Telset.id â Meta Muse menyimpan instruksi internal yang memungkinkannya membuat halaman khusus untuk setiap orang dalam kehidupan pengguna, mencakup keluarga, pasangan, teman, kolega, hingga orang yang diikuti. Temuan ini mencuat setelah sejumlah peneliti berhasil mengekstraksi file internal Muse dan membocorkan instruksi operasional agen AI tersebut, memunculkan pertanyaan baru soal seberapa dalam Meta ingin memahami relasi personal penggunanya.
Peneliti independen di bidang keamanan dan keselamatan AI, Karan Joshi, berhasil mengekstraksi beragam instruksi Muse dan system prompt dengan memanfaatkan antarmuka chat biasa, yakni dengan meminta Muse menyalin dan membagikan file perangkat lunaknya sendiri. Joshi kemudian membagikan temuannya kepada WIRED. Meta sendiri bersikeras bahwa file-file tersebut memang sengaja dibuat dapat diakses demi transparansi, dan dokumen itu memang memberi gambaran bagaimana Muse merespons prompt serta pertanyaan soal topik yang sangat politis atau sensitif.
Salah satu instruksi Muse yang terungkap adalah kemampuannya membuat âhalaman untuk setiap orang dalam kehidupan pengguna.â Proses yang berjalan setiap jam ini melibatkan pengompilasian data tentang keluarga, pasangan, teman, kolega, âkolaborator,â dan orang-orang yang pengguna âikuti.â Gagasan umumnya, Muse dapat memakai âmemoryâ atau file teks terstruktur miliknya untuk mengumpulkan informasi soal relasi dan orang-orang penting dalam hidup pengguna. Dari situ, ia bisa memberi saran, misalnya petunjuk memperbaiki hubungan tertentu atau rekomendasi tempat sarapan untuk teman yang menyukai kopi.
Tentu bukan hal baru jika chatbot AI melacak informasi sosial secara umum, sebab orang-orang sudah lama meminta nasihat hubungan kepada ChatGPT. Namun, susunan Muse menjadi menarik mengingat rekam jejak Meta dan aksesnya yang luas terhadap data jejaring sosial. âYang tampak bagi saya, dari semua prompt, data system skills, dan hal-hal yang mereka masukkan ke Muse, adalah bahwa mereka ingin memahami hubungan Anda dengan orang-orang nyata,â ujar Joshi. âMereka berusaha mengenal Anda seperti seorang teman, yang sejujurnya cukup mengerikan.â
Dokumentasi Muse menyebut bahwa sebuah halaman bisa dimulai dalam kondisi âsparseâ atau minim, lalu diisi seiring waktu. Halaman itu berpotensi memuat bagian seperti Facts, History, The relationship, In common, Open threads, dan Strengthening. Instruksi Meta menegaskan Muse hanya boleh memakai âevidenceâ atau bukti yang tersedia, dan detail yang dikarang lebih buruk daripada halaman kosong.
âWhere they live, what they do, the threads that recur (the apartment move, the shared savings goal),â demikian bunyi instruksi tersebut. Instruksi itu juga menambahkan bahwa model dapat mencatat âdates that matterâ atau tanggal-tanggal penting, seperti ulang tahun atau hari jadi. Riwayat seseorang bisa mencakup latar belakang seperti âthe trip in March, the argument that got resolved, the milestone last week.â
Instruksi tersebut juga berfokus pada pencatatan detail hubungan, seperti âhow close they are, what it is built on, how they act with each other, and what it seems to need right now.â Bagian Strengthening menyarankan cara sebuah hubungan bisa diperbaiki, termasuk âA reason to call, a date worth remembering, something they said to circle back on, a way to be there for them that matters.â
Baca Juga:
Arsitektur Muse dan Kendali Pengguna
Muse dirancang sedemikian rupa sehingga setiap pengguna individual memiliki virtual machine khusus yang menyimpan data dan konteks pengguna. VM ini tidak dapat diakses oleh agen lain, dan pengguna dapat menghapus memori atau memutuskan layanan eksternal kapan saja. Meta menyatakan bahwa Muse juga dirancang untuk meminta konfirmasi manusia sebelum menyelesaikan tindakan seperti mengirim email atau melakukan pembelian. Muse juga memiliki audit log tempat pengguna dapat melihat seluruh aktivitas agen dan rencana ke depannya.
âFor any agent to be useful and actually help you achieve your goals, it needs to have context about you and those you interact with,â kata juru bicara Meta, Daniel Roberts, kepada WIRED dalam sebuah pernyataan. âMuse gathers that based on public information and from what youâve chosen to share, which is how it remembers the person who sent you an invoice is in fact the plumber who you previously hired to complete work in your bathroom or which flowers your spouse said they liked best.â
Praktik memasukkan semacam fitur memori ke dalam asisten AI sudah lazim, dengan tujuan memberi personalisasi lebih besar pada respons dan aktivitas. Miranda Bogen, direktur Center for Democracy and Technologyâs AI Governance Lab, menilai Muse tampak lebih menekankan aspek hubungan dan kontak personal dibanding sistem pesaing. Secara umum, alat-alat semacam ini cenderung menawarkan sejumlah kemampuan transparansi dan penyuntingan, dan Muse juga demikian.
Namun Bogen mencatat bahwa agen dan asisten justru mendorong orang untuk secara proaktif membagikan lebih banyak data kepada mereka, alih-alih berfokus pada pemangkasan data. âThese [AI assistant] tools are actively soliciting users to plug their whole lives inâtheir emails, calendars, financial institutions, everything in order to be helpful assistance,â ujar Bogen. âThatâs dramatically more information than people might have otherwise given to some of these companies. The breadth of access to information that these tools have will lead to a ballooning of what they know about users.â
Dari sisi etika, Carissa VĂŠliz, associate professor di Oxfordâs Institute for Ethics in AI, menyoroti ketimpangan arus informasi antara pengguna dan sistem AI. âWe are giving AI systems much more information about us than we are getting information from them,â ujarnya. âItâs not only what we explicitly tell them, but what they can infer from usâcorrectly or incorrectly, both concerning for different reasonsâand what they can piece together from other sources of data.â
Temuan ini menempatkan Muse dalam sorotan yang lebih tajam, terutama karena kemampuan pemetaan relasi personalnya melampaui fitur memori yang lazim. Sejumlah pengembangan lain di ekosistem Meta Muse juga tengah berjalan, termasuk langkah perusahaan membuka akses bagi pengembang melalui Proyek Muse Gadgets. Di sisi lain, persaingan agen AI kian memanas setelah OpenAI Dots Meluncur sebagai agen AI premium yang bersaing langsung dengan Muse.
Perbandingan performa pun ikut menyita perhatian, dengan hasil yang menunjukkan OpenAI Dots Ungguli Meta Muse hingga enam kali lipat di Geekbench 7. Bagaimana pun, bagi pengguna, yang paling relevan adalah seberapa jauh data relasi personal mereka diproses, disimpan, dan dimanfaatkan oleh agen AI seperti Muse.





Komentar
Belum ada komentar.