Telset.id – Meta dikabarkan akan mulai memproduksi chip AI khusus generasi terbaru pada September 2026. Langkah ini diambil untuk menekan biaya pembelian GPU di tengah kelangkaan komponen yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Informasi tersebut diungkapkan dalam memo internal Meta yang dilaporkan oleh Reuters. Dalam memo tersebut, setidaknya satu chip telah berhasil melewati tahap pengujian dalam waktu sekitar enam minggu. Perusahaan yang memiliki platform Facebook, Instagram, dan WhatsApp ini bekerja sama dengan Broadcom untuk desain chip, sementara manufaktur akan dilakukan oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).
Meta juga membeli RAM dari Samsung, penyimpanan dari Sandisk, dan peralatan fiber optik dari Sumitomo Electric. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok GPU seperti Nvidia dan AMD, meskipun Meta tetap akan membelanjakan dana besar untuk kedua perusahaan tersebut.
Program MTIA dan Strategi Modular
Empat chip baru ini dikembangkan di bawah program Meta Training and Inference Accelerator (MTIA) yang telah diumumkan pada Maret lalu. Beberapa chip tersebut saat ini sudah dalam tahap deployment atau akan mulai digunakan tahun ini dan tahun depan. Meta mengadopsi pendekatan modular dalam mendesain chip ini, mengantisipasi perubahan kebutuhan seiring perkembangan AI yang sangat cepat.
“Setiap generasi MTIA dibangun dari generasi sebelumnya, menggunakan chiplet modular, menggabungkan wawasan beban kerja AI terbaru dan teknologi perangkat keras, serta diterapkan dalam siklus yang lebih pendek,” tulis Meta dalam pernyataan resminya. Pendekatan ini memungkinkan Meta untuk terus beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lanskap teknologi AI.
Chip MTIA ini dirancang untuk digunakan dalam pelatihan model untuk algoritma peringkat dan rekomendasi, beban kerja AI yang lebih luas, serta inferensi yang ditujukan untuk aplikasi-aplikasi Meta. Perusahaan media sosial ini telah memproduksi chip AI sendiri sejak tahun 2023.
Baca Juga:
Investasi Besar untuk Infrastruktur AI
Meta telah mengeluarkan dana sangat besar untuk mengamankan kapasitas komputasi guna mendukung berbagai upaya AI-nya. Pada April lalu, perusahaan mengumumkan perkiraan belanja modal antara $125 miliar hingga $145 miliar tahun ini, yang sebagian besar dialokasikan untuk pengembangan AI.
Perusahaan ini telah menjalin berbagai kesepakatan pusat data dan listrik di seluruh dunia, menghabiskan puluhan miliar dolar untuk mengamankan kapasitas komputasi guna melatih dan menerapkan seri model AI Muse Spark. Meta berencana untuk menerapkan 7 gigawatt daya komputasi tahun ini, dan menggandakannya pada tahun depan, menurut memo yang dikutip oleh Reuters.
Selain itu, Meta juga menandatangani kesepakatan dengan ARM tahun lalu untuk mengamankan komputasi bagi sistem rekomendasinya. Perusahaan juga menjalin kesepakatan senilai miliaran dolar dengan AMD untuk GPU Instinct, serta kesepakatan senilai miliaran dolar dengan Amazon untuk menggunakan CPU buatan sendiri raksasa cloud tersebut untuk kebutuhan terkait AI.
Langkah Meta ini sejalan dengan update darurat yang baru-baru ini dirilis perusahaan untuk mengatasi berbagai tantangan keamanan di platformnya. Strategi pengembangan chip mandiri ini juga menjadi bagian dari upaya Meta untuk memperkuat posisinya di tengah persaingan ketat industri AI.
Persaingan Industri Chip AI Semakin Ketat
Meta bukan satu-satunya perusahaan yang berusaha mengurangi aliran modal ke Nvidia. OpenAI bulan lalu mengungkapkan prosesor inferensi yang sedang dibangun bersama Broadcom, sementara Anthropic dikabarkan sedang mempertimbangkan pengembangan chip sendiri dengan Samsung.
Amazon dan Google juga mengembangkan chip mereka sendiri untuk pelatihan dan inferensi AI. Selain itu, terdapat banyak perusahaan rintisan yang membangun di bidang ini untuk memenuhi permintaan yang melonjak tinggi. Meta menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai laporan tersebut.
Dengan strategi pengembangan chip mandiri ini, Meta berupaya untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan komputasi AI-nya yang terus bertumbuh. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa persaingan di industri chip AI akan semakin ketat ke depannya, dengan semakin banyak perusahaan teknologi besar yang memilih untuk mengembangkan solusi mereka sendiri.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan AI Meta, kamu bisa membaca artikel tentang kacamata AI Super Sensing yang sedang diuji perusahaan. Meta juga terus melakukan inovasi di berbagai lini produknya untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin industri teknologi.





Komentar
Belum ada komentar.