Telset.id – Upaya Meta membersihkan konten perekaman diam-diam menggunakan Meta glasses di Instagram masih jauh dari tuntas. Investigasi Business Insider menemukan puluhan video pickup dan prank yang merekam wanita di tempat umum masih beredar di platform tersebut, berminggu-minggu setelah kepala Instagram, Adam Mosseri, menyatakan pihaknya sedang menangani masalah ini pada Juli lalu.
Temuan ini menjadi sorotan utama karena berpotensi merusak reputasi lini produk smart glasses Meta yang tengah berkembang pesat. Penjualan perangkat tersebut dilaporkan menembus 7 juta unit pada 2025, lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan angka penjualan sebesar itu, masalah moderasi konten bukan lagi sekadar isu kecil di platform media sosial, melainkan ancaman serius bagi strategi besar Meta dalam komputasi wearable berbasis AI.
Video Bermasalah Masih Mudah Ditemukan
Instagram sebenarnya telah memulai aksi pembersihan konten. Ribuan postingan telah ditarik dari platform, sejumlah akun besar menghilang, dan pencarian untuk frasa seperti “rizz” dan “cold approach” kini dibatasi. Respons ini terbilang agresif, namun dalam praktiknya, banyak video serupa masih lolos dari pengawasan.
Selama investigasi berlangsung, lebih dari 20 video yang berpotensi bermasalah dilaporkan ke Meta, tetapi hanya sembilan yang akhirnya dihapus. Keputusan di tingkat akun juga membingungkan. Salah satu kreator yang terjaring aksi pembersihan sempat kembali aktif di Instagram setelah akunnya dinonaktifkan, hanya untuk dihapus kembali setelah kesalahan tersebut diidentifikasi.

Masalah yang lebih rumit muncul setelah pengguna menonton salah satu klip tersebut. Algoritma Instagram dirancang untuk mempelajari apa yang membuat pengguna terus menggulir layar, dan hal ini justru bekerja melawan upaya moderasi. Interaksi dengan beberapa video selama investigasi cukup untuk membuat Reels mulai menampilkan banjir konten serupa. Pada titik ini, menemukan video tersebut tidak memerlukan perburuan akun atau kata kunci tertentu — Instagram sendiri yang melakukan penemuan konten tersebut.
Baca Juga:
Dampak Lebih Luas bagi Meta
Bagi Instagram, ini adalah masalah moderasi. Namun bagi Meta secara keseluruhan, ini bisa menjadi masalah hardware. Kacamata pintar Meta semakin populer dan menjadi bagian penting dari dorongan Mark Zuckerberg menuju komputasi wearable bertenaga AI. Reputasi produk ini menjadi sangat krusial karena jika orang mulai mengasosiasikan kacamata berkamera dengan risiko direkam tanpa sepengetahuan di jalan, Meta menghadapi masalah yang jauh lebih besar daripada sekadar beberapa Reels yang bermasalah.
Meta bertaruh bahwa AI pada akhirnya dapat meningkatkan moderasi dalam skala besar. Perusahaan menyatakan uji awal menunjukkan sistem AI mereka menangkap lebih banyak konten yang melanggar aturan dengan lebih sedikit kesalahan dibandingkan moderator manusia. Namun apakah hal ini akan menghasilkan pengalaman Instagram yang lebih bersih masih belum bisa dipastikan.
Saat ini, Meta telah menarik garis tegas terhadap jenis konten semacam ini. Bagian tersulitnya adalah memastikan Instagram dapat menegakkan aturan tersebut — terutama ketika jutaan kacamata berkamera semakin banyak digunakan orang. Masalah privasi ini juga bukan hal baru, mengingat Meta Bagikan 15.000 Kacamata AI Gratis untuk tunanetra di Irlandia, menunjukkan ambisi perusahaan dalam memperluas adopsi perangkat ini.
Kesenjangan antara respons Meta dan kenyataan di lapangan menjadi catatan penting. Meski perusahaan bergerak cepat menindak konten yang melanggar, algoritma rekomendasi yang justru mempopulerkan konten serupa menjadi tantangan tersendiri. Ini menunjukkan bahwa masalah moderasi konten tidak bisa diselesaikan hanya dengan menghapus postingan, tetapi juga membutuhkan perubahan fundamental pada cara algoritma bekerja.
Ke depan, Meta perlu memastikan bahwa sistem moderasi berbasis AI-nya benar-benar mampu menangkap konten bermasalah secara konsisten. Kepercayaan publik terhadap kacamata pintar ini akan sangat menentukan kesuksesan produk di masa mendatang, terutama dengan semakin banyaknya perangkat serupa yang beredar di masyarakat.





Komentar
Belum ada komentar.