📑 Daftar Isi

Tangkapan layar feed For You aplikasi Meta AI yang menampilkan artikel clickbait buatan AI

Meta AI App Uji Coba Artikel Clickbait Hasil AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Meta AI app menghadirkan fitur "For You" yang menampilkan artikel clickbait buatan AI.
  • Artikel yang dihasilkan dangkal, tanpa sumber, dan sering kali merupakan fabrikasi total.
  • Gambar yang menyertai artikel mengandung kesalahan, termasuk penggambaran ganda tokoh publik yang sudah meninggal.
  • Tidak ada label atau indikasi bahwa konten tersebut adalah buatan AI.
  • Meta awalnya menyebut ini sebagai pengujian, namun kemudian menyatakan fitur akan dihentikan.
  • Temuan ini memicu pertanyaan tentang transparansi dan kualitas konten AI Meta.

Telset.id – Aplikasi Meta AI kini menyajikan artikel clickbait buatan AI di fitur “For You”, memicu pertanyaan serius tentang kualitas konten dan transparansi. Temuan ini diungkap oleh jurnalis The Verge, yang mendapati feed tersebut dipenuhi cerita dangkal, gambar publik figur bermasalah, dan tanpa label AI.

Aplikasi Meta AI pertama kali dirilis pada April 2025 dengan fokus pada feed “Discover” publik yang menampilkan gambar dan percakapan buatan AI dari pengguna lain. Kini, antarmuka tersebut berubah menjadi chatbot standar dengan halaman “For You” yang telah hadir setidaknya selama beberapa bulan. Halaman ini menampilkan deretan prompt artikel yang, saat diketuk, menghasilkan “cerita” utuh.

Saat menargetkan seorang reporter yang berbasis di London, prompt yang muncul sangat agresif bernuansa Inggris, mencakup topik seperti teh, tata krama, pub, kerajaan, sepak bola, dan seni mengantre. Cerita yang disarankan antara lain “A royal butler finally settled the milk first debate”, “The psychology of joining a queue without knowing why”, hingga “Inside the extreme sport of visiting every UK pub”. Sementara itu, rekan reporter lainnya ditempatkan dalam kelompok penggemar jam tangan mewah, dengan saran cerita seperti “My fake Rolex experiment” dan “The brutal math behind the Rolex waitlist illusion”.

Teks yang dihasilkan AI digambarkan sebagai “puffy filler”, menawarkan sedikit substansi selain mengulang premis prompt berulang kali. Sumber berita pun tidak ada. Pelacakan terhadap cerita “royal butler tea” menunjukkan kemungkinan berasal dari serial komedi BBC Three tahun 2018 berjudul Miss Holland. Sementara itu, cerita “Rolex experiment” tampak sebagai fabrikasi total, ditulis sebagai narasi orang pertama tanpa nama penulis.

Masalah Gambar Publik Figur dan Label AI

Artikel-artikel tersebut dilengkapi gambar. Sebagian besar tidak berbahaya, namun beberapa menggambarkan tokoh publik nyata dengan berbagai kesalahan. “Who really pays for the royal family in 2026?” misalnya, menampilkan dua Ratu Elizabeth II, padahal ia telah meninggal beberapa tahun sebelumnya. Gambar lain menunjukkan jari-jari tangan dan tubuh yang mustahil, ciri khas hasil AI. Satu gambar ternyata adalah GIF pasangan lanjut usia menari dengan gerakan lengan yang tidak mungkin dilakukan tubuh manusia.

Tidak ada indikasi atau label yang jelas di feed atau artikel bahwa materi tersebut adalah buatan AI, meskipun Meta sebelumnya menyatakan ingin “orang tahu ketika mereka melihat postingan yang dibuat dengan AI” dan secara otomatis menambahkan label pada konten buatan pengguna saat AI terdeteksi. Temuan ini mengingatkan pada kontroversi serupa, seperti yang dibahas dalam artikel Fitur Face Recognition di kacamata pintar Meta.

Meta menolak menjawab banyak pertanyaan terkait tujuan fitur, apakah perusahaan menganggap output tersebut sebagai berita atau fiksi, serta apakah gambar tokoh publik sesuai dengan kebijakan konten AI-nya sendiri. Juru bicara Meta, Tracy Clayton, memberikan pernyataan singkat: “Kami sedang menguji feed harian yang secara proaktif membagikan tips, konten, dan rekomendasi yang disesuaikan dengan minat Anda.” Namun, pernyataan kedua secara misterius menghapus kata “proaktif”, dan pernyataan ketiga menyatakan fitur tersebut akan dihentikan.

Pertanyaan lebih lanjut muncul: bagaimana mungkin pengujian ini terbatas jika setidaknya tiga kolega di The Verge juga memiliki akses ke fitur yang sama? Apa arti kata “proaktif” sebenarnya? Dan yang terpenting, siapa yang meminta fitur semacam ini? Isu ini juga terkait dengan temuan kode Face Recognition Meta di aplikasi AI sebelumnya.

Implikasinya jelas: tanpa pengawasan dan label yang memadai, Meta berpotensi menyebarkan informasi menyesatkan yang dikemas sebagai konten organik. Langkah ini kontras dengan upaya perusahaan sebelumnya untuk menandai konten buatan AI, dan menimbulkan keraguan serius tentang komitmen Meta terhadap transparansi.

Komentar

Belum ada komentar.