrosesan data onboard
  • Lunar Outpost dikontrak untuk 10 misi Bulan dan cislunar sebelum 2030
  • Kolaborasi ini mendukung program Artemis NASA untuk membangun Moon Base

Telset.id – Nvidia resmi menggandeng perusahaan infrastruktur ekonomi antariksa, Lunar Outpost, untuk menghadirkan edge AI pada misi eksplorasi Bulan dan luar angkasa di masa depan. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung program Artemis NASA untuk membangun kehadiran manusia permanen di Bulan.

Dalam kemitraan ini, platform Nvidia Jetson dan pustaka Nvidia CUDA-X akan menjadi tulang punggung komputasi AI luar angkasa generasi pertama milik Lunar Outpost. Teknologi edge AI dari Nvidia ini akan menangani berbagai fungsi kritis, mulai dari pemrosesan data, pemetaan, hingga komunikasi antarwahana penjelajah di permukaan Bulan.

“Misi ke Bulan membutuhkan sistem cerdas yang dapat memproses data dan membuat keputusan secara real-time,” ujar Chen Su, Head of Edge AI Product Marketing di Nvidia, dalam pernyataan resmi yang dikutip dari TechRadar. “Lunar Outpost menggunakan Nvidia Jetson dan CUDA-X libraries untuk memberikan kemampuan komputasi AI onboard yang dibutuhkan untuk pemetaan medan, navigasi otonom, pemrosesan data misi, dan penemuan ilmiah.”

Wahana penjelajah pertama yang akan menggunakan teknologi Nvidia adalah Lunar Voyage 2. Kendaraan ini dijadwalkan meluncur ke permukaan Bulan pada paruh kedua tahun 2026 melalui roket SpaceX Falcon 9. Misi ini akan mengeksplorasi Reiner Gamma, fitur geografis “pusaran bulan” yang unik di permukaan satelit Bumi tersebut.

Modul Nvidia Jetson akan mengelola sistem komando dan kendali untuk sistem LiDAR yang terpasang di Lunar Voyage 2. Dari Bumi, tim misi akan mengawasi jalannya ekspedisi, sementara teknologi AI dari Nvidia menangani otonomi tingkat lanjut, komunikasi, pemetaan Bulan, dan pemrosesan data onboard secara mandiri.

Mission control at Lunar Outpost

Justin Cyrus, Founder dan CEO Lunar Outpost, menyatakan kebanggaannya atas kolaborasi ini. “Nvidia telah menetapkan standar untuk komputasi AI canggih, dan kami bangga dapat bekerja sama dengan mereka saat kami menghadirkan kemampuan cerdas yang semakin meningkat ke permukaan Bulan dan membangun menuju Moon Base,” kata Cyrus.

Lunar Outpost bukanlah pendatang baru di dunia eksplorasi antariksa. Perusahaan ini sebelumnya telah membantu NASA dan MIT dalam proyek MOXIE, yang berhasil menghasilkan oksigen di permukaan Mars selama periode 2021 hingga 2023. Untuk misi Reiner Gamma, Lunar Outpost juga bekerja sama dengan General Motors dan Goodyear dalam pengembangan wahana penjelajah Bulan.

Kemitraan dengan Nvidia untuk dukungan edge AI ini merupakan tahap awal dari serangkaian misi pionir. Rencana jangka panjang Lunar Outpost mencakup misi Lunar Voyage 3 dan Lunar Voyage 5, di mana eksplorasi manusia-robot pertama di dunia lain direncanakan akan dilakukan. Untuk misi-misi tersebut, Nvidia Space-1 Vera Rubin Module akan digunakan untuk mengelola data real-time, pemetaan, dan streaming video langsung dari Bulan ke pusat kendali misi Lunar Outpost.

Lunar Outpost telah dikontrak untuk mengerjakan sembilan misi tambahan di Bulan dan cislunar (area antara Bumi dan Bulan) sebelum tahun 2030. Nvidia Jetson dan pustaka CUDA-X diperkirakan akan memainkan peran penting di seluruh 10 misi tersebut.

Keberhasilan Lunar Outpost dalam meraih kontrak untuk merancang dan mengirimkan Pegasus Lunar Terrain Vehicle bagi NASA menjadi landasan bagi kolaborasi strategis dengan Nvidia ini. Teknologi edge AI dinilai sebagai solusi tepat untuk mendukung kontribusi Lunar Outpost dalam program Artemis NASA, program eksplorasi antariksa modern yang bertujuan mengembalikan manusia ke Bulan.

Integrasi AI di tepi jaringan (edge AI) menjadi krusial dalam misi luar angkasa karena memungkinkan pengambilan keputusan secara mandiri tanpa harus menunggu perintah dari Bumi yang membutuhkan waktu transmisi. Dengan kemampuan ini, wahana penjelajah dapat bernavigasi di medan Bulan yang berat, menghindari rintangan, dan mengoptimalkan pengumpulan data ilmiah secara real-time.

Kolaborasi Nvidia dan Lunar Outpost ini juga membuka peluang bagi pengembangan teknologi AI yang lebih canggih untuk eksplorasi antariksa di masa depan. Seperti diketahui, Nvidia juga tengah mengembangkan inisiatif AI lainnya seperti pengembangan superintelligence aman bersama Safe Superintelligence Inc (SSI). Kehadiran AI di luar angkasa diharapkan dapat mempercepat penemuan ilmiah dan membuka jalan bagi kolonisasi Bulan serta misi ke Mars.

Dengan kemitraan ini, Nvidia semakin memperkuat posisinya tidak hanya sebagai pemimpin dalam komputasi AI di Bumi, tetapi juga sebagai penyedia solusi AI untuk eksplorasi luar angkasa. Langkah ini sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan kecerdasan buatan di berbagai sektor, termasuk di lingkungan paling ekstrem sekalipun.

Implementasi teknologi AI di Bulan merupakan tantangan tersendiri mengingat kondisi radiasi yang tinggi, suhu ekstrem, dan keterbatasan bandwidth komunikasi. Namun, platform Jetson dari Nvidia dirancang untuk komputasi edge yang tangguh dan efisien, sehingga cocok untuk dioperasikan di lingkungan luar angkasa yang keras.

Ke depannya, kemampuan AI otonom ini akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan Moon Base atau pangkalan permanen di Bulan. Dengan wahana penjelajah yang mampu beroperasi secara mandiri, para astronot dapat fokus pada tugas-tugas eksplorasi dan penelitian yang lebih kompleks saat tiba di Bulan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.