Telset.id – Meta mengumumkan investasi besar-besaran dengan membangun data center AI raksasa di Alberta, Kanada, senilai $9 miliar. Proyek ini menandai langkah agresif Meta untuk mengejar ketertinggalan dari kompetitor seperti Amazon, Alphabet, dan Microsoft dalam persaingan infrastruktur kecerdasan buatan.
Meta mengumumkan ambisinya untuk membangun data center senilai $9 miliar di Alberta, Kanada, dengan kapasitas 1GW. Proyek ini diumumkan melalui blog resmi Meta dan akan dibangun di luar Edmonton, tepatnya di Sturgeon County. Konstruksi diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga tahun.
Data center ini akan mendukung sekitar 3.000 pekerjaan selama masa konstruksi, dan 300 pekerjaan operasional setelah beroperasi penuh. Ini menjadi proyek data center pertama Meta di Kanada, bergabung dengan 32 kampus Meta lainnya di seluruh dunia.

Selain data center, Meta juga akan meningkatkan infrastruktur lokal dengan investasi CAD $60 juta untuk jalan dan layanan air. Proyek ini juga akan memastikan penggunaan listriknya dipasok dengan “100% energi bersih dan terbarukan,” dengan seluruh biaya energi ditanggung oleh Meta.
“Lokasi spesifik ini memenuhi faktor yang biasanya kami cari: akses yang baik ke infrastruktur, jaringan listrik yang kuat dan akses ke energi, kumpulan talenta yang kuat, dan sejumlah mitra komunitas yang hebat yang membantu kami memajukan proyek ini,” kata juru bicara Meta kepada CNBC.
Alberta dipilih sebagian karena lingkungan regulasinya yang longgar, memungkinkan konstruksi disetujui dengan proses yang relatif lebih mudah. Meta juga berencana bekerja sama dengan penyedia energi Kanada seperti Greenlight Limited Partnership, Altalink, Capitol Power, dan Alberta Electric System Operator untuk memenuhi kebutuhan energi tahunan sebelum data center beroperasi.
Penawaran kapasitas AI dari Meta hadir relatif terlambat dibandingkan pemimpin industri seperti Amazon, Alphabet, dan Microsoft. Hal ini mendorong Meta untuk melakukan pembangunan agresif di seluruh AS dan wilayah lainnya. Meta juga dilaporkan akan memasuki industri komputasi awan dengan menjual kapasitas berlebih di beberapa data center AI yang telah selesai dibangun untuk mengimbangi biaya konstruksi.
Meta memperkirakan akan menghabiskan antara $125-145 miliar untuk AI dan data center pada tahun 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Meta untuk memperkuat posisinya di era AI. Dengan investasi miliaran dolar, Meta berupaya membangun infrastruktur yang mampu mendukung pengembangan model AI generasi berikutnya. Kehadiran data center raksasa ini juga diprediksi akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru di Kanada.

Proyek ini menunjukkan komitmen Meta untuk tidak hanya bersaing dalam pengembangan AI, tetapi juga dalam menyediakan infrastruktur yang ramah lingkungan. Penggunaan 100% energi terbarukan menjadi poin penting dalam rencana ini, sejalan dengan tren global menuju operasi bisnis yang lebih berkelanjutan.
Dengan kapasitas 1GW, data center ini akan menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Kapasitas sebesar itu diperlukan untuk menangani beban komputasi berat yang dibutuhkan oleh model AI canggih. Meta jelas tidak main-main dalam investasi infrastruktur AI mereka.
Keputusan Meta memilih Alberta juga menunjukkan pentingnya faktor regulasi dan ketersediaan energi dalam pemilihan lokasi data center skala besar. Lingkungan regulasi yang mendukung dan akses ke sumber energi yang andal menjadi pertimbangan utama.

Investasi besar ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana Meta akan memonetisasi kapasitas AI mereka. Selain untuk kebutuhan internal, penjualan kapasitas berlebih ke perusahaan lain melalui bisnis komputasi awan bisa menjadi sumber pendapatan baru yang signifikan.
Persaingan di industri AI semakin memanas. Setiap raksasa teknologi berlomba-lomba membangun infrastruktur paling canggih untuk mendominasi pasar. Meta, dengan investasi puluhan miliar dolar, menunjukkan bahwa mereka siap bertarung di kancah global.





Komentar
Belum ada komentar.