Telset.id – Pabrik pembuatan chip kecerdasan buatan (AI) milik Intel di Oregon, Amerika Serikat, menerapkan aturan yang sangat ketat bagi siapa pun yang ingin memasukinya. Aturan tersebut bahkan melarang penggunaan deodoran, hairspray, riasan, dan perangkat Bluetooth karena partikel kecil dari benda-benda itu dapat merusak chip yang sedang diproduksi.
Seperti yang dilaporkan oleh Business Insider, jurnalis Olivia Nemec merasakan langsung betapa ekstremnya prosedur keamanan di fasilitas fabrikasi Intel. Permintaan akan semikonduktor Intel melonjak drastis belakangan ini, didorong oleh pembangunan pusat data AI. Konsekuensi finansial dari satu kesalahan kecil bisa sangat besar.
Proses pembuatan chip saat ini bekerja pada skala atom. Sebagai gambaran, sehelai rambut manusia memiliki lebar sekitar satu juta atom. Partikel aerosol dari semprotan deodoran atau hairspray yang berukuran beberapa nanometer hingga puluhan mikrometer dapat menjadi bencana besar.
“Saya merasa seperti raksasa yang bergerak di dunia yang dibuat untuk benda-benda yang jauh lebih kecil dan lebih rapuh dari saya,” tulis Nemec dalam laporannya. Ia menambahkan bahwa menghancurkan satu wafer silikon—lempengan semikonduktor yang sangat tipis dan menjadi fondasi mikrochip—dapat merugikan perusahaan hingga setengah juta dolar AS.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Wakil Presiden Pengembangan Manufaktur Intel, Chris Auth, kepada Nemec saat berada di dalam ruang pembersihan peralatan. “Setiap titik kecil dapat menyebabkan cacat, yang akan menghancurkan chip,” ujar Auth.
Baca Juga:
Prosedur Masuk Pabrik yang Ekstrem
Sebelum bisa masuk ke area produksi, Nemec dan timnya harus melalui serangkaian prosedur. Semua peralatan kamera harus disterilkan dengan tisu basah khusus. Setelah ruang pembersihan, mereka masuk ke ruang ganti di mana karyawan diwajibkan mengenakan pakaian terusan putih.
Pakaian khusus ini dirancang untuk mencegah partikel kulit dari tubuh manusia terlepas dan mengontaminasi lingkungan pabrik. Bahkan kertas biasa pun dianggap berbahaya karena dapat melepaskan partikel yang bisa merusak chip.
Menurut laporan Nemec, sebagian besar pekerja di dalam fasilitas Intel adalah robot dari berbagai jenis, mulai dari ban berjalan hingga lengan robotik. Manusia justru dianggap sebagai spesies invasif di lingkungan tersebut.
Untuk mengatasi kontaminasi, lantai pabrik dipenuhi dengan filter udara yang mampu mengganti seluruh udara di dalam fasilitas hanya dalam waktu satu menit. Sistem ini memastikan bahwa partikel dari tubuh manusia tidak terlalu banyak mencemari lingkungan produksi.
Dampak Finansial Kontaminasi
Biaya produksi chip AI yang sangat mahal membuat setiap langkah pencegahan menjadi krusial. Seperti yang disebutkan sebelumnya, satu wafer silikon yang rusak bisa menyebabkan kerugian hingga setengah juta dolar. Angka ini belum termasuk kerugian dari waktu produksi yang terbuang.
Dengan lonjakan permintaan chip untuk kecerdasan buatan, Intel terus berupaya meningkatkan kapasitas produksinya. Namun, menjaga kebersihan lingkungan pabrik tetap menjadi tantangan terbesar.
“Kami hidup di dunia yang berjalan di atas chip,” tulis Nemec. “Namun, untuk membuatnya, kami harus menciptakan seluruh lingkungan yang dirancang untuk melindungi chip dari kami.”
Ke depannya, persaingan ketat di industri semikonduktor kemungkinan akan mendorong produsen untuk terus berinovasi dalam teknologi fabrikasi. Aturan ketat seperti yang diterapkan Intel mungkin akan menjadi standar baru di pabrik-pabrik chip AI global.





Komentar
Belum ada komentar.